Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalBPJamsostek Kediri Kejar Target Kepesertaan

BPJamsostek Kediri Kejar Target Kepesertaan

NUSADAILY.COM – KEDIRI – BPJamsostek Cabang Kediri, Jawa Timur, terus mengejar target kepesertaan di wilayah kerja BPJamsostek Cabang Kediri, menyusul hingga November 2021 jumlah pekerja yang terlindungi BPJS ketenagakerjaan baru 21,54 persen.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala Cabang BPJamsostek Kediri Suharno Abidin mengemukakan saat ini ada sebanyak 667.892 tenaga kerja. Namun, yang terdaftar menjadi peserta mencapai 135.163 tenaga kerja formal atau 40,89 persen angkatan kerja formal sudah terdaftar BPJamsostek.

BACA JUGA: Pemkab Kediri Permudah Layanan Perizinan Usaha

“Dari jumlah 667.892 ini ada sebanyak 330.493 pekerja formal dan 337.399 pekerja informal,” katanya di Kediri, Senin.

Suharno juga menambahkan per November 2021 tercatat jumlah pemberi kerja (PK) mencapai 3.466 PK atau badan usaha. Untuk itu, target kepesertaan akan lebih dioptimalkan. Hal itu berdasarkan beberapa data yang masih bis dioptimalkan, sehingga masih banyak potensi kepesertaan yang perlu ditindaklanjuti.

BACA JUGA: Pemerintah Kota Kediri Minta Warga Kurangi Mobilitas Jelang Libur Akhir Tahun

Pihaknya juga siap bermitra dengan pihak manapun dengan harapan target kepesertaan itu bisa secepatnya terealisasi. Selain itu, program ini juga bermanfaat sebab sebagai jaminan bagi tenaga kerja dan keluarga.

“Kami menyadari tugas ke depan masih sangat berat dan banyak tantangan yang perlu dihadapi. Untuk itu, kami perlu bermitra dengan banyak pihak supaya pelayanan kepada masyarakat bisa optimal,” katanya.

BACA JUGA: Polisi Kediri Tangani Kecelakaan Empat Meninggal

Menghadapi tahun 2022, pihaknya juga siap mewujudkan komitmen dalam memperluas pelayanan kepada publik termasuk, menambah jangkauan kepesertaan. Salah satunya juga dengan gencar sosialisasi program BPJamsostek. Diharapkan pada tahun mendatang angkanya bisa meningkat menjadi 60 persen.

“Kami gencar melakukan sosialisasi beragam layanan yang bermanfaat bagi masyarakat, di antaranya Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP),” ujar dia.

BACA JUGA: Rizki DA Kembali Ceraikan Nadya, Nitizen: Pernikahan Kok Dipermainkan

Sementara itu, terkait dengan klaim juga mengalami kenaikan. Untuk 2019, JKK ada 916 kasus dengan nominal Rp,6,27 miliar. JKM ada 314 kasus dengan Rp8,57 miliar, dan JP ada 3.720 kasus dengan Rp2,08 miliar nominalnya.

Di 2021, JKK ada 1.052 kasus dengan nominal Rp6,3 miliar, JKM ada 331 kasus dengan Rp12,53 miliar, dan JP ada 5.563 kasus dengan 4,57 miliar. Untuk JHT sama-sama nol kasus.(eky)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed