Jumat, September 24, 2021
BerandaCultureArkeolog Dwi Cahyono: Situs Kendalisodo Magetan Merupakan Punden Pamujan

Arkeolog Dwi Cahyono: Situs Kendalisodo Magetan Merupakan Punden Pamujan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Temuan situs purbakala Kendalisodo di Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan, Magetan, oleh warga setempat. Yaitu berupa tangga berundak, umpak dan lumpang pada zaman dahulu dipergunakan untuk tempat pamujan atau tempat ibadah kaum Hindu budha, masa Majapahit akhir. Antara tahun 1400 – 1500 sekitar abad 14 hingga 15 Masehi.

Ciri khas dibangun pada seputaran gunung menghadap puncak yang diangap suci. Selain itu ditandai dengan tangga berundak ditengah dan pada kanan dan kiri tangga berteras. Kata arkeolog Dwi Cahyono kepada nusadaily.com melalui sambungan telepon. Senin (01/02/2021).

Candi gunung atau punden tersebut untuk digunakan sebagai tempat pamujan terhadap roh-roh dan para dewa, pada jaman Hindu Buda atau pada jaman Majapahit akhir. Karena pada umpak ditemukan ukiran atau goresan goresan.

“Berbeda jika peningalan prasejarah, umpak umpak polos belum berukir. Jadi saya pastikan peningalan purbakala tersebut merupakan tinggalkan pada jaman Hindu Budha di Majapahit akhir, ” jelas Dwi Cahyono.

Ciri lain, candi gunung atau punden berundak biasanya akan dibangun dibawah gunun yang diangap suci. Altar menghadap kepuncak gunung. Kanan kiri bangunan ada teras disamping tangga berundak. Dan pada atasa akan dijumpai sebanyak delapan buah umpak.

“Yang jelas situs purbakala tersebut dahulu dipergunakan sebagai tempat pamujan kepada roh-roh yang diangap suci dan menjadi dewa yang bersemayam pada puncak gunung. Dan terjadi pada era Majapahit akhir, ” imbuhnya.

Seperti diketahui, sebelumnya secara eksternal kasat mata dijumpai arca-arca. Seperti Ganesa patung patung seputran menuju punden berundak, secara internalnya menuju situs Kendalisodo Magetan.

BACA JUGA:

Dwi juga menduga masih banyak matrial punden berundak yang tertimbun tanah, karena pada temuan kamaren terlihat dari foto foto yang disampaikan kepada pihkaknya hanya beberapa, seperti umpak dan perangkat dalam punden berupa lumpang.

“Untuk lebih Dinas Kebudaan Magetan segera melaporkan temuan warga tersebut, agar bisa diteliti dan dikaji secara lengkap, temuan tersebut, ” pungkasnya. (nto)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Berantas Rokok Ilegal, Pemkab Sidoarjo Gandeng Bea Cukai Sosialisasikan Manfaat DBHCT

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) sebagai salah satu pendapatan negara yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, misalnya dalam bidang...