Kamis, Desember 2, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalBuka Pelatihan Akuntansi, Ning Ita: Koperasi Syariah Masih Setengah-setengah

Buka Pelatihan Akuntansi, Ning Ita: Koperasi Syariah Masih Setengah-setengah

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Pemerintahan Kota Mojokerto menginginkan koperasi syariah semestinya menganut prinsip akuntansi syariah, bukan konvensional.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pasalnya, di Kota Mojokerto sebagian besar koperasi syariah malah menganut prinsip konvensional.

Hal ini menjadi sorotan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka kegiatan pelatihan akuntansi syariah bagi koperasi di Rumah Makan Jimbaran, Bypass Mojokerto, sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa, 26 Oktober 2021 pagi.

Baca Juga: Diskop UMKM Sumenep Gandeng KSPP BMT NU Gelar Pelatihan Koperasi Syariah bagi Kopwan

Ning Ita menjelaskan jika di Kota Mojokerto terdapat 12 koperasi yang berbasis syariah. Hanya saja, sebagian besar masih menerapkan pengelolaan secara konvensional.

“Label syariah ini belum sepenuhnya diterapkan, sehingga dalam menjalankan aktivitas koperasinya masih setengah syariah dan setengah konvensional,” ucapnya.

Padahal, lanjut Ning ita, keberadaan koperasi syariah ini punya segmentasi adalah khusus. Karena tidak semua masyarakat mau mengakses lembaga keuangan yang bersifat konvensional.

Baca Juga: Gubernur Jatim Ambil Sikap Tegas Anulir Mutasi Pejabat oleh Bupati Jember

“Ada sebagian yang menghindari riba. Nah, ini kesempatan bagi koperasi syariah untuk merangkul mereka. Tapi syaratnya prinsip ekonomi syariah harus ditegakkan, jadi mereka tetap percaya untuk menjadi anggota di koperasi itu,” bebernya.

Masih kata Ning Ita, peran koperasi mengambil posisi penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat saat pandemi COVID-19.

Baca Juga: Koperasi Syariah Gerakkan Sektor Riil saat Pandemi

Disebabkan koperasi sebagai soko guru perekonomian, dimana koperasi mengedepankan asas kekeluargaan.

“Soko guru ini ibaratnya adalah cagak, yang bisa menopang agar tetap berdiri tegak. Saat pandemi, koperasi ini bisa menjadi solusi pengungkit roda ekonomi. Dengan prinsip kebersamaan untuk kemakmuran seluruh anggotanya,” katanya.

Dirinya meminta koperasi berbasis syariah bisa memberi kelonggaran atau relaksasi kepada anggotanya saat pandemi.

Baca Juga: Jateng Menggandeng Bank Syariah Indonesia Kembangkan Ekonomi Pesantren

Sebab, ia menyadari ada banyak iuran anggota yang macet dan tidak bisa jalan akibat pukulan pandemi.

“Sejak tahun 2020 kemarin, pemkot juga telah melakukan restrukturisasi kredit perbankan berupa relaksasi dan kita juga memberikan pembebasan retribusi bagi pelaku UMKM agar semua bisa jalan tanpa terbebani,” tuturnya.

Sementara, Kabid Koperasi Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Helmi dalam laporannya mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan untuk peningkatan pemahaman, dan pengetahuan perkoperasian serta kapasitas, maupun kompetensi SDM Koperasi. Lalu diikuti 40 peserta.

“Yakni 12 KPPS, 2 LKMS dan 2 kopersi konvensional yang mempunyai minat menjadi syariah,Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 25 hingga 28 Oktober 2021. Dan diikuti 40 peserta dari unsur koperasi yang berbasis syariah,” papar ning Ita.

Pelatihan akuntansi syariah bagi koperasi ini, lanjut Helmi, bertujuan untuk memberikan bekal ilmu dan pengetahuan khususnya dalam hal penerapan pengelolaan koperasi berbasis syariah.

“Usaha kita untuk mendorong gerakan koperasi berbasis syariah, supaya kedepannya benar-benar mengelola koperasi dengan prinsip-prinsip syariah itu sendiri,” pungkasnya.(din/ark)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR