Senin, September 26, 2022
BerandaNewsRegionalAnggarkan Rp 2 Miliar, Pemkot Batu Jemput Bola Layanan IMB

Anggarkan Rp 2 Miliar, Pemkot Batu Jemput Bola Layanan IMB

NUSADAILY.COM -KOTA BATU– Masih banyak ditemukan bangunan di Kota Batu tanpa dilengkapi izin mendirikan bangunan (IMB). Berdasarkan data yang dihimpun Satpol PP Kota Batu, ditemukan 128 bangunan tak ber-IMB.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House


Jumlah itu diperoleh Satpol PP yang juga bagian dari tim pengawasan dan pengendalian (wasdal) bangunan, bersama instansilain. Ditemukannya 128 bangunan tanpa IMB diketahui saat melakukan penyisiran mulai Januari hingga September. 

Tanpa adanya IMB tak hanya mengacaukan tata kelola pemanfaatan ruang. Namun juga potensi pendapatan daerah dari retribusi IMB tak bisa diperoleh secara optimal.

Legislatif pun mengusulkan untuk dibentuk tim yang memberikan jasa layanan perizinan keliling. Mekanisme jemput bola ini diberikan agar masyarakat lebih muda dalam mengurus IMB.

Anggota Komisi A DPRD Kota Batu Ludi Tanarto untuk menekan jumlah bangunan tak ber-IMB pihaknya telah memberikan tambahan anggaran. Yakni kepada DPMPTSPTK sebanyak Rp 2 Miliar di RAPBD 2021 yang tengah dibahas. Tambahan tersebut digunakan untuk melengkapi fasilitas perizinan keliling.

Ludi menuturkan, anggaran tersebut dipergunakan untuk membeli dua unit motor dan satu unit mobil sebagai fasilitas penunjang.

“Dengan kendaraan itu petugas bisa berkeliling langsung ke lokasi perizinan untuk mempermudah segala proses yang dibutuhkan,” tutur politisi PKS itu dilansir Nusadaily.com.

Dengan begitu, DPMPTSP-TK selaku ujung tombak perizinan di Kota Batu bisa memberikan pelayanan prima. Perolehan PAD dari sektor retribusi IMB bisa pun akan ikut meningkat.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud menuturkan, pada 2018 lalu, legislatif mendesak eksekutif membentuk tim yang bertugas  memantau dan mendatangi bangunan yang belum memiliki IMB. Tim itu akan memantau setiap bangunan yang ada di desa/kelurahan di Kota Batu.

“Sudah kami sarankan dibentuk tim. Persoalan perizinan harus melibatkan lintas sektor. Tidak bisa hanya diatasi satu OPD saja,” tutur Didik.

Dalam penanganan perizinan tak hanya ditangani DPMPTSP-TK saja. Melakinkan ada OPD lainnya meliputi DLH, DPUPR, DPKPP, Satpol PP hingga Dishub. 

Menurutnya Satpol PP tidak bisa menindak langsung bangunan tak berizin. Karena sesuai aturan OPD penegak perda ini harus mendapatkan surat terlebih dahulu dari DPMPTSP-TK agar Satpol PP bisa menindak bangunan tak berizin.

“Mereka yang tergabung dalam tim ini nanti bisa mencari atau menertibkan bangunan tak berizin dengan leading sektor DPMPTSP-TK,” terang dia. 

Kabid Penanaman Modal DPMPTSPTK Kota Batu, Bambang Supriyanto menuturkan, pihaknya telah memiliki tim pengawasan dan pengendalian (wasdal). Tim tersebut terdiri dari lintas OPD, yabg terdiri dari Dishub, DLH dan unsur teknis lainnya. Tim Wasdal dibentuk pada tahun 2020.

“Tugasnya mengawasi dan mengendalikan bangunan-bangunan tak berizin. Mereka akan memberikan dorongan agar bangunan yang tak berizin menyelesaikan segala prosesnya,” ucap Bambang.

Karena baru terbentuk tahun ini, bersamaan dengan pandemi Covid-19, diungkapnya program yang telah disusun tidak berjalan.  Mengingat akibat pandemi anggaran untuk sosialisasi Wasda harus direfocusing. 

“Nanti akan kami sosialisasikan dulu. Kemarin sudah dianggarkan. Tapi direfocusing akibat Covid-19,” terangnya.

Diharapkan tim wasdal dapat menjalankan fungsinya secara optimal pada tahun 2021 nanti. Pihaknya akan menganggarkan pemberian insentif, terutama ke RT/RW atau pihak desa/kelurahan untuk monitoring atau mengawasi bangunan baru tak berizin di lapangan.

Dengan adanya tim wasdal, berharap retribusi IMB bisa tercapai secara maksimal. Tercatat, sampai September lalu target sudah Rp 713 juta dari target Rp 1 miliar. 

“Sebenarnya target awal untuk retribusi perizinan Rp 3 miliar tetapi karena ada pandemi dilakukan penyesuaian atau perubahan,” ungkapnya. (wok/wan)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

Anies Baswedan Cek Proyek Saringan Sampah Rp 195 M, Ingat Awal Pimpin DKI

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Anies Baswedan tinjau proyek saringan sampah Sungai Ciliwung segmen TB Simatupang. Saringan sampah ini berada di perbatasan Pasar Rebo (Jakarta...