Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita KhususApeksi Outlook 2021 Jadi Ajang Ning Ita Bangkitkan Budaya Majapahit di Bali

Apeksi Outlook 2021 Jadi Ajang Ning Ita Bangkitkan Budaya Majapahit di Bali

NUSADAILY.COM – BALI – Asosisasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Outlook yang digelar di Denpasar, Bali menjadi ajang Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari untuk memperkenalkan kekayaan budaya Majapahit.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Bukan tanpa alasan, Bali masih memiliki kelekatan sejarah dengan Majapahit. Bahkan sebagian masyarakat Bali mempercayai dirinya memiliki darah Majapahit, khususnya masyarakat kalangan Tri Wangsa.

Baca Juga: Ning Ita Serius Fokus Kembangkan Pendidikan Berbudaya di Bumi Majapahit

“Masyarakat Bali ada korelasi sejarah dengan masyarakat Kota Mojokerto, yakni sama-sama keturunan Majapahit. Terbukti berbagai warisan budaya yang ada di Bali ini sama persis dengan yang ada di Mojopahit kala itu,” ujar Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto meninjau Stand Exhibision Dekranasda Kota Mojokerto, di Segara Village, Sanur-Denpasar, Sabtu (18/12/2021) pagi.

Kedekatan itu lanjut Ning Ita, tak hanya dari hubungan darah, tapi juga diimplementasikan ke desain arsitektur Bali yang menyerupai Majapahit saat itu.

Baca Juga: Museum Alas Trik, Simpan Benda Kuno Peninggalan Majapahit

“Bangunan di Bali rata-rata menggunakan batu bata merah, ini kan sama persis dengan candi-candi peninggalan kerajaan Majapahit yang tersebar di Mojokerto. Ini yang menurut kami satu ikatan sejarah yang cukup kuat,” tegasnya.

Ir Soekarno

Tak hanya itu, Kota Mojokerto dan Bali juga memiliki catatan sejarah nasional yang sama, terkait keberadaan sang Proklamator, Ir Soekarno.

Baca Juga: Revitalisasi Alun-alun Kota Mojokerto Kental Nuansa Majapahit

“Soekarno ini kan keturunan Bali. Karena ibunda beliau berasal dari Bali. Pada 1907 hingga 1915, Soekarno kecil hijrah ke Kota Mojokerto mengikuti ayahnya yang bertugas sebagai pengawas di salah satu sekolah di Kota Mojokerto. Bahkan Soekarno kecil juga sempat menimba ilmu pendidikan dasar di sekolah Ongko Loro serta ILS,” terangnya.

Jejak dua tempat Soekarno itu, saat ini sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

Baca Juga: Kebokicak, Manusia Sakti Mandraguna di Masa Majapahit Akhir

Bahkan di dua sekolah yang saat ini berubah menjadi SDN Purwotengah dan SMP Negeri 2 Kota Mojokerto ini, sudah dibangun patung Soekarno versi usia 12 tahun dengan pakaian khas akulturasi budaya jawa dan belanda.

Menurut Ning Ita, kedepan, SDN Purwotengah akan dijadikan sebagai Galeri Soekarno, programnya juga sudah masuk dalam Kemendibud Ristek.

“Tahun depan akan mulai dibangun konten-konten digital yang bisa dijadikan sebagai tempat mendapatkan ilmu terkait Soekarno. Namun dengan cara yang lebih menarik agar para generasi milenial lebih tertarik belajar sejarah,” pungkasnya. (din/ark)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Melihat Ancaman ‘Kiamat’ Baru di China

NUSADAILY.COM – BEIJING - Bukan hanya menghadapi masalah tingkat kelahiran yang rendah, China kembali menghadapi masalah baru. Negara itu menghadapi kekeringan dan gelombang panas,...