Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalBupati Faida Main Pecat dan Angkat ASN, Gerindra: Putus Asa usai Kalah...

Bupati Faida Main Pecat dan Angkat ASN, Gerindra: Putus Asa usai Kalah Pilkada

NUSADAILY.COM – JEMBER – Wakil Ketua DPRD, Kabupaten jember, Ahmad Halim, menganggap enteng permasalahan yang dilakukan oleh Bupati Faida main pecat dan angkat pejabat dilingkungan ASN.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Karena, kata Politisi Gerindra ini, keputusan Faida dinilai menyimpang dari aturan. Sehingga ia yakin pada akhirnya akan dibatalkan oleh Pemprov Jatim maupun pemerintah pusat.

BACA JUGA: Bupati Faida Masih ‘Ngeyel’ Mutasi, DPRD: Salah Besar dan Tak Habis Pikir – Nusadaily.com

Justru Halim memaknai, langkah Faida sebagai gaya putus asa. Pasca kekalahan di Pilkada, ditengarai Faida terkesan butuh pelampiasan untuk sekadar menampakkan eksistensi dirinya. Selain itu, seolah tetap ingin menunjukkan masih berkuasa di sisa waktu akhir masa jabatan yang tinggal menghitung hari.

“Ketentuan yang berlaku tegas melarang mutasi setelah Pilkada. Kalau masih dilanggar, lantas apa namanya kalau bukan pelarian rasa kesal? Mumpung masih jadi Bupati meski tidak sampai sebulan lagi, ya dipertontonkan ke semua orang masih berkuasa. Biarkan saja Bupati puas dengan masa jabatannya sampai tetes terakhir,” sindirnya, Sabtu, 23 Januari 2021.

BAAC JUGA: Cerita Dibalik Seleksi Pergantian Direksi BUMD Jember Dilakukan Terselubung – Imperiumdaily.com

Seperti diberitakan sebelumnya, pemecatan pejabat secara massal oleh Bupati Jember, Faida menuai aksi mosi tidak percaya dari 350 orang aparatur sipil negara (ASN). Tidak mau kalah, Faida membalasnya dengan menerbitkan Perbup KSOTK untuk mendemisionerkan semua pejabat, dan selanjutnya menunjuk pejabat baru dengan posisi sebagai pelaksana tugas (Plt).

Kondisi semrawut tersebut berdasarkan pengaduan tertulis yang disampaikan Sekretaris Daerah Jember, Mirfano kepada Gubernur Jawa Timur serta berbagai kementerian terkait dengan juga diantaranya ditembuskan ke DPRD Jember.

Menurut Halim, ketiadaan anggaran pada tahun ini juga dirasa berkontribusi membuat Faida frustasi. “Tanpa APBD, tidak bisa berbuat apa-apa. Contoh, tidak ada bantuan dari Pemkab yang memadai untuk korban bencana. Untung ada sumbangan dari masyarakat, provinsi, dan pusat. Lagi, Bupati tidak bisa perbaiki lubang jalan-jalan sampai rusaknya parah. Makanya, jangan heran kalau Bupati tetap ingin terlihat eksis, ya dengan cara memecat pejabat. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain itu,” urainya.

Bentuk Tim Gabungan

Seperti diketahui, Kementerian Dalam Negeri, Komisi Aparatur Sipil Negara, dan Pemprov Jatim membentuk Tim Gabungan untuk memeriksa Faida atas dugaan penyalahgunaan wewenang. Pemeriksaan berlangsung di Kantor Inspektorat Kemendagri, Jakarta Pusat, pada 12 Januari 2021 lalu.

Tim Gabungan telah menggelar paparan atas hasil pemeriksaan. Namun, sampai kini belum ada keterangan apapun mengenai keputusan yang diambil Mendagri. Bahkan, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik hanya memberi kata singkat. “Maaf,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Kendati demikian, kabar yang santer beredar terjadi gejolak signifikan. Meski sama-sama sepakat akan membatalkan keputusan mutasi pejabat Jember oleh Faida, namun sikap soal sanksi terbelah.

BACA JUGA: Miris, Imbas 2 Bulan Tak Ada Anggaran BBM, Sampah di Jember Tak Terangkut, Sopir Mogok Kerja – Javasatu.com

Pemprov Jatim disebut-sebut yang paling keras menyuarakan sanksi pemecatan, sedangkan beberapa gelintir direktur di Kemendagri menolak hukuman paling berat tersebut.

“Pemprov Jatim terus bersikukuh memecat Faida dengan alasan pelanggaran norma hukum, maupun tujuan efek jera agar kepala daerah tidak ada lagi yang mengabaikan aturan. Tapi, di kalangan Kemendagri pertimbangan cenderung politis dan praktis, bahwa memecat Bupati yang mau lengser seperti membuang-buang energi,” kata sebuah sumber yang sempat mengirimkan dokumen agenda rapat paparan Tim Gabungan beberapa waktu lalu.

Dia meyakinkan tentang sikap Pemprov Jatim yang masih tetap sama hingga kini sejak jauh sebelumnya, pada tanggal 7 Juli 2020 silam sudah muncul rekomendasi Gubernur Khofifah Indar Parawansa kepada Mendagri agar memecat Faida karena sejumlah pelanggaran berat. (sut)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily