Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsRegionalBanjir Terjang Jember, Perempuan dan Anak-anak Mengungsi

Banjir Terjang Jember, Perempuan dan Anak-anak Mengungsi

NUSADAILY.COM – JEMBER – Bencana alam berupa banjir melanda Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Banjir terparah menggenangi rumah warga di dua lokasi, yakni Dusun Songon, dan Dusun Pondokrampal.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala Desa Pondokjoyo Didik Zainullah mengatakan, sekitar 400 rumah warga yang tergenang air. Sehingga, lebih dari 100 perempuan dan anak-anak terpaksa dievakuasi ke balai desa setempat oleh petugas gabungan yang menangani bencana.

Sedangkan, warga lelaki dewasa diminta untuk membuat saluran agar air genangan bisa surut serta mengamankan barang-barang berharga seperti perabotan rumah tangga maupun hewan ternak.

BACA JUGA: Gunakan Motor Trail, Bupati Gresik Pantau Desa Terdampak Banjir Kali Lamong

“Ketinggian air antara 1-2 meter di lingkungan RW 1, 2, 4, 5, 6, 7, 13, dan 14. Banjir sejak kemarin sore sampai malam. (Rabu,10 Nopember 2021). Sampai sekarang, warga terutama ibu-ibu yang tua dan anak-anak kami ungsikan ke rumah perangkat dan juga balai desa,” kata Didik, Kamis, 11 November 2021.

Menurut Didik, para pengungsi telah diberi bantuan berupa bahan makanan, selimut, dan tikar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember. Makanan siap saji juga kerap datang dari sejumlah komunitas peduli bencana.

Warga pengungsi terdampak banjir dievakuasi ke Balai Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro. (nusadaily.com/ Sutrisno)

Saat ini, didirikan dapur umum untuk menyediakan makanan bagi para pengungsi. Selain itu, petugas medis dari Puskesmas Semboro juga dikerahkan untuk setiap saat memeriksa kesehatan warga terdampak banjir.

“Dapur umum dibuat di rumah saya dan balai desa supaya dipakai membuat makanan, karena rumah-rumah warga yang terendam tidak bisa digunakan untuk memasak,” tutur Didik.

Ia menceritakan, banjir akibat luapan air dari Sungai Tanggul Lama yang melintasi pertengahan wilayah Desa Pondokjoyo. Perkampungan warga yang berada di dataran lebih rendah masih terendam air. Bahkan, banjir juga menggenangi sekitar 50 hektare lahan persawahan.

BACA JUGA: Satlantas Polres Jember Sediakan Area Tunggu Untuk Pengendara yang Melintas di Hutan Gumitir Saat Hujan Deras

“Desa ini langganan banjir tiap tahun. Tapi, sejak saya kecil, banjir sekarang paling parah karena lebih banyak rumah warga yang terkena. Sawah-sawah yang kena banjir mungkin gagal panen kalau air tidak cepat surut. Bahkan, beberapa warga yang budidaya ikan gurami semuanya hanyut,” ungkap Didik.

Sementara ini, Didik belum mengetahui atau mendapat laporan warga kehilangan anggota keluarganya. Diharapkan banjir kali ini tidak sampai merenggut korban jiwa. “Kami fokus penyelamatan warga terlebih dahulu sebelum yang lain,” tegasnya. (sut/lna)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Eks Bek MU Sarankan Harry Maguire Kunjungi Psikolog

NUSADAILY.COM - LONDON - Harry Maguire disarankan mengunjungi psikolog. Bek asal Inggris itu dinilai butuh bantuan untuk bisa bermain lebih baik. Maguire baru saja dikecam...