Senin, Oktober 25, 2021
BerandaNewsRegionalBegini Pengakuan Tulus Mantan Anggota FPI Asal Banyuwangi

Begini Pengakuan Tulus Mantan Anggota FPI Asal Banyuwangi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI –  In’amul Muttaqin, atau Gus In’am dan Muhammad Bisri Ihwan Lc, M PD, dua mantan anggota FPI asal Banyuwangi bersyukur pemerintah RI melarang kegiatan ormas yang pernah diikuti mereka dulu. Keduanya minta mantan anggota FPI segera sadar dan kembali membela NKRI.

“Alhamdulillah. Ini sebagai bentuk sikap tegas pemerintah terhadap gerakan radikal dan anarkis. Semoga Indonesia lebih damai. Kami siap untuk menampung teman-teman mantan FPI kembali tidak berbuat anarkis,” ujar Bisri, dikutip Nusadaily.com dari detikcom, Kamis (31/12/2020).

BACA JUGA: Pastikan Tidak Ada Baliho FPI, Polresta Malang Kota Lakukan Patroli – Nusadaily.com

“Semoga dengan tidak adanya FPI di Nusantara, kita kembali menjunjung tinggi Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin,” tambahnya.

Bisri mengaku keluar dari FPI setelah menempuh kuliah di Mesir. Di sana, dirinya bersinggungan dengan berbagai paham. Bisri mengaku menemukan pencerahan jika agama Islam tak dibenarkan untuk melakukan aksi anarkis seperti halnya yang dilakukan oleh FPI.

BACA JUGA: Permudah Lapkeu Desa, Kominfo Kabupaten Malang Hadirkan Aplikasi Siskeudes – Javasatu.com

“Saya gabung sebelum 2009. Kemudian kuliah dua tahun di Mesir. Dari sana saya banyak paham yang beda. Kan ngumpul di Mesir. Yang saya tau ya NU yang bagus. Makanya saya keluar dari FPI,” tambah pria yang mengaku satu angkatan dengan anak habib Rizieq Sihab.

Dulu, kata Bisri, saat bergabung degan FPI, dirinya juga sering melakukan aksi demo dan sweeping.

“Sangat tidak tepat kalau sweeping. Tapi Alhamdulillah pemerintah sudah membubarkan,” pungkasnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh In’amul Muttaqin. Warga Banyuwangi alumni 212 ini mengaku sudah tidak lagi bersama dengan organisasi masyarakat yang dilarang oleh pemerintah itu.

BACA JUGA: Video Dukungan FPI ke ISIS Diputar Mahfud Md, Azis Yanuar: Fitnah Besar – Imperiumdaily.com

“Kalau dulu sebelum gabung dengan pergerakan politik menurut saya (FPI) sangat bagus. Tapi ini sudah gabung dengan politik dan ditumpangi paham radikal akhirnya menyimpang,” ujar gus In’am

Ditambah lagi dengan banyaknya kasus Habib Rizieq yang saat ini diproses oleh pihak kepolisian banyak memberikan kesan jelek kepada FPI. In’am mendukung sikap pemerintah membubarkan FPI yang dinilainya sangat berbahaya. “Saya dulu sempat mengisi di masjid FPI, khutbah Jumat. Sekarang tidak. Biasanya di sana juga berkumpul golongan HTI dan FPI setiap bulan. Dulu aksi 212 saya ikut. Demo di beberapa daerah juga,” pungkas In’am.(ozy/han)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu