Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaNewsRegionalBaru 66 Objek Wisata dan Perhotelan yang Menyandang Predikat Kawasan Bebas Narkoba

Baru 66 Objek Wisata dan Perhotelan yang Menyandang Predikat Kawasan Bebas Narkoba


NUSADAILY.COM -KOTA BATU– Sebagai daerah kunjungan wisata, Kota Batu menjadi kawasan yang rentan terhadap penayalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Langkah preventif dilakukan BNN Kota Batu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan ancaman bahaya narkoba.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Sejak 2012 lalu, BNN Kota Batu telah menjalin kerjasama dengan pengelola tempat wisata dan tempat penginapan. Upaya ini dilakukan untuk mempersempit ruang penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba. Hingga kini masih 66 tempat wisata dan hotel di Kota Batu yang mendapatkan predikat kawasan bebas narkoba.

Dari data Dinas Pariwisata Kota Batu di Kota Batu terdapat 86 hotel dan 41 tempat wisata. Dengan begitu masih menyisakan beberapa objek wisata dan perhotelan yang belum menyandang predikat tersebut.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Batu, Edi Hariadi mengatakan, keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan untuk memberantas bahaya laten narkoba. Salah satunya menggandeng PHRI Kota Batu.

Hotel-hotel yang berada di bawah naungan PHRI akan dipasang papan bertuliskan ‘Kawasan Bebas Narkoba’. Sama halnya pula dengan objek wisata. Namun harus ada tahapan persyaratan dan ketentuan untuk mendapatkan predikat kawasan bebas narkoba.

“Terlebih dulu harus ada sosialisasi atau penyuluhan bahaya narkoba kepada seluruh pekerja,” kata Edi.

Kerjasama itu akan dituangkan melalui nota kesepahaman yang akan diperbarui setiap tahunnya. Serta beberapa pegawainya juga wajib mengikuti sampling tes sesuai Inpres nomor 2 tahun 2020. Inpres itu mengatur tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN).

Tes kit narkoba memerlukan alat yang harganya berkisar Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu.

“Kami harap perusahaan tak berpikir panjang hanya karena anggaran. Karena demi kebaikan bersama,” kata dia.

Tes Sebagai Syarat untuk Menilai

Tes ini juga sebagai syarat untuk menilai apakah kawasan itu layak menyandang predikat kawasan bebas narkoba. Predikat tersebut bisa dicopot sewaktu-waktu ada penyalahgunaan narkoba dengan keterlibatan pekerja hotel ataupun objek wisata.

“Tetapi selama ini belum ada kejadian penyalahgunaan narkoba di tempat wisata dan hotel, masih didominasi di villa,” katanya.

Beberapa objek wisata maupun hotel yang menyandang predikat kawasan bebas narkoba, yakni Museum Angkut, Jatim Park 1 dan Hotel Palem Sari. Karena pandemi, penyebarluasan kawasan bebas narkoba belum bisa dilakukan kepada beberapa objek wisata maupun perhotelan yang belum menyandang predikat itu.

“Kami menunggu dari manajemen perusahaan yang ingin bekerjasama dengan kami , ya monggo,” katanya.

Sekretaris PHRI Kota Batu, Sugeng Haryanto mengatakan saat ini ada 66 hotel, 16 cafe/ resto, 4 lembaga pendidikan pariwisata dan lainnya yang menjadi anggota. Diakuinya belum semua anggota tempat usaha yang mendapatkan predikat kawasan bebas narkoba.

“Karena saat itu ada yang belum menjadi anggota PHRI Kota Batu, harapan kami ya semua anggota bisa mendapatkan predikat itu supaya bebas narkoba,” katanya.(wok/aka)

BERITA KHUSUS

Peringatan HUT ke-77 RI Kota Pasuruan, Dari Upacara Bendera Hingga Bagi Akta Kelahiran

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Puncak Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 di Kota Pasuruan dilaksanakan pada Rabu, 17 Agustus 2022. Dimulai dengan Upacara peringatan...

BERITA TERBARU

Fiat Justitia et Pereat Mundus

Oleh Yahya Yeshua Ahmad KORUPSI merupakan satu kata dengan berbagai makna. Secara umum korupsi (kecurangan) merupakan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang...