Kamis, Oktober 28, 2021
BerandaNewsRegionalCerita Mistis di Balik Evakuasi Kerangka Manusia di Hutan Lindung Banyuwangi

Cerita Mistis di Balik Evakuasi Kerangka Manusia di Hutan Lindung Banyuwangi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Kerangka manusia yang ditemukan di hutan lindung milik Perhutani Wilayah Banyuwangi Barat akhirnya berhasil dievakuasi, Minggu, 5 September 2021 malam. Evakuasi memakan waktu hingga 5 hari dikarenakan Tim SAR harus melewati medan ekstrim menuju lokasi. 

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Namun, di balik itu semua terdapat sejumlah cerita mistis yang dialami tim evakuasi. Hal tersebut mengakibatkan operasi SAR yang semula direncanakan hanya 3 hari, akhirnya molor hingga 5 hari.

Ada dua tim SAR yang diterjunkan untuk mengevakuasi kerangka manusia tersebut. Tim pertama terdiri dari personil Basarnas dan BPND berangkat pada hari Rabu (1/9/2021).

BACA JUGA: Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Lindung Perhutani Banyuwangi

Namun, selama 3 hari pencarian Tim evakuasi gagal menemukan lokasi kerangka tersebut. Mereka pun kembali ke titik pemberangkatan dengan tangan kosong.

Pada hari Jumat (3/9/2021), tim kedua yang terdiri dari TNI-Polri dan sejumlah relawan diberangkatkan untuk evakuasi korban. Total ada 9 personil yang menjalankan operasi SAR.

Sama dengan Tim SAR pertama, Tim SAR kedua awalnya kesulitan mencari lokasi kerangka tersebut. Dua hari berada di hutan, Tim evakuasi tak juga menemukan titik koordinat lokasi ditemukannya kerangka tersebut.

“Medan ekstrim berupa perbukitan dan jurang, serta lokasi di hutan belantara. Sehingga kita kesulitan mencari titik lokasi awal ditemukannya jenazah tersebur,” ungka Serda Muhammad Dedi Sunanto, Babinsa Licin yang turut melakukan operasi SAR.

Tim Evakuasi Temukan Petunjuk Lalat Hijau

Saat kondisi kelelahan dan logistik mulai menipis, Tim SAR menemukan petunjuk keberadaan kerangka tersebut. Sekitar satu kilo dari lokasi kerangka, terlihat dua ekor lalat hijau yang biasanya hinggap di jenazah atau bangkai.

“Lalat hijau ini seolah menuntun kita menuju jenazah. Dari situ kita berhasil menemukan lokasi kerangka yang berada di jurang, Minggu siang,” cerita Dedi.

BACA JUGA: Kerangka Manusia di Hutan Lindung Banyuwangi Berhasil Dievakuasi

Tim SAR memutuskan segera mengevakuasi kerangka tersebut, mengingat logistik yang ada sudah menipis. Mereka mengevakuasi jenazah sekitar pukul 13.00 WIB.

Karena medan menuju titik pemberangkatan berupa perbukitan dan jurang, mereka memutuskan untuk melewati jalur menuju Dusun Plampang, Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro dengan estimasi waktu sekitar 6 jam.

Tim Sempat Tersesat

Namun di pertengahan jalan, Tim Evakuasi kehilangan kontak dengan Tim Penjemput.

Tak hanya itu, mereka juga sempat tersesat dan mengambil jalur yang lebih jauh dari jalur sebenarnya. Akibatnya, hingga malam tiba Tim Evakuasi masih terjebak di tengah hutan.

BACA JUGA: Kisah Nurul Machrus: Temui Sosok Gaib dan Empat Ekor Harimau saat Tersesat di Hutan Banyuwangi

“Untuk berkomunikasi kita gunakan radio (handy talkie). Dari awal pemberangkatan hingga ditemukannya jenazah tidak ada gangguan. Namun saat kita hendak turun mengevakuasi jenazah, di tengah perjalanan radio tidak berfungsi,” ungkapnya.

“Juga rute yang kita lewati tidak pada jalur semestinya. Harusnya kita hanya melalui satu aliran sungai. Namun, ada 4 sungai yang kita lewati kemarin. Jauh memutar dibandingkan rute sebenarnya,” kata Dedi.

Ada Suara Teriakan Perempuan

Tak hanya tersesat, Tim Evakuasi juga mengalami pengalaman mistis saat proses evakuasi kerangka tersebut. Di saat tak mengetahui arah menuju titik pertemuan, tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan perempuan di tengah hutan.

“Iya. Ada jeritan perempuan. Semuanya, 9 orang dalam tim mendengar suara tersebut,” kata Dedi.

BACA JUGA: Sebelum Nurul Ditemukan, Warga Dengar Teriakan Perempuan dari Hutan Banyuwangi

Suara misterius itu membuat Tim Evakuasi diam sejenak. Mereka akhirnya memutuskan beristirahat sembari memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Hal itu nampak seperti mistis. Akhirnya kita istirahat sejenak sembari berdoa. Karena misi ini adalah untuk kebaikan, untuk memakamkan jenazah secara layak, kami yakin pasti ada jalan,” ceritanya.

Setelah beristirahat sejenak, Tim Evakuasi kembali melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul 22.30 WIB, mereka akhirnya tiba di hutan bambu yang artinya sudah mulai mendekati perkampungan terdekat.

Tak berselang lama, mereka tiba di perkampungan pinggir hutan dan bertemu dengan warga.

“Alhamdulillah sekitar pukul 11 malam kita tiba di perkampungan. Di sana kita diberi makan, karena memang perbekalan sudah habis,” kisahnya.

Telekomunikasi yang sempat terputus dengan tim penjemput juga bisa tersambung kembali. Hingga akhirnya, kerangka manusia tersebut berhasil dievakuasi dan dibawa ke ruang jenazah RSUD Blambangan untuk diidentifikasi. (ozi/lna)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu