Jumat, Juli 8, 2022
BerandaNewsRegionalBagikan 5 ribu Masker, Polres Batu Tegur Pelanggar dengan Cara Humanis

Bagikan 5 ribu Masker, Polres Batu Tegur Pelanggar dengan Cara Humanis

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Polres Batu membagikan 5000 masker kepada Batu,  Senin, 29 Juni 2020. Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama turun langsung dalam kegiatan ini. Pembagian masker dilakukan di beberapa titik keramaian.
Harviadhi mengatakan, kegiatan sebagai bentuk tindakan humanis kepada masyarakat terutama kepada mereka yang tak pakai masker. Mengingat saat ini belum ada pemberian sanksi sosial di Kota Batu terhadap masyarakat yang tak patuh. Ribuan masker ini disebar di tiga tempat, yakni Alun-alun Kota Batu, Terminal Batu dan Pasar Besar Kota Batu.
“Sampai saat ini kami masih fokus dengan tindakan humanis dengan membagikan masker di pusat-pusat keramaian,”tutur Harviadhi.
Ia menerangkan, pembagian masker ini sebagai bentuk teguran dengan pendekatah humanis agar memberikan kesadaran bagi mereka yang masih belum patuh. Mengingat salah satu hambatan menuju new normal karena ketidak patuhan masyarakat.
“Dengan menggunakan masker maka masyarakat bisa saling menjaga kesehatan masing-masing sehingga keadaan kembali pulih membangun sektor ekonomi yang sempat lumpuh dalam beberapa bulan terakhir,” seru dia.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Sementara itu Wakil Walikota Batu Punjul Santoso membenarkan bahwa hingga saat ini Kota Batu masih belum menerapkan sanksi sosial bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker. Pihak Pemkot Batu tak ingin gegabah dan masih merancang pemberian sanksi yang tepat agar bisa efektif nantinya. Selain itu, ia berharap agar peraturan yang ada bisa dipatuhi tanpa membebani masyarakat.
Menurutnya, masyarakat masih beranggapan penggunaan masker masih bersifat mengatur, bukan dianggap sebagai kebutuhan memproteksi diri di kala pandemi belum surut.  “Jika sudah menjadi kebutuhan maka kemungkinan untuk dilanggar juga semakin minim. Kami masih merundingkan sanksi seperti apa bagi pelanggar. Namun kami juga tidak mau memberatkan masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang,” ujarnya Punjul. (wok/wan)

BERITA KHUSUS

Sampaikan LPJ APBD 2021, Gus Ipul: Jadi Motivasi Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja Keuangan

NUSADAILY.COM – KOTA PASURUAN – DPRD Kota Pasuruan menggelar Rapat Paripurna I dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan Raperda tentang Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD Kota...

BERITA TERBARU

Chelsea Tawar Cristiano Ronaldo Rp 251 Miliar, MU Segera Beri Jawaban

NUSADAILY.COM - LONDON - Kabar terbaru dari situasi Cristiano Ronaldo yang rumornya mau tinggalkan Manchester United. Chelsea disebut akan tawarkan harga 14 juta Pounds...

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Polres Batu membagikan 5000 masker kepada Batu,  Senin, 29 Juni 2020. Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama turun langsung dalam kegiatan ini. Pembagian masker dilakukan di beberapa titik keramaian.
Harviadhi mengatakan, kegiatan sebagai bentuk tindakan humanis kepada masyarakat terutama kepada mereka yang tak pakai masker. Mengingat saat ini belum ada pemberian sanksi sosial di Kota Batu terhadap masyarakat yang tak patuh. Ribuan masker ini disebar di tiga tempat, yakni Alun-alun Kota Batu, Terminal Batu dan Pasar Besar Kota Batu.
"Sampai saat ini kami masih fokus dengan tindakan humanis dengan membagikan masker di pusat-pusat keramaian,"tutur Harviadhi.
Ia menerangkan, pembagian masker ini sebagai bentuk teguran dengan pendekatah humanis agar memberikan kesadaran bagi mereka yang masih belum patuh. Mengingat salah satu hambatan menuju new normal karena ketidak patuhan masyarakat.
"Dengan menggunakan masker maka masyarakat bisa saling menjaga kesehatan masing-masing sehingga keadaan kembali pulih membangun sektor ekonomi yang sempat lumpuh dalam beberapa bulan terakhir," seru dia.

Sementara itu Wakil Walikota Batu Punjul Santoso membenarkan bahwa hingga saat ini Kota Batu masih belum menerapkan sanksi sosial bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker. Pihak Pemkot Batu tak ingin gegabah dan masih merancang pemberian sanksi yang tepat agar bisa efektif nantinya. Selain itu, ia berharap agar peraturan yang ada bisa dipatuhi tanpa membebani masyarakat.
Menurutnya, masyarakat masih beranggapan penggunaan masker masih bersifat mengatur, bukan dianggap sebagai kebutuhan memproteksi diri di kala pandemi belum surut.  "Jika sudah menjadi kebutuhan maka kemungkinan untuk dilanggar juga semakin minim. Kami masih merundingkan sanksi seperti apa bagi pelanggar. Namun kami juga tidak mau memberatkan masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang," ujarnya Punjul. (wok/wan)