Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalBPS: Kenaikan Harga Minyak Goreng Dorong Inflasi di Kota Malang

BPS: Kenaikan Harga Minyak Goreng Dorong Inflasi di Kota Malang

NUSADAILY.COM – MALANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menyatakan bahwa kenaikan harga komoditas minyak goreng pada November 2021 menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya inflasi di Kota Malang, Jawa Timur yang tercatat sebesar 0,26 persen.

Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu mengatakan bahwa komoditas minyak goreng tercatat mengalami kenaikan sebesar 8,81 persen dan memberikan andil terhadap inflasi Kota Malang sebesar 0,08 persen.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Talang Lantai 3 Jebol, Pasar Besar Kota Malang Banjir

“Minyak goreng terus mengalami kenaikan. Ini merupakan komoditas utama yang mengalami inflasi,” kata Erny.

Erny menjelaskan, selain kenaikan harga minyak goreng, komoditas lain yang mengalami kenaikan pada November 2021 adalah harga telur ayam ras sebesar 14,65 persen dan memberikan andil sebesar 0,06 persen.

BACA JUGA: Disebut Cawali Partai NasDem Kota Malang 2024, Nurcholis (Rektor): Enak Mana Jadi Dosen atau Walikota

Kemudian, kenaikan harga tiket angkutan udara tercatat sebesar 3,52 persen, sabun detergenbubuk atau cari sebesar 1,37 persen, emas perhiasan 1,01 persen, sabun mandi 3,39 persen dan pasta gigi aik sebesar 1,78 persen.

“Emas perhiasan juga mengalami kenaikan, karena mengikuti harga dunia,” katanya.

BACA JUGA: Begini Cerita Penganiayaan Remaja Putri di Kota Malang Versi Polisi

Sementara sejumlah komoditas yang menghambat inflasi, lanjutnya disebabkan adanya penurunan harga cabai rawit sebesar 10,29 persen, bawang merah 4,38 persen, bawang putih 3,81 persen, dan daun bawang turun sebesar 9,7 persen.

“Cabai rawit saat ini sudah mengalami penurunan harga,” katanya.

BACA JUGA: Istri Walikota Malang Diusulkan NasDem Cawali 2024

Jika dilihat dari kelompok pengeluaran, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat mengalami kenaikan tertinggi yakni mencapai 0,65 persen. Kemudian diikuti kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,63 persen.

Selain itu, kelompok transportasi juga naik 0,39 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,25 persen. Pakaian dan alas kaki 0,16 persen dan kelompok pengeluaran air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,05 persen.

BACA JUGA: Ngeri! 4 Lagu Kematian dari Raja Dangdut Rhoma Irama Bikin Merinding

“Untuk kelompok kesehatan, penyedia makanan dan minuman atau restoran, pendidikan, rekreasi, olahraga dan budaya serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan tidak mengalami kenaikan atau tetap,” katanya.

Dengan inflasi pada November 2021 sebesar 0,26 persen. Maka inflasi tahun kalender Kota Malang sebesar 1,01 persen dan inflasi tahun ke tahun (YoY) sebesar 1,35 persen. Inflasi yang terjadi pada November, merupakan yang tertinggi selama tahun 2021.(eky)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed