Minggu, Oktober 24, 2021
BerandaNewsRegionalAmbil Paksa Jenazah COVID-19 Marak di Ponorogo, Bukti Lemahnya Penanganan

Ambil Paksa Jenazah COVID-19 Marak di Ponorogo, Bukti Lemahnya Penanganan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – PONOROGO – Kasus ambil paksa jenazah positif COVID-19 kembali terjadi di Kabupaten Ponorogo, sebelumnya di RSUD Dokter Harjono, kali ini terjadi di RSU Aisyiyah Ponorogo.

Diketahui identitas jenazah positif COVID-19 atas nama Imam Sukadi (57) warga jalan Kawung, Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Ponorogo yang diambil paksa oleh pihak keluarga.

Ambil paksa jenazah COVID-19 tersebut dibenarkan oleh Humas RSU Aisyiyah Ponorogo drg Yudi Wiyono MMR.

Baca Juga: Coba Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Sanksi Pidana di Depan Mata

“Benar, peristiwanya tadi malam sekitar jam 01.00. Pasien atas nama Imam Sukadi 57 tahun, warga jalan Kawung Kelurahan Mangunsuman Kecamatan Siman Ponorogo,” ujarnya kepada nusadaily.com, Sabtu (08/05/2021).

Lebih lanjut, dr. Yudi mengatakan, pasien datang dalam kondisi tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan pemeriksaan memang ada gangguan di pneumonia bilateral (paru-paru) dan itu identik dengan gejala COVID-19. Setelah dilakukan rapid tes antigen hasilnya juga positif.

Baca Juga: Masih Ada Saja, Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Ponorogo

“Sempat dilakukan perawatan, namun kondisi pasien terus memburuk, sekitar jam 03.50 pasien tidak tertolong, pasien dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Dari hasil lab, lanjut Yudi, pasien ada gangguan pneumonia bilateral di paru-parunya dan itu identik dengan COVID-19.

Baca Juga: TPU Srengseng Sawah Tak Lagi Muat untuk Pemakaman Jenazah Covid-19

Saat itu, pihak rumah sakit sudah memberi penjelasan kepada keluarga pasien, jika pasien meninggal dan positif COVID-19.

Keluarga Menolak

Pemulasaraan jenazah harus dilakukan secara protap COVID. Namun pihak keluarga bersikeras menolak dan ingin mengurus sendiri. 

Baca Juga: Jenazah COVID-19 Tertukar, Ini Alasan RSSA Malang

“Karena pihak keluarga menolak maka kita buatkan surat keterangan penolakan tindakan dan ditanda tangani oleh keluarga pasien.” Terangnya.

Usia penolakan tersebut pihak rumah sakit mengaku sudah menghubungi satgas COVID-19 di puskesmas. Kemudian rumah sakit daerah dan pihak kepolisian.

“Setelah itu kita nggak tahu lagi, karena kita nggak mengawal. Tapi kita sudah sampaikan berita soal identitas pasien meninggal COVID-19 yang dibawa pulang oleh pihak keluarga kepada petugas,” pungkas pria yang juga Wadir Medis RSU Aisyiyah Ponorogo ini. (nto/ark)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

NAIF Yth:

“Yth: NAIF”, Penghormatan terhadap Grup Band NAIF

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Diskoria, Ardhito Pramono dan Isyana Sarasvati persembahkan lagu "Yth: NAIF" bagai bentuk penghormatan terhadap grup band NAIF yang menyatakan diri...