Senin, September 20, 2021
BerandaNewsRegionalDaop Jember Memperketat Syarat Perjalanan Naik KA Selama Libur Idul Adha

Daop Jember Memperketat Syarat Perjalanan Naik KA Selama Libur Idul Adha

NUSADAILY.COM – JEMBER – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember akan memperketat syarat perjalanan naik kereta api selama libur Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah dengan keberangkatan 20-25 Juli 2021.

“Perjalanan kereta api jarak jauh hanya diperbolehkan bagi pelaku perjalanan yang bekerja di sektor esensial dan kritikal. Serta untuk kepentingan mendesak,” kata Vice President PT KAI Daop 9 Jember Broer Rizal dalam rilis yang diterima ANTARA di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin.

BACA JUGA : Shalat Idul Adha di Bone Bolango Terapkan Prokes Ketat – Nusadaily.com

Aturan tersebut mengacu pada SE Kemenhub No. 54 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi COVID-19.

Sesuai Instruksi Mendagri Nomor 18 Tahun 2021, lanjut dia, bidang yang menjadi sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, TI dan komunikasi, perhotelan nonpenanganan karantina COVID-19, dan Industri orientasi ekspor.

BACA JUGA : Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Idul Adha Momentum Kuatkan Solidaritas – Imperiumdaily.com

Kemudian sektor kritikal adalah kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi, makanan minuman dan penunjangnya, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, objek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar.

Surat Tugas

“Penumpang dari sektor kritikal dan esensial harus menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja. Atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat,” katanya.

BACA JUGA : Selama Idul Adha Dirumah Saja, Jangan Keluar Kota, Ada 1.038 Penyekatan – Beritaloka.com

Atau penumpang juga bisa menunjukkan surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik.

Sedangkan yang dimaksud dengan kepentingan mendesak yaitu pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh 1 orang anggota keluarga. Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang, dan pengantar jenazah non COVID-19 dengan jumlah maksimal 5 orang.

“Penumpang dengan kepentingan mendesak dibuktikan dengan menunjukkan surat keterangan perjalanan antara lain surat rujukan dari rumah sakit atau surat pengantar dari perangkat daerah setempat, atau surat keterangan kematian,” ujarnya.

Persyaratan Penumpang

Setiap pelanggan KA jarak jauh diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam. Atau rapid test antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Dan khusus penumpang KA jarak jauh di Pulau Jawa wajib menunjukkan kartu vaksinasi.

“Pada masa libur Idul Adha, perjalanan KA jarak jauh hanya diperbolehkan untuk penumpang dengan usia diatas 18 tahun,” katanya.

Broer menjelaskan setiap penumpang harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius. Serta memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut.

Setiap petugas di stasiun keberangkatan akan melakukan pemeriksaan seluruh persyaratan penumpang sebelum diizinkan melakukan perjalanannya. Jika ada yang tidak lengkap, maka yang bersangkutan tidak akan diizinkan untuk berangkat dan uang tiket akan dikembalikan 100 persen.

“KAI mendukung penuh semua langkah yang diambil pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia. Khususnya pada masa Libur Hari Raya Idul Adha 1442 H,” katanya.(lal)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...