Senin, September 26, 2022
BerandaNewsRegionalBegini Pengakuan Eks Peserta Lelang Jabatan Kab. Bondowoso yang Menyeret Nama Putri...

Begini Pengakuan Eks Peserta Lelang Jabatan Kab. Bondowoso yang Menyeret Nama Putri Bupati

NUSADAILY.COM – JEMBER – Isu tak sedap menimpa salah seorang putri Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, terkait isu jual beli jabatan Eselon II.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Putri Bupati yang sekarang menjabat sebagai Anggota DPRD, dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Siti Musyrafatul Manna Wassalwa alias Ning Ulfa, turut terbawa dalam pusaran isu dugaan jual-beli jabatan.

BACA JUGA : Eks Peserta Lelang Jabatan Bondowoso: Kalau Pakai Uang Harus Korupsi, Mending Tidak

Hinga berita ini diterbitkan, Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Bondowoso, masih bungkam.

Nusadaily.com, telah berupaya menghubungi Asisten III, Wawan Setiawan, yang termasuk dalam Panitia Seleksi gagal memperoleh klarifikasi pada Rabu, 22 Desember 2021.

KASN Gagal Panggil Anak Bupati

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam rentang November – Desember 2021, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), dua kali memanggil politisi perempuan tersebut untuk dimintai keterangan.

BACA JUGA : Pemprov Sulsel Buka Lelang Jabatan Eselon II Secara Daring

Namun, Ning Ulfa tidak mau hadir dengan berbekal dalih tiada hubungan struktur dengan KASN.

Achmad Husnus Sidqi, pengacara Ning Ulfa juga menyalahkan KASN karena dianggap bertindak keliru dan salah soal mengambil obyek masalah yang hendak diperkarakan.

“Memang saya yang melarang Ning Ulfa hadiri panggilan KASN. Panggilan itu salah alamat, karena Ning Ulfa tidak ada hubungan struktur dengan KASN. Kalau ada jual-beli jabatan, suap, dan sebagainya biar aparat penegak hukum yang menangani. Bukan malah KASN,” sahut Husnus.

Pengakuan Eks Peserta Lelang Jabatan

Hingga kemudian diperoleh pengakuan dari tiga orang yang pernah mengikuti lelang jabatan.

BACA JUGA : Delapan Kepala OPD Purna Tugas, BKPSDM Kota Batu Akan Segera Buka Lelang Jabatan

Mereka bersedia buka suara terkait rumor transaksi uang dengan syarat meminta identitasnya dirahasiakan dalam pemberitaan.

Ketiga orang ini memilih sikap menolak tawaran jika harus memberi uang sebagai imbalan janji manis untuk terpilih sebagai pejabat setingkat eselon II. Alasannya, supaya tidak sampai terbebani akibat kompensasi duit kelak harus ditutup lewat cara korupsi.

“Kalau jabatan diraih dengan uang, tentu saya nanti harus korupsi untuk ganti. Daripada berat ke saya begitu, mending tidak usah lah. Takut,” tutur pria paruh baya yang gagal terpilih di open bidding Bondowoso.

BACA JUGA : Lelang Jabatan di Lima OPD, Tiga Nominator Berpacu ‘Pikat’ Wali Kota

Ia bercerita, selama mengikuti proses seleksi kerap kali dihubungi oleh sejumlah orang yang diyakininya berniat menjadi makelar jabatan. Modus untuk meyakinkan pun bermacam-macam.

Jurus para makelar mulai dari mengaku orang dekat atau lingkar dalam Bupati Salwa sampai dengan rayuan punya akses khusus yang dapat mempengaruhi penilaian Panitia Seleksi.

Tapi, ujung-ujungnya makelar sama. Yakni, minta uang. “Ada saja yang coba makelaran, bukan satu dua orang. Tidak enak kalau saya sebut nama, karena diantaranya kenal. Khawatir nanti berimbas tidak baik. Toh, mereka tidak sampai memaksa saya karena menolak,” ujarnya.

Giliran pengakuan peserta lelang jabatan dari kalangan ASN perempuan yang merasa nuansa seleksi kental pengkondisian. Dalihnya tak lain lantaran Bupati Salwa pada Agustus 2021 silam dianggap telah memilih pejabat secara tidak fair.

“Terjadi inkonsistensi dari awal sampai akhir. Walau ada syarat karir peserta harus korelatif dengan jabatan yang dituju, tapi nyatanya banyak pejabat yang terpilih tidak sesuai. Karena, mereka sebelumnya tidak berkarir, bahkan menginjak kaki saja di bidang itu tidak pernah,” keluhnya.

Disamping itu, aspek rekam jejak juga terkesan luput dari pertimbangan dalam memilih pejabat. Baik dalam hal riwayat perbuatan, kemampuan kepemimpinan, dan reputasi prestasi kerja.

“Ada yang terpilih dari sebelumnya memimpin suatu instansi yang bendaharanya terbukti melakukan penyimpangan anggaran sampai dipecat. Apa benar selaku pimpinan yang berwenang mengendalikan tidak tahu anggaran itu? Orang yang begitu justru diangkat,” urainya dengan suara datar.

Menurutnya, jejaring politik sangat kuat dalam mengendalikan birokrasi di Bondowoso. Sehingga, menyebabkan kesulitan tersendiri bagi peningkatan karir banyak aparatur termasuk dirinya yang memang memilih jalur menghindari afiliasi politik.

Adapun soal makelar yang memperjual-belikan jabatan, dia tidak mengalami langsung ditawari untuk bertransaksi. Namun, sejumlah koleganya sempat curhat keberatan apabila menjadi pejabat melalui cara seperti berdagang.

“Mungkin mereka (makelar) sudah tahu saya seperti apa orangnya, tidak mau main-main. Kalau ke saya mereka tidak berani vulgar, paling-paling dengan isyarat atau bahasa tubuh. Saya pasti nolak kalau bayar, karena tidak untuk korupsi,” tegasnya.

Sumber rahasia ketiga cenderung suka bercanda. Ia mengawali wawancara lewat berkelakar tentang kesamaan antara jual-beli jabatan dengan praktek prostitusi yang pasti menjeremuskan.

“Yang satu menjual jabatan, sedangkan yang satunya menjajakan hasrat seksual. Tapi, sama-sama menggoda nafsu,” tutur pria berperangai ramah ini.

Dia legawa tidak terpilih menjadi pejabat walau berkali-kali mencoba dan berupaya keras dengan belajar setiap kali kesempatan mengikuti lelang jabatan. Baginya, kegagalan dengan mengandalkan pengetahuan dan kemampuan lebih terhormat dibandingkan harus menyuap.

“Saya bukan orang yang sempurna. Namun, minimal berusaha istiqomah dari awal menjadi ASN murni lulus melalui ujian dan kerja keras, maka selanjutnya harus tetap seperti yang dulu,” katanya.

Kala hendak mengakhiri pernyataan, lelaki homuris tersebut kembali melempar joke. “Silakan diminum kopinya, saya hanya bisa menyajikan itu untuk tamu. Maklum, tanggal tua, persedian di dapur menipis,” selorohnya seketika tertawa lepas.(sut)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

Dezhou Braised Chicken Jadi Hidangan Terpopuler Kereta Api China

NUSADAILY.COM-JAKARTA- Setiap kali kereta melewati Stasiun Dezhou, China, truk penjual otomatis di peron terkelilingi oleh penumpang. Hanya untuk membeli Ayam Rebus Dezhou sebagai oleh-oleh...