Sabtu, September 25, 2021
BerandaNewsRegionalBerduka Omnibus Law Disahkan, Ibu-Ibu Kirim Karangan Bunga ke DPRD Kota Blitar

Berduka Omnibus Law Disahkan, Ibu-Ibu Kirim Karangan Bunga ke DPRD Kota Blitar

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-BLITAR- Berduka omnibus law disahkan, sejumlah ibu-ibu kirim karangan bunga ke DPRD Kota Blitar. Mereka tergabung dalam Perempuan Peduli Petani dan Buruh Blitar, mendatangi kantor DPRD Kota Blitar, Selasa 6 Oktober 2020. Sebuah karangan bunga diletakkan di kantor dewan sebagai simbol duka cita atas disahkannya undang-undang Omnibus law.

BACA JUGA: Indef: Ada Kepentingan Jahat di Bab X RUU Ciptaker

BACA JUGA: Uchok Sky Khadafi: Bab X UU Ciptaker Jadikan Menkeu Kebal Hukum

Undang-undang (UU) Omnibus law yang disahkan Senin (05/10/20) malam. Dibuat untuk menyasar satu isu besar yang mungkin dapat mencabut atau mengubah beberapa UU sekaligus. Sehingga menjadi lebih sederhana. Ada tiga hal yang disasar pemerintah, yakni UU perpajakan, cipta lapangan kerja, dan pemberdayaan UMKM. Namun demikian banyak pro kontra terkait UU tersebut.

Omnibus Law Terlalu Cepat Disahkan

Kepada Nusadaily.com, Khusnul Hidayati, Perwakilan Perempuan Peduli Petani dan Buruh Blitar memberi penjelasan. Pihaknya, sengaja mengirim karangan bunga yang bersifat keprihatinan. Ia menilai proses pengesahan UU Omnibus law terlalu cepat. Mengacu di negara lain, prosesnya bisa memakan waktu hingga lima tahun.

“Proses pengedokan sangat cepat. Kalau mengacu di negara lain, untuk UU omnibus law prosesnya bisa memakan waktu lima tahun. Di Indonesia setahun saja tidak sampai. Ini kita nilai terburu-buru dan terkesan UU ini lebih berpihak kepada investor. Bukan pada petani maupun masyarakat Indonesia,” tegasnya kepada nusadaily.com.

Menurut Khusnul, disahkannya UU Omnibus law tak hanya berdampak bagi petani dan buruh, melainkan semua pekerja serta elemen masyarakat. Dicontohkannya, dalam UU itu ada aturan tentang perluasan tanah yang dibebaskan, perpanjangan HGU dan lain sebagainya. Sehingga menurutnya, tidak menghargai proses amdal, tanah petani, dan tanah adat.

“Kalau dampak untuk buruh, bisa menghilangkan uang lembur dan cuti. Nah, outsourcing yang tanpa batas waktu, ini siapa itu yang diuntungkan?,” tandasnya kepada induk imperiumdaily.com ini.

Khusnul menambahkan, karangan bunga sebagai simbol duka cita. Sebab wakil rakyat yang seharusnya sebagai tumpuan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan keberpihakan ternyata nol besar.

“Di sini ada kongkalikong antara investor, pemerintah, dan DPR,” imbuhnya sembari menegaskan berduka omnibus law disahkan.(tan/cak)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...