Kamis, Juli 7, 2022
BerandaNewsRegionalDari Kampus, Menteri dan Politisi Tawari Milenial Terjun Jadi Petani

Dari Kampus, Menteri dan Politisi Tawari Milenial Terjun Jadi Petani

NUSADAILY.COM – JEMBER – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan anggota DPR RI Charles Meikyansah berbicara dalam Seminar Nasional ‘Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Animo Petani Muda’ yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ), Sabtu, 28 November 2020.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Syahrul mengatakan sangat dibutuhkan keterlibatan generasi milenial di sektor pertanian agar berkelanjutan dan mencapai swasembada pangan. Selain itu, pertanian dapat menjadi alternatif lapangan pekerjaan ditengah situasi pandemi COVID-19 yang menyebabkan terus meningkatnya jumlah pengangguran.

“Peningkatan kapasitas pembangunan pertanian hanya bisa dilakukan dengan melibatkan generasi milenial. Sektor pertanian sangat kuat dalam kondisi apapun dibutuhkan oleh masyarakat,” tuturnya.

BACA JUGA: Gaet Sejumlah Lembaga Internasional, Kementan Rancang Penataan Regulasi Pertanian

Sedangkan, Charles mengemukan realitas dari data Asian Development Bank (ADB) terjadi penyusutan lahan pertanian sampai 44 persen. Sehingga, mengancam 822 juta orang krisis pangan kronis pasca pandemi COVID-19 berdasarkan kajian Food and Agriculture Organization (FAO). Ironisnya, mayoritas sebanyak 62,89 persen atau 517 juta orang diantaranya berada dalam kawasan Asia dan Pasifik.

Adapun berdasarkan Global Hunger Index (GHI), di Indonesia tahun 2018 terdapat daerah rentan pangan sebanyak 88 daerah, dan menurun jumlah tahun 2019 menjadi 76 kabupaten. Namun demikian, lanjut Charles, indeks tanah air masih tergolong rentan pangan.

“Indonesia menempati urutan ke 70 dari 117 negara yang menjadi obyek dari riset GHI, dengan nilai 20,1 persen,” beber legislator dari Dapil Jember dan Lumajang asal Partai NasDem ini menjelaskan.

Dia berharap, Indonesia harus terus berupaya menggerus indeks kelaparan sampai ketegori rendah. Modal utama selain ketersediaan lahan adalah bonus demografi yang dimiliki Indonesia untuk menggarap sektor pertanian supaya memperkecil krisis pangan.

BACA JUGA: Sektor Pertanian Pahlawan Perekonomian Indonesia

“Pemuda atau kaum milenial harus menjadi faktor pembeda di dunia pertanian, Oleh karena itu, perlu didorong agar milenial mau bekerja di sektor pertanian,” jelasnya. Tentu dengan didorong dengan aspek kesejahteraan yang menjadi sangat penting yang harus diperbaiki.

Rektor UNEJ Iwan Taruna mengatakan, pertanian sepatutnya berbenah dan menyesuaikan diri menghasilkan produk yang presisi atau sesuai kebutuhan. Sementara, pihak kampus bertanggung jawab meningkatkan kualitas SDM dan hasil riset tepat guna.

“Karena kampus juga diukur berdasarkan seberapa banyak hasil penelitian yang diterapkan untuk menjadi penilaian kedepan,” tutur ahli teknologi pasca panen ini. (sut)

BERITA KHUSUS

Sampaikan LPJ APBD 2021, Gus Ipul: Jadi Motivasi Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja Keuangan

NUSADAILY.COM – KOTA PASURUAN – DPRD Kota Pasuruan menggelar Rapat Paripurna I dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan Raperda tentang Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD Kota...

BERITA TERBARU

4 Inovasi Pesawat Mewah untuk Penerbangan Masa Depan

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Beberapa maskapai dan perusahaan di dunia memperkenalkan beragam desain pesawat terbaru mereka. Mulai dari bangku kapsul hingga desain mewah seperti...