Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalBeredar Buku Nikah Siri di Tulungagung, Kemenag Belum Bersikap

Beredar Buku Nikah Siri di Tulungagung, Kemenag Belum Bersikap

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-TULUNGAGUNG- Beredar buku nikah siri berwarna hijau di Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan sumber yang ditemui Nusadaily.com. Ada cara untuk bisa mendapatkan buku nikah tersebut. Dan dinyatakan sah sebagai suami istri secara siri. Pemohon harus menyiapkan uang hingga Rp 6 juta.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: WOM Finance Tulungagung Kalah di Pengadilan, Kasus Ambil Paksa Mobil Nasabah

BACA JUGA: Tim Tracing Covid-19 Tulungagung, Jalan Kaki Hingga Disangka Badut Pengemis – Imperiumdaily.com

Mereka yang mencari buku tersebut sebagian besar merupakan warga luar kota. Terutama yang ingin tinggal di rumah kost dengan bukan pasangan resminya.

Dengan buku hijau tersebut biasanya pemilik kos akan memberikan mereka izin menyewa kamar kosnya. Dengan alasan mereka belum menikah secara resmi. Namun sudah menikah secara siri, sebagai persiapan untuk menikah siri.

Sementara itu Plt Kemenag Tulungagung, Masngud yang dikonfirmasi Nusadaily.com pada Rabu (11/11/2020) memberi penjelasan. Bahwa format buku nikah yang berwarna hijau tersebut bukan format buku nikah milik Kemenag.

“Ini bukan buku nikah milik Kemenag, silahkan kalau mau konfirmasi kepada yang membuat saja,” ujarnya soal beredar buku nikah siri di Tulungagung.

Dengan adanya temuan ini, selanjutnya menurut Masngud, pihaknya akan melakukan koordinasi internal dengan kepala KUA seluruh kabupaten Tulungagung. Ini guna terlebih dahulu membahas dan menentukan langkah yang akan diambil atas peredaran buku tersebut.

“Kita akan koordinasi dulu secara internal, dengan KUA se Tulungagung untuk membahas masalah ini. Karena jujur saya pribadi baru tahu kali ini,” terangnya.

Buku Nikah Siri Muncul Tahun Lalu

Sementara itu Kepala KUA Kedungwaru, M Toyib mengakui beberapa waktu yang lalu ada warga yang mendatangi kantornya. Dia meminta peresmian atas buku nikah siri serupa yang saat ini beredar.

Saat itu yang bersangkutan akan mengurus perihal warisan keluarga. Dan membawa buku nikah orang tuanya yang tercatat secara siri dalam buku hijau tersebut.

“Anaknya ini datang ke kantor kira-kira tahun lalu. Membawa buku hijau itu milik orang tuanya yang nikah siri di tahun 1980an. Saya ndak ingat jelas tahunnya. Ya sudah saya sampaikan buku ini tidak diakui negara,” ungkapnya.

Toyib menegaskan, catatan dalam buku siri seperti itu tidak tercatat di catatan pernikahan negara. Artinya dianggap tidak sah oleh negara.

Imbasnya ada bermacam-macam. Salah satunya anak dari hasil pernikahan yang tercatat secara siri akan menemui masalah. Yakni saat mengurus akta kelahiran. Atau urusan lain termasuk mengurus perihal warisan.

“Ini salah satu contohnya lho ya. Nanti pas di akta kelahiran itu hanya tertulis anak dari ibu siapa gitu. Bapaknya ndak tercatat. Kemudian saat mengurus warisan juga akan membutuhkan surat nikah legal juga,” ungkapnya.

Disinggung mengenai kemungkinan untuk melaporkan pihak yang menerbitkan buku nikah tersebut. Toyib mengaku masih membahasnya dengan internal mengenai tindak lanjut atas peredaran buku tersebut. (fim/cak)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR