Kamis, Desember 2, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalBersitegang dengan Prajurit, Sidang TKD Bulusari Batal Digelar di Lokasi Sengketa

Bersitegang dengan Prajurit, Sidang TKD Bulusari Batal Digelar di Lokasi Sengketa

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Sidang gugatan sengketa tanah kas desa (TKD) dengan agenda pemeriksaan perkara di Desa Bulusari Kecamatan Gempol gagal dilaksanakan Pengadilan Negeri (PN) Bangil. Ini setelah sejumlah prajurit bersitegang dengan para pihak yang memasuki obyek sengketa tanpa pemberitahun lebih dulu. Karena lokasinya berhimpitan dengan proyek perumahan prajurit TNI AL.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kasus sengketa TKD seluas 4 hektar yang diklaim milik CV Punika, sedianya akan dilakukan pemeriksaan perkara di lokasi objek sengketa. Para pihak ini bersama-sama mendatangi lokasi objek sengketa untuk melakukan pengukuran batas-batas tanah di Dusun Juranpelan.

Namun, ketika akan melakukan pengukuran objek sengketa tanah, mereka mendapat penolakan dari anggota Marinir yang berjaga. Mereka beralasan, para pihak yang bersengketa ini tidak melakukan pemberitahuan terlebih dahulu sebelum memasuki areal lahan proyek perumahan prajurit tersebut.

BACA JUGA: Warga Bulusari Unjuk Rasa di Kejari Kabupaten Pasuruan, Tuntut Tak Asal Comot Saksi Korupsi TPPU

“Kedatangan kami ini adalah untuk menyelesaikan kasus sengketa tanah kas desa di Bulusari, tidak ada kepentingan lain. Untuk SOP sudah kami lakukan dengan mengirim surat pemberitahuan kepada Kades Bulusari,” Ketua PN Bangil, AFS Dewantoro.

Meski mendapat dari penjelasan hakim serta pihak kepala desa, prajurit tetap bersikukuh menolaknya karena memang belum mendapat surat pemberitahuan. Atas ketegangan tersebut, pihak PN Bangil akhirnya mengurungkan niat melakukan pemeriksaan objek perkara.

“Kami akan jadwal ulang sidang pemeriksaan lokasi. Kami akan koordinasi dengan pihak terkait agar tidak terjadi sesuatu,” kata Dewantoro.

Perwira Marinir Pasmar II, Lettu (Mar) Denny menyatakan, kesalah pahaman ini terjadi karena pihaknya memang tidak menerima pemberitahuan. Pihaknya sangat terbuka dengan para pihak yang melakukan pemeriksaan dan pengukuran objek sengketa TKD Bulusari.

“Beberapa waktu lalu, penyidik Kejari Kabupaten Pasuruan juga melakukan pengukuran lahan TKD yang menjadi objek dugaan korupsi. Kami mempersilahkan mereka masuk di lahan tersebut,” kata Lettu Denny.

Menurutnya, objek tanah sengketa berbatasan langsung dengan lahan proyek pembangunan perumahan prajurit. Sehingga sangat wajar jika para pihak yang berkepentingan dengan lahan TKD juga melakukan pemberitahuan terlebih dahulu pada tetangga disamping kiri-kanannya.

“Kami siap menerima siapa saja yang datang ke lokasi proyek, asal ada pemberitahuan. Kami juga tidak sangkut pautnya dengan objek sengketa TKD,” tandasnya. (oni/lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR