Kamis, Mei 26, 2022
BerandaNewsRegionalDalang Penghalang Akses Proyek Kampus UNEJ, Rekanan Tuding Kades

Dalang Penghalang Akses Proyek Kampus UNEJ, Rekanan Tuding Kades

NUSADAILY.COM – JEMBER – Bhisma Perdana, Kepala Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi dianggap sebagai dalang dibalik aksi massa pemasangan penghalang akses jalan menuju lokasi proyek ‘Agro Technopark’ milik kampus Universitas Jember (UNEJ).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal itu disampaikan oleh CV Nurani Jaya, melalui kuasa hukumnya Mohamad Husni Thamrin dalam keterangan tertulis yang diterima nusadaily.com, Selasa, 29 September 2020.

“Telah mengganggu fungsi jalan yang dilakukan secara ilegal diancam dengan Pasal 63 dan Pasal 64 UU Nomor 38 Tahun 2003 tentang Jalan dan Pasal 192 KUH Pidana,” ujar Thamrin.

CV Nurani Jaya adalah rekanan UNEJ untuk paket pekerjaan ‘sarana dan prasarana jalan saluran jubung’ senilai Rp4 miliar. Bagian infrastruktur pendukung dalam kompleks Agro Technopark.

BACA JUGA: Ditemukan Katak Mini, Kondisi Alam Kampus Unej Menyamai Hutan

Agro Technopark sendiri merupakan megaproyek kampus UNEJ senilai total Rp307 miliar yang digarap duet BUMN. Yakni PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya.

Thamrin mengatakan, telah melaporkan Bhisma ke Polres Jember sebagai upaya hukum pidana. Sekaligus menggugat yang bersangkutan secara perdata ke Pengadilan Negeri Jember.

Ikhwal perkara ini, bermula dari aksi 12 warga desa Jubung yang berkirim surat ke CV Nurani Jaya pada 5 September 2020.

Isi suratnya menurut Thamrin, mereka merasa keberatan sehingga mengancam bakal menghentikan paksa lalu-lalang kendaraan pengangkut material yang melintas di Jalan Merak untuk menuju lokasi proyek.

Setelahnya, warga memasang besi melintang diatas badan jalan setinggi sekitar 2 meter, serta spanduk bertuliskan larangan kendaraan berat melintas.

“Tiang besi seperti gawang, persisnya Jalan Merak sebelah selatan yang dekat perlintasan rel kereta api untuk menghalangi kendaraan pengangkut material supaya tidak bisa lewat,” urainya.

Pada 20 September 2020, lanjut dia, Bhisma dalang yang memimpin aksi warga setempat memasang tiang besi sebagai penghalang tambahan untuk menutup akses menuju proyek di simpang tiga Jalan Merak.

Tidak hanya itu, Thamrin diberitahu Samsul, Direktur CV Nurani Jaya bahwa ada sejumlah orang tak dikenal menelepon. Dengan menyampaikan beberapa hal sebagai syarat menghentikan aksi warga.

BACA JUGA: Webinar UNEJ Bahas Audit Keuangan Negara, Temukan Potensi Kerugian Rp35 Triliun

“Syarat bahwa klien saya harus membeli bahan material dari oknum tertentu. Dan atau memberi kompensasi uang kepada oknum tertentu supaya portal jalan bisa dibuka,” bebernya.

Thamrin menegaskan, CV Nurani Jaya lebih memilih jalur hukum daripada menuruti permintaan yang dianggap sebagai tindakan ilegal.

“Sangat mengherankan, kenapa portal itu hanya dilakukan kepada klien saya? Kenapa yang lain aman-aman saja? Jalan itu kan untuk umum,” tukasnya.

Sementara ini, Bhisma masih belum memberikan keterangan apapun. Nomor seluler alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember itu dalam kondisi aktif. Namun enggan menjawab sambungan telepon untuk konfirmasi. (sut)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Juara! AS Roma Petik Buah Manis Kerja Keras Selama Semusim

NUSADAILY.COM - JAKARTA - AS Roma menjuarai UEFA Conference League 2021/2022. Giallorossi disebut memetik buah manis sudah bisa bekerja keras dengan baik selama semusim. Saat...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily