Senin, September 20, 2021
BerandaNewsRegionalBST Profesi Ringankan Beban Finansial Pekerja di Sektor Wisata

BST Profesi Ringankan Beban Finansial Pekerja di Sektor Wisata

NUSADAILY.COM -KOTA BATU- Sebanyak 485 orang yang menggantungkan hidupnya di bidang industri pariwisata mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) profesi. Bantuan itu mulai disalurkan Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata Kota Batu di Gedung Kesenian Kota Batu, Senin, 28 Desember 2020.

BST Profesi ini diberikan untuk bulan Oktober sampai Desember yang pemberiannya dirapel sekaligus. Total bantuan yang diterima setiap orang sebesar Rp 900 ribu.

Para pelaku wisata itu terdiri dari pekerja hotel, restoran, destinasi, pelaku seni, pemandu wisata, hingga pemilik homestay.

Mengingat bisnis pariwisata mengalami kelesuan dihantam pandemi COVID-19 yang berdampak pada kesejahteraan pekerja.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, bantuan tersebut diberikan, khususnya bagi pekerja yang terdampak. Sebelumnya Dinas Pariwisata telah mengusulkan sejumlah penerima BST.

“Jadi ini hasil usulan beberapa OPD, selain Dinas Pariwisata, ada juga usulan dari Dinas Perhubungan, Diskumdag dan lainnya,” katanya.

Dia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk perekonomian keluarga masing-masing.

“Jadi setiap bulannya masing-masing mendapatkan BST sebesar Rp 300 ribu,” lanjut Punjul.

Bantuan serupa juga diusulkan oleh beberapa OPD lainnya di lingkungan Pemkot Batu. Seperti Disdik Kota Batu yang memprioritaskan bantuan untuk penjaga sekolah, kantin hingga petugas kebersihan.

Selain Disdik, OPD lainnya yakni, Dishub Kota Batu yang menyasar pada supir angkot sebanyak 300 orang. Kemudian usulan dari Diskumdag ada 179 penerima diperuntukkan kepada pedagang pasar.

Ada juga Dinas Pertanian sejumlah 73 penerima seperti petani dan DPMPTSP dan Naker sebanyak 20 penerima kepada pekerja yang dirumahkan.

“Total ada 1113 penerima dengan total anggaran sekitar Rp 1 miliar yang telah disiapkan,” katanya.

Febrianyoga salah satu penerima bantuan. Pria berusia 22 tahun ini berstatus sebagai pekerja casual di salah satu destinasi ternama di Kota Batu.

Ditutupnya industri pariwisata karena pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap pemasukannya.

Sejak Maret lalu hingga Desember, dirinya tak lagi menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata.

“Ya untuk memenuhi kebutuhan hidup selama pandemi, kerjanya serabutan. Bantuan ini sangat meringankan beban finansial saya yang sempat lumpuh karena pandemi,” ungkap dia.(wok)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...