Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsRegionalAPBD Perubahan 2020 Banyuwangi Fokus Kesehatan, Sosial, dan Ekonomi Kreatif

APBD Perubahan 2020 Banyuwangi Fokus Kesehatan, Sosial, dan Ekonomi Kreatif

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi menyetujui penetapan Raperda APBD Perubahan Tahun 2020 menjadi perda.

Dalam APBD Perubahan tersebut, pembangunan akan difokuskan untuk penanganan COVID-19 meliputi penanganan kesehatan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi kreatif.

Sidang paripurna yang digelar Senin malam (28 September 2020) dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara didampingi Wakil Ketua DPRD, M. Ali Mahrus, Micahel Edy Hariyanto dan Ruliyono.

Sementara Bupati Abdullah Azwar Anas beserta jajarannya mengikuti sidang paripurna secara virtual dari kantor Pemkab Banyuwangi, sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan COVID-19.

“Pendapatan Daerah dalam Raperda APBD Perubahan Tahun 2020 sebesar Rp 3,215 Triliun,” kata pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banyuwangi, M. Ali Mahrus, saat membacakan hasil pembahasan Raperda oleh Banggar bersama TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah).

Dengan rincian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp. 565,1 miliar, dana transfer dari pemerintah pusat atau dana perimbangan sebesar Rp. 2,346 triliun, dan pendapatan Lain-lain yang sah sebesar Rp. 303,2 miliar.

“Belanja daerah dalam perubahan APBD tahun 2020 sebesar Rp. 3,398 triliun. Sedangkan untuk komposisi pembiayaan daerah dalam rancangan perubahan APBD tahun 2020 ditetapkan sebesar Rp. 183,2 miliar,” ucap Ali Mahrus dihadapan rapat paripurna.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengapresiasi pimpinan dan anggota dewan yang telah menyelesaikan pembahasan Raperda perubahan APBD Tahun 2020. Menurutnya, APBD Perubahan ini sangat penting, khususnya untuk recovery di tengah pandemi COVID-19.

Anas menyampaikan, refocusing anggaran dalam perubahan APBD tahun 2020 akan di arahkan untuk 3 (tiga) rogram prioritas. Yakni, penanganan kesehatan, penyediaan jarring pengaman sosial, serta penanganan dampak ekonomi paska pandemi. “Di samping itu kita juga tetap menjaga eksistensi penyelenggaraan pemerintahan,” katanya.

Ada Beberapa Kegiatan yang Dihapus

Dikonfirmasi terpisah, Sekda Banyuwangi Mujiono menyampaikan ada beberapa kegiatan yang dihapus dan dialihkan untuk penanganan dampak COVID-19. Diantaranya pembangunan fisik yang harus melalui tender, anggaran perjalanan dinas, dan beberapa pos anggaran lainnya.

“Ada beberapa kegiatan yang dihilangi. Di antaranya pekerjaan fisik yang sifatnya lelang. Itu tidak mungkin bisa dikerjakan. Dalam kondisi pandemi kita optimalkan untuk dana BTT (biaya tak terduga) yang semula dari 5 milar jadi 125 miliar,” ungkapnya.

“Dana BTT ini kita optimalkan untuk mendukung bidang kesehatan. Contohnya untuk pengadaan ruang isolasi, obat-obatan, alat kesehatan, nutrisi dan lain sebagainya. Termasuk juga untuk kegiatan sosial. Sosial ini kan belum selesai, sampai Desember. Kemudian juga peningkatan ekonomi pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.

Diakui Mujiono, untuk target PAD sendiri mengalami penurunan hingga 10 persen dari target semula Rp 595 miliar menjadi Rp 565 miliar. Penurunan tersebut diakibatkan terjangan COVID-19 yang membuat sejumlah sektor penyumbang PAD lesu.

Di sisa waktu 3 bulan ini, Mujiono optimis target PAD tersebut dapat tercapai. “Kita optimis PAD Banyuwangi dapat tercapai. Karena saat ini sudah realisasi PAD mencapai Rp 315 miliar atau 60 persen. Ada beberapa pajak yang akan kita genjot. Karena perusahaan itu banyak yang bayar pajaknya di belakang. Juga termasuk sektor lain, dari restoran dan hotel,” tutupnya. (ozi/aka).

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Bali

Kabar Gembira, Kawasan Wisata GWK Cultural Park Buka Kembali

0
NUSADAILY.COM - BADUNG - Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembali untuk kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak bulan...