Senin, September 27, 2021
BerandaNewsRegionalBocah Perempuan Jadi Korban Kejahatan Pedofilia oleh Kakak Beradik di Jember

Bocah Perempuan Jadi Korban Kejahatan Pedofilia oleh Kakak Beradik di Jember

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Kepolisian Sektor Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember meringkus dua bersaudara yang menjadi pelaku pedofilia atau kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Tindakan polisi berdasarkan pengaduan korban, yakni bocah perempuan (14) yang mengaku di bawah tekanan pelaku diperlakukan secara brutal selama kisaran dua tahun hingga hamil.

Pelaku yang berstatus kakak beradik itu masing-masing bernama Samsul Arifin (40), dan Muhammad Munir (22) yang notabene adalah warga yang tinggal dalam salah satu desa di Kecamatan Silo.

“Kedua tersangka langsung kami tangkap dan ditahan untuk proses lebih lanjut,” ujar Kapolsek Sempolan, AKP Muhamad Suhartanto, Jum’at, 30 Juli 2021.

Berdasarkan hasil penyelidikan, terungkap para tersangka dapat leluasa melampiaskan nafsu bejatnya karena tinggal serumah dengan korban. Sebab, tersangka Samsul merupakan ayah tiri usai menikahi ibu korban sejak 3 tahun silam.

“Korban dicabuli mulai masih duduk di bangku kelas 6 SD. Korban tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya itu,” jelas Suhartanto.

Tersangka Samsul adalah pelaku yang mengawali perbuatan kriminal terhadap korban mulai tahun 2019 silam. Dalam waktu dekat kemudian, perbuatan serupa diikuti oleh adiknya, yakni tersangka Munir.

Para tersangka selalu mengancam korban dengan kekerasan tiap kali ingin melakukan persetubuhan. Bahkan, saat melancarkan aksi juga memilih sewaktu kondisi rumah sepi seperti misalkan, ibu korban sedang bepergian atau dalam tempo lama menggarap lahan sawah.

Korban Selalu Dimarahi Terdangka

“Korban selalu dimarahi oleh tersangka, sehingga merasa takut dan terancam. Sehingga korban disetubuhi tersangka,” urai Suhartanto mengacu dari hasil pemeriksaan korban maupun pelaku.

Berbagai kedok dilakukan para tersangka untuk menutupi perbuatannya menggagahi korban. Terlebih, ketika korban kini telah berbadan dua. “Bahkan, kalau siang, tersangka ini saat melakukan aksinya selalu menyalakan sound system dengan suara sangat keras dan kencang. Tujuannya, supaya tidak dicurigai tetangganya,” beber Suhartanto.

Jika semula tersangka menebar ancaman, justru lambat laun menyertai modusnya dengan cara Rayuan. Yakni, berupa janji bakal membelikan motor baru untuk korban. Sepertinya, janji manis tersebut dilakukan tersangka demi tetap dapat melanjutkan aksi perbudakan seksual terhadap korban.

“Dalam seminggu, para tersangka menyetubuhi korban antara tiga sampai empat kali. Jadi aksi tersangka ini sudah tak terhitung lagi banyaknya. Korban juga diiming-imingi diajari motor. Kekerasan seksual dilakukan di rumah, kebun kopi, dan mushola pinggir sungai,” paparnya.

Kejahatan tersangka terbongkar pada tanggal 24 Juli 2021. Pasalnya, warga melihat perubahan fisik pada tubuh korban karena perutnya terus membuncit. Kepadanya ibunya, korban juga mengaku sudah lama tidak mengalami menstruasi.
Hasil pemeriksaan di Puskesmas, ternyata korban telah mengandung janin dengan usia 4 bulan. Sontak ibu korban maupun warga marah dengan sempat menghujani bogem mentah kepada tersangka sebelum akhirnya ditangkap polisi.

“Tersangka kita jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Suhartanto. (sut/aka)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...