Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalBerjam-jam Polisi Cari Data Korupsi Anggaran Saat Geledah Ruang Kerja Pejabat BPBD...

Berjam-jam Polisi Cari Data Korupsi Anggaran Saat Geledah Ruang Kerja Pejabat BPBD Jember

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Penggeledahan oleh polisi ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember guna mengusut dugaan tindak pidana korupsi anggaran pemakaman korban COVID-19 berlangsung cukup lama.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Sudah lebih dari dua jam polisi menggeledah ruang kerja masing-masing yang ditempati Plt Kepala BPBD Moh Djamil maupun Kabid II Penta Satria. Sebab, penggeledahan belum selesai sejak dimulai jam 10.49 hingga jam 12.51 WIB pada Rabu, 1 September 2021.

Berdasarkan pantauan, hanya sesekali terlihat penyidik keluar dari dua ruang kerja pejabat dengan membawa berkas dan langsung bergegas menyimpannya ke mobil. Kemudian penyidik masuk lagi ke ruangan tanpa berbicara apapun.

Khusus ruang kerja Djamil, digeledah langsung oleh tim penyidik yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna. Sedangkan, ruang kerja Penta digeledah oleh beberapa anak buah Komang.

Seorang pegawai BPBD terkejut melihat penggeledahan yang secara tiba-tiba. “Takut rasanya. Ini tangan dan badan masih gemetar. Padahal, yang diperiksa para pimpinan BPBD, bukan saya,” ujar pria yang bertugas sebagai petugas pemadam kebakaran itu sembari meminta identitasnya tidak disebutkan.

Sementara, beberapa pegawai BPBD berseragam oranye dari Tim Reaksi Cepat (TRC) berada didekat pintu ruangan yang digeledah untuk mengesankan mereka sedang berjaga-jaga.

Seperti diketahui, Polres Jember dengan Polda Jatim bersama-sama menggelar penyelidikan atas dugaan korupsi anggaran penanganan COVID-19 oleh BPBD.

Termasuk diantaranya sedang ramai dipergunjingkan, yakni tentang honor pemakaman korban COVID-19 yang uangnya mengalir ke para pejabat di lingkungan Pemkab Jember.

Polisi telah menyita dokumen anggaran saat memeriksa Bendahara BPBD Siti Fatimah pada Jum’at 27 Agustus 2021 lalu. Diantaranya salinan dokumen SK pengangkatan jabatan, daftar pelaksanaan anggaran (DPA), surat perintah membayar (SPM), surat perintah pencairan dana (SP2D), bukti pembayaran honor pejabat, dan bukti pembayaran honor petugas BPBD.

Pemeriksaan juga pernah dilakukan terhadap Djamil dan Penta selama dua hari berturut-turut mulai Senin (30 Agustus) hingga Selasa (31 Agustus). Bahkan, pemeriksaan kali kedua mereka berlangsung hingga jam 23.01 tengah malam.

Disamping pejabat, polisi memintai keterangan kepada sejumlah orang yang dipekerjakan oleh BPBD sebagai petugas pemakaman jenasah korban COVID-19. “Total semua ada 7 orang saksi,” kata Komang kemarin malam.

Bupati sudah meminta maaf secara terbuka

Di lain pihak, Bupati Jember Hendy Siswanto sudah meminta maaf secara terbuka meski tanpa sepengetahuannya mendapat honor pemakaman senilai Rp70,5 juta yang oleh BPBD dihitung berdasarkan kematian 705 warga.

“Dari lubuk jiwa yang terdalam dan penuh kerendahan hati, saya meminta maaf atas kegaduhan ini. Kami tidak ingin melukai hati rakyat. Terlebih penting lagi, tidak boleh terulang kegaduhan yang sangat-sangat melukai hati publik serta melabrak asas kepantasan, kepatutan, dan moralitas,” ucap Hendy.

Hendy mengambil pilihan dengan mengembalikan honor tersebut ke Kas Daerah. Lantas, Sekda Mirfano, Djamil dan Penta yang masing-masing orang sama menerima honor Rp70,5 juta mengikuti langkah Hendy. Total pengembalian berjumlah Rp282 juta.

Hendy mengisyaratkan bakal merombak jabatan BPBD dengan pejabat baru. Selain itu, melakukan evaluasi terhadap seluruh peraturan bupati serta surat keputusan yang pernah dibuatnya.

“Bukan hanya teguran. Semua (pejabat terkait masalah ini), saya ganti,” tegas Hendy. (sut/kal)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR