Senin, Oktober 25, 2021
BerandaNewsJatimBalai Kota Jadi Panggung Seni, Risma Gak Nongol, Seniman Dangdutan

Balai Kota Jadi Panggung Seni, Risma Gak Nongol, Seniman Dangdutan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM- SURABAYA- Gelombang aksi kedua, protes para pekerja seni dan hiburan malam Kota Surabaya, “menyulap” Jalan Sedap Malam gerbang Balai Kota Surabaya jadi panggung seni, Rabu 5 Agustus 2020.

Ratusan massa dari Aliansi Pekerja Seni Surabaya (APSS), ini tumplek blek memadati Jalan Raya Sedap Malam, tepat di depan Balai Kota Surabaya, tempat Tri Risma Harini ngantor.

BACA JUGA: Atraksi Reog dan Barongan Warnai Aksi Kedua Cabut Perwali Risma

Orasi bergantian meneriakkan permintaan pencabutan Perwali 33 tahun 2020 tentang pelarangan hiburan malam operasional, karena mematikan ekspresi para seniman dan mematikan usaha rakyat bidang seni.

Massa tetap mendesak Walikota Tri Rismaharini agar mengeluarkan izin pembukaan hiburan, hajatan dan mencabut Perwali 33 tahun 2020.

Ketua APSS, Jafa Angkasa, kebijakan Walikota telah merugikan para pekerja seni lima bulan belakangan, serta membuat pekerja seni tidak bisa menghidupi keluarganya. “Kami merasa tidak mendapat keadilan masalah perizinan hajatan dan hiburan,” ujarnya di lokasi aksi, Rabu 5 Agustus 2020.

Mewakili ratusan massa pekerja seni, ia meminta agar Walikota bisa mengeluarkan surat edaran tentang perizinan kegiatan hiburan dan hajatan.

Cabut Perwali 33 Tahun 2020

Hadir dalam aksi, Presidium Dewan Kesenian Jawa Timur, Taufik Monyong, tegas dalam orasinya menuntut Walikota mencabut Perwali 33 tahun 2020. “Rakyat butuh makan, rakyat butuh hidup. Cabut Perwali 33,” teriaknya mewakiti pekerja seni di atas truk sound system. Namun Walikota Tri Rismaharini, tak mau menemui.

BACA JUGA: Pekerja Seni dan RHU Minta Risma Revisi Perwali

Walikota hanya mewakilkan Arif, Kapolsek Genteng AKP Hendry Kennedy untuk audiensi. Hanya saja belum ada titik temu, karena Arif tidak bisa memberi jawaban yang dapat memuaskan para perwakilan seniman.

Menunggu kehadiran Walikota ratusan massa dari pekerja seni saling bergantian menampilkan pertunjukan kesenian sesuai bidang masing-masing hingga Balai Kota Surabaya jadi seperti panggung seni. Ada atraksi tari barongan dan reog, teatrikal gembel, menyanyi balada dan bernyanyi dangdut. Mereka kompak goyang sambil sesekali meneriakkan “Cabut Perwali 33 tahun 2020”. (ric)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu