Minggu, Juli 3, 2022
BerandaNewsRegionalBentuk Tim Pemburu Protokol Kesehatan, Operasi Digelar Tiap Hari

Bentuk Tim Pemburu Protokol Kesehatan, Operasi Digelar Tiap Hari

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Tim Pemburu Pelanggar Protokol kesehatan di Kota Mojokerto dibentuk dan beroperasi setiap hari. Tak ayal ratusan pelanggar tak mengenakan masker sejak kemarin terjaring Operasi Yustisi di wilayah Kota Mojokerto.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Petugas gabungan dari Polresta Mojokerto, Kodim 0815/CPYJ, dan Satpol PP Kota Mojokerto terus memburu pelanggar prokes baik siang maupun malam. Sidang di tempat pun masih terus berlanjut di Alun-alun Kota Mojokerto hingga saat ini, Kamis, 17 September 2020.

Wali Kota Ika Puspitasari menjelaskan, Tim pemburu pelanggar protokol kesehatan berbeda dengan peran dari gugus tugas percepatan penanganan COVID-19. Pasalnya, tugas utamanya bukan lagi melakukan upaya promotif maupun preventif, akan tetapi lebih pada penyisiran sekaligus mengamankan masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

“Jadi sekarang mendisiplinkan masyarakat harus dengan cara menegakkan Perda, untuk pemberian sanksi,” ungkapnya, Kamis, 17 September 2020.

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota perempuan pertama ini menjelaskan. Perburuan pelanggar prokes akan menyasar semua sektor masyarakat tak terkecuali perorangan, badan usaha, tempat kerja, serta fasilitas umum.

“Kerja dan schedule tim secara langsung dikomandoi oleh Kapolresta Mojokerto terkait bagaimana di lapangan maupun pembagian tugas dan wilayah operasinya,” paparnya.

Tim Pemburu Protokol Kesehatan

Usai apel perdana kemarin di depan Kantor Pemkot Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Rabu, 16 September 2020. Tim pemburu pelanggar protokol kesehatan langsung melakukan penyisiran dengan kekuatan personel sebanyak 45-50 petugas.

Selain dibekali dengan kendaraan roda dua dan roda empat, personel dengan pakaian preman juga turut diterjunkan. Masyarakat yang kedapatan tidak tertib protokol kesehatan langsung digiring ke atas truk untuk menjalani sidang di tempat di Alun-Alun Kota Mojokerto.

“Sekiranya lebih dari 100 pelanggar yang dilakukan sidang di tempat kemarin. Belum lagi hari ini,” ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi.

Operasi di Berbagai Tempat

Mantan Kapolres Sumenep menjelaskan, selama bertugas nantinya tim tersebut memburu pelanggar protokol kesehatan. Tim tidak hanya ditugaskan menggelar Operasi Yustisi di satu titik saja. Akan tetapi, mereka ditugaskan untuk menyebar secara statis di sejumlah lokasi.

“Ini akan dilakukan setiap hari, ada yang pagi maupun malam. Kita jadwalkan untuk menyisir dari pada wilayah mana saja yang belum tertib,” pungkasnya.

Tak tanggung-tanggung ratusan pelanggar yang terjaring Tim akan langsung dibawa untuk menjalani sidang di tempat dengan dijatuhi sanksi denda administrasi. Jika perseorangan, penerapan denda berpedoman pada Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020 tentang perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masarakat dengan denda minimal Rp 25 ribu.

Sedangkan bagi pelaku usaha akan dijatuhi denda berdasarkan Perwali Kota Mojokerto Nomor 55 Tahun 2020 tentang perubahan atas Perwali Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pedoman Pada Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Covid-19 Kota Mojokerto sebesar Rp 200 ribu.

“Dengan adanya tim pemburu ini kami harap masyarakat lebih disiplin melakukan protokol kesehatan,” tandasnya. (din)

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Tak Hanya Mobil, Motor Mewah pun Diusulkan Dilarang Pakai Pertalite

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Mobil di atas 2.000 cc bukan satu-satunya kendaraan yang diusulkan agar tidak lagi bisa mengkonsumsi BBM subsidi jenis Pertalite. Badan...

NUSADAILY.COM - MOJOKERTO - Tim Pemburu Pelanggar Protokol kesehatan di Kota Mojokerto dibentuk dan beroperasi setiap hari. Tak ayal ratusan pelanggar tak mengenakan masker sejak kemarin terjaring Operasi Yustisi di wilayah Kota Mojokerto.

Petugas gabungan dari Polresta Mojokerto, Kodim 0815/CPYJ, dan Satpol PP Kota Mojokerto terus memburu pelanggar prokes baik siang maupun malam. Sidang di tempat pun masih terus berlanjut di Alun-alun Kota Mojokerto hingga saat ini, Kamis, 17 September 2020.

Wali Kota Ika Puspitasari menjelaskan, Tim pemburu pelanggar protokol kesehatan berbeda dengan peran dari gugus tugas percepatan penanganan COVID-19. Pasalnya, tugas utamanya bukan lagi melakukan upaya promotif maupun preventif, akan tetapi lebih pada penyisiran sekaligus mengamankan masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

"Jadi sekarang mendisiplinkan masyarakat harus dengan cara menegakkan Perda, untuk pemberian sanksi," ungkapnya, Kamis, 17 September 2020.

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota perempuan pertama ini menjelaskan. Perburuan pelanggar prokes akan menyasar semua sektor masyarakat tak terkecuali perorangan, badan usaha, tempat kerja, serta fasilitas umum.

"Kerja dan schedule tim secara langsung dikomandoi oleh Kapolresta Mojokerto terkait bagaimana di lapangan maupun pembagian tugas dan wilayah operasinya," paparnya.

Tim Pemburu Protokol Kesehatan

Usai apel perdana kemarin di depan Kantor Pemkot Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Rabu, 16 September 2020. Tim pemburu pelanggar protokol kesehatan langsung melakukan penyisiran dengan kekuatan personel sebanyak 45-50 petugas.

Selain dibekali dengan kendaraan roda dua dan roda empat, personel dengan pakaian preman juga turut diterjunkan. Masyarakat yang kedapatan tidak tertib protokol kesehatan langsung digiring ke atas truk untuk menjalani sidang di tempat di Alun-Alun Kota Mojokerto.

"Sekiranya lebih dari 100 pelanggar yang dilakukan sidang di tempat kemarin. Belum lagi hari ini," ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi.

Operasi di Berbagai Tempat

Mantan Kapolres Sumenep menjelaskan, selama bertugas nantinya tim tersebut memburu pelanggar protokol kesehatan. Tim tidak hanya ditugaskan menggelar Operasi Yustisi di satu titik saja. Akan tetapi, mereka ditugaskan untuk menyebar secara statis di sejumlah lokasi.

"Ini akan dilakukan setiap hari, ada yang pagi maupun malam. Kita jadwalkan untuk menyisir dari pada wilayah mana saja yang belum tertib," pungkasnya.

Tak tanggung-tanggung ratusan pelanggar yang terjaring Tim akan langsung dibawa untuk menjalani sidang di tempat dengan dijatuhi sanksi denda administrasi. Jika perseorangan, penerapan denda berpedoman pada Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020 tentang perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masarakat dengan denda minimal Rp 25 ribu.

Sedangkan bagi pelaku usaha akan dijatuhi denda berdasarkan Perwali Kota Mojokerto Nomor 55 Tahun 2020 tentang perubahan atas Perwali Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pedoman Pada Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Covid-19 Kota Mojokerto sebesar Rp 200 ribu.

"Dengan adanya tim pemburu ini kami harap masyarakat lebih disiplin melakukan protokol kesehatan," tandasnya. (din)