Kamis, Desember 2, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalBPK Tak Bisa Masuki Gudang Bantuan COVID-19 Semasa Bupati Faida

BPK Tak Bisa Masuki Gudang Bantuan COVID-19 Semasa Bupati Faida

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Tim auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengalami kendala saat mengaudit bantuan penanganan COVID-19. Hal itu terungkap saat pertemuan antara tim auditor dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jember, KH Abdul Muqit Arief, Kamis 15 Oktober 2020.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Menurut Muqit kondisi pintu gudang masih terkunci hingga sekarang. Di dalamnya terdapat berbagai macam barang sumbangan dari lembaga non pemerintah.

Gudang tersebut berada di rumah ‘Pendopo Wahya Wibawa Graha’ rumah dinas yang pernah dipakai Bupati Jember Faida selama menjabat sebelum nonaktif untuk mengikuti Pilkada 2020.

BACA JUGA: Plt Bupati Jember Pilih Cut-Off Anggaran Warisan Bupati Non-Aktif Faida

“Yang menjadi telaah dari teman-teman BPK adalah bantuan pihak ketiga. Sudah sampai dimana penyalurannya?,” tutur Muqit.

Dia berharap, siapapun pejabat di lingkungan Pemkab Jember tidak sampai mempersulit pelaksanaan audit. Sementara ini, Muqit belum mengetahui sosok pemegang kunci gudang.

“Saya sudah minta ke Kepala Bagian Umum, kemarin masih ada masalah kunci masih dipegang staf di pendopo,” tegasnya.

Selebihnya, Muqit menyampaikan kegiatan BPK masih tahap audit awal untuk mendapatkan gambaran kinerja Pemkab Jember.

Lembaga auditor tersebut akan kembali lagi ke Jember untuk mendalami lebih lanjut dari hasil pemeriksaan awal.

“November nanti BPK kesini lagi. Insya Allah akan kami bantu sebisanya,” janji pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Silo itu.

Dari pantauan, suasana pendopo ‘Wahya Wibawa Graha’ tampak lengang tanpa banyak orang. Hanya terlihat beberapa Satpol PP yang berjaga. Di halaman tampak 4 unit kendaraan roda empat.

BACA JUGA: Plt Bupati Jember Muqit Ganti Faida, Safari Perdana Temui Pimpinan DPRD

Rumah dinas itu tidak lagi ditempati Faida sejak 26 September 2020 lalu. Sebab, sebagai calon di Pilkada ia dilarang memakai fasilitas negara selama masa kampanye.

Posisi Bupati lantas dijabat oleh Muqit, karena yang bersangkutan adalah Wakil Bupati dan memilih tidak mencalonkan diri ke Pilkada. (sut)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR