Minggu, Juli 3, 2022
BerandaNewsRegionalAir Terjun Kalipahit, Air Terjun Indah yang Menolak Dijamah

Air Terjun Kalipahit, Air Terjun Indah yang Menolak Dijamah

NUAADAILY.COM – BONDOWOSO –Kabupaten Bondowoso, ada satu tempat wisata alam yang sangat eksotis, yakni air terjun Kalipahit yang berada di Desa Jampit, Kecamatan Ijen. Lokasinya hanya beberapa jengkal dari akses jalan utama, sekitar 3 kilometer sebelum Paltuding atau pintu gerbang pendakian menuju ke puncak Kawah Ijen.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Jalur Surga ke Blue Fire Kawah Ijen dari Bondowoso

Air Kalipahit berwarna hijau  kekuningan. Dari atas bukit mengalir landai kebawah di bebatuan besar bekas lava yang sudah membeku. Pemandangan sekitarnya juga memukau, berupa bukit dan tebing terjal dengan pepohonan yang tumbuh menjulang diatas bebatuan.

Suasana sekitar juga sangat sejuk. Angin berhembus semilir dan terasa segar dengan suara gemericik air yang bergesekan lembut dengan bebatuan. Kalipahit merupakan destinasi wisata penyempurna bagi traveler usai menjelajah Kawah Wurung, Air Panas Blawan, dan hendak ke Kawah Ijen.

Penyuka wisata alam bisa mendapatkan lokasi foto ataupun video dengan latar menakjubkan. Gradasi warna sangat beragam apalagi, jika cuacanya cerah dan sinar mentari sempurna. Wisatawan umumnya tertarik mengabadikan momen karena kecantikan pemandangan disana.

BACA JUGA: Ojek Trolly, Profesi Unik di Kawah Ijen

Seperti yang dilakukan pasangan calon pengantin Syaiful Hasan dan Mega Okta Nuraini. Mereka datang ke Kalipahit dengan maksud membuat foto pra-nikah. Menurut Syaiful, warna-warni air terjun yang mengalir di bebatuan sangat menarik untuk background foto bersama kekasih hatinya itu.

Baru kesini, masih cari lokasi yang cocok untuk foto prewedding outdoor,” kata remaja asal Kecamatan Tenggarang ini. Mega juga sepakat dengan ungkapan calon suaminya. “Ya, bagus sih pemandangannya. Nanti setelah ini foto di rumah peninggalan Belanda,” ucapnya tersipu.

Nikmati Saja

Namun, perhatian keras bagi traveler bahwa hanya cukup menikmati air terjun Kalipahit cukup sampai di keindahannya saja. Jangan sekali-kali mencoba hal lain, misalnya meminum air Kalipahit, meski dari sumber alami. Bisa celaka.

Sebab, air Kalipahit mengandung belerang. Tingginya kadar sulfur itulah yang sampai membuat warna airnya tidak lazim seperti air sungai umumnya yang bening. Bukan hanya itu, apabila sewaktu-waktu ada peringatan dari pihak berwenang melarang siapapun masuk ke kawasan Kalipahit, maka patuhi saja.

Mengapa demikian? Larangan akan diumumkan jika sedang merembes keluar gas beracun dari sumber mata air Kalipahit. Belum ada catatan orang meninggal karena gas beracun Kalipahit. Sejumlah kasus hanya mengakibatkan orang pingsan.

Saat kondisi aman, Kalipahit selalu dikunjungi wisatawan. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak Kawah Wurung, Air Panas Blawan, ataupu Kawah Ijen. Pemerintah menetapkan Kalipahit sebagai Kawasan Cagar Alam . Hal itu berarti Kalipahit terus dijaga agar tetap perawan tanpa ada yang menjamah untuk merusaknya. (sut)

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Ketika Gibran Kritisi Pemimpin Sebelumnya soal Solo Gagal Jadi UNESCO CCN

NUSADAILY.COM – SOLO - Kota Solo, Jawa Tengah, dua kali gagal menjadi bagian dari jaringan kota kreatif dunia (Creative Cities Network/CCN) di bawah asuhan...

NUAADAILY.COM - BONDOWOSO -Kabupaten Bondowoso, ada satu tempat wisata alam yang sangat eksotis, yakni air terjun Kalipahit yang berada di Desa Jampit, Kecamatan Ijen. Lokasinya hanya beberapa jengkal dari akses jalan utama, sekitar 3 kilometer sebelum Paltuding atau pintu gerbang pendakian menuju ke puncak Kawah Ijen.

BACA JUGA: Jalur Surga ke Blue Fire Kawah Ijen dari Bondowoso

Air Kalipahit berwarna hijau  kekuningan. Dari atas bukit mengalir landai kebawah di bebatuan besar bekas lava yang sudah membeku. Pemandangan sekitarnya juga memukau, berupa bukit dan tebing terjal dengan pepohonan yang tumbuh menjulang diatas bebatuan.

Suasana sekitar juga sangat sejuk. Angin berhembus semilir dan terasa segar dengan suara gemericik air yang bergesekan lembut dengan bebatuan. Kalipahit merupakan destinasi wisata penyempurna bagi traveler usai menjelajah Kawah Wurung, Air Panas Blawan, dan hendak ke Kawah Ijen.

Penyuka wisata alam bisa mendapatkan lokasi foto ataupun video dengan latar menakjubkan. Gradasi warna sangat beragam apalagi, jika cuacanya cerah dan sinar mentari sempurna. Wisatawan umumnya tertarik mengabadikan momen karena kecantikan pemandangan disana.

BACA JUGA: Ojek Trolly, Profesi Unik di Kawah Ijen

Seperti yang dilakukan pasangan calon pengantin Syaiful Hasan dan Mega Okta Nuraini. Mereka datang ke Kalipahit dengan maksud membuat foto pra-nikah. Menurut Syaiful, warna-warni air terjun yang mengalir di bebatuan sangat menarik untuk background foto bersama kekasih hatinya itu.

Baru kesini, masih cari lokasi yang cocok untuk foto prewedding outdoor," kata remaja asal Kecamatan Tenggarang ini. Mega juga sepakat dengan ungkapan calon suaminya. "Ya, bagus sih pemandangannya. Nanti setelah ini foto di rumah peninggalan Belanda," ucapnya tersipu.

Nikmati Saja

Namun, perhatian keras bagi traveler bahwa hanya cukup menikmati air terjun Kalipahit cukup sampai di keindahannya saja. Jangan sekali-kali mencoba hal lain, misalnya meminum air Kalipahit, meski dari sumber alami. Bisa celaka.

Sebab, air Kalipahit mengandung belerang. Tingginya kadar sulfur itulah yang sampai membuat warna airnya tidak lazim seperti air sungai umumnya yang bening. Bukan hanya itu, apabila sewaktu-waktu ada peringatan dari pihak berwenang melarang siapapun masuk ke kawasan Kalipahit, maka patuhi saja.

Mengapa demikian? Larangan akan diumumkan jika sedang merembes keluar gas beracun dari sumber mata air Kalipahit. Belum ada catatan orang meninggal karena gas beracun Kalipahit. Sejumlah kasus hanya mengakibatkan orang pingsan.

Saat kondisi aman, Kalipahit selalu dikunjungi wisatawan. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak Kawah Wurung, Air Panas Blawan, ataupu Kawah Ijen. Pemerintah menetapkan Kalipahit sebagai Kawasan Cagar Alam . Hal itu berarti Kalipahit terus dijaga agar tetap perawan tanpa ada yang menjamah untuk merusaknya. (sut)