Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsRegionalAda Mafia Tanah dalam Perkara Penyerobotan Asrama TNI AU di Malang

Ada Mafia Tanah dalam Perkara Penyerobotan Asrama TNI AU di Malang

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kasus penyerobotan asrama TNI AU di Malang, Jawa Timur sampai ke meja Peninjauan Kembali (PK).

Hakim agung, Pri Pambudi Teguh menyebut mafia tanah bermain di kasus lahan asrama TNI AU itu.

BACA JUGA: Gawat! Mafia Tanah Sudah Merambah ke Pengadilan

Sebagaimana dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri (SIPP PN) Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (13/10/2021), kasus ini sudah sampai tingkat peninjauan kembali (PK).

Awalnya, Yohanes Prawira Searjaya dan Indra Soedjoko menggugat TNI AU soal tanah di Jalan Letjen Sutoyo Nomor 19-12 Kota Malang seluas 1.404 meter persegi yang menjadi asrama TNI AU.

Aset itu sudah terdaftar di Inventaris Kekayaan Negara Refister Nomor 50603012. Gugatan dilayangkan ke PN Kepanjen.

Hasilnya, PN Kepanjen, memenangkan Yohanes Prawira Searjaya dan Indra Soedjoko pada 4 September 2017.

Duduk sebagai ketua majelis Safruddin dengan anggota Haris Budiarso dan Nuny Defiary.

PN Kepanjen memutuskan:

Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian;
Menyatakan Tergugat I melakukan Perbuatan Melawan Hukum;
Menyatakan Para Penggugat adalah pemilik yang sah atas sebidang tanah dan bangunan Sertipikat Hak Milik Nomor 3376, atas sebidang tanah sebagaimana Surat ukur tanggal 9 Agustus 2012, Nomor 01470/Lowokwaru/2012, seluas 1.404 m2 yang terletak di Jalan Letjend Sutoyo No. 19-21 Kota Malang.

BACA JUGA: Awas! Mafia Tanah Susupi Kantor BPN

Respons TNI AU

TNI AU kaget dan tidak terima, kemudian mengajukan banding.

Tapi pada 28 April 2012, Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya menguatkan gugatan Yohanes Prawira Searjaya dan Indra Soedjoko.

TNI AU tidak patah arang dan mengajukan kasasi dan akhirnya menang.

“Mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi I Kepala Staf Angkatan Udara Repubik Indonesia cq Komandan Lanud Abulrahman Saleh Malang, Pemohon Kasasi II Pemerintah Republik Indonesia cq Menteri Keuangan dan Pemohon III Pemerintah Republik Indonesia cq Menteri Pertahanan Republik Indonesia,” demikian bunyi kasasi yang diketuai Pri Pambudi Teguh dengan Muhammad Yunus Wahad dan Sudrajad Dimyati.

“Membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Timur Nomor 352/PDT/2018/PT SBY tanggal 28 Agustus 2018 yang memperbaiki Putusan Pengadilan Negeri Kepanjen Nomor 169/Pdt.G/2016/PN Kpn tanggal 4 September 2017;” sambung hakim.

Berikut bunyi putusan selanjutnya, ‘Mengadili sendiri. Dalam Eksepsi – Menerima eksepsi Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III tentang gugatan kurang pihak; -Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard); Dalam Pokok Perkara – Menghukum Para Termohon Kasasi untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan, yang dalam tingkat kasasi sejumlah Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)’.

Atas putusan itu, giiran Yohanes Prawira Searjaya dan Indra Soedjoko yang tidak terima dan mengajukan PK. Apa kata majelis PK?

“Menolak permohonan peninjauan kembali dari Para Pemohon Peninjauan Kembali Yohanes Prawira Searjaya dan Indra Soedjoko tersebut. Menghukum Para Pemohon Peninjauan Kembali untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan, yang dalam tingkat peninjauan kembali sejumlah Rp 2,5 juta,” bunyi putusan PK.

Putusan PK itu diketuai Maria Anna Samiyati dengan anggota Panji Widagdo dan Rahmi Mulyati. Putusan tersebut diketok pada 14 September 2021.

BACA JUGA: Vonis Bebas Terdakwa Mafia Tanah, Kejaksaan Ajukan Kasasi

Hakim Agung Pri Pambudi Sebut Ada Mafia Tanah Bermain

Hakim agung Prim Pambudi Teguh membeberkan permainan mafia tanah yang sampai bisa menguasai Sertipikat Hak Milik (SHM). Salah satunya tanah TNI AU juga menjadi korban mafia tanah.

Awalnya, Pri Pambudi menyebut beberapa kasus penyerobotan tanah negara oleh mafia tanah.

Seperti tanah Pemkot Surabaya yang berdiri SD di atasnya tetapi bisa dikuasai oleh perorangan. Setelah itu, Pri Pambudi menceritakan juga kasus asrama TNI AU di atas.

“Yang lebih gila lagi, ini TNI AU di Malang. Sejak 1968 digunakan sebagai TNI AU sebagai asrama,” kata Prim dalam seminar Komisi Yudisial (KY) yang dilansir di YouTube, Selasa (12/10).

Tanah yang dimaksud berada di Jalan Letjen Sutoyo Nomor 19-12 Kota Malang seluas 1.404 meter persegi. Aset itu sudah terdaftar di Inventaris Kekayaan Negara Refister Nomor 50603012.

BACA JUGA: Waduh! Pertamina Jadi Korban Mafia Tanah, Uang Rp 244 M Disita Pengadilan

“Tapi tahu-tahu, September 2012 terbit SHM atas nama pribadi. Dia lapor ke polisi sertipikatnya hilang,” tutur Prim.

Anehnya, sebulan setelah keluar SHM, aset itu kemudian dijual dengan harga Rp 7,7 miliar. TNI AU kaget dan mengajukan upaya hukum ke pengadilan.

“Lho apa pada waktu menerbitkan sertipikat itu tidak dilakukan pengukuran? Kalau dilakukan pengukuran mengapa warga di sekitar asrama TNI AU tidak tahu? sehingga terbit sertipikat pengganti yang berdasarkan laporan kepolisian?” kata Prim bingung dengan hal tersebut.

Akhirnya kasus itu sampai hingga meja Prim dan TNI AU dimenangkan. Prim menyatakan putusan itu memberikan perlindungan terhadap aset negara dari perilaku sepekulan tanah dengan memanfaatkan kelemahan birokrasi tanah dan penegak hukum.

“Untung dibatalkan. Itu ada oknum yang bermain, orang dalam TNI AU, pensiunan. Bermain dengan BPN dengan orang yang lapor polisi yang ngaku kehilangan tadi,” kata Prim menirukan ucapan koleganya yang sesama hakim yang tinggal di Malang.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menyatakan di Rawamangun, tanah milik Pertamina juga hendak digasak. Ada juga tanah Kedubes menjadi sasaran mafia tanah.

“Ada sebuah kedutaan di Jakarta tanahnya digugat dan dimainkan mafia tanah. Kalau dia menang atas kedutaan asing, apa kata investor? Tanah negara asing saja bisa kalah dengan mafia tanah,” cerita Sofyan.(han)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Kronologi Insiden Penembakan Hutchins di “Rust”

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Hati Alec Baldwin hancur berkeping-keping usai insiden penembakan di "Rust". Alec Baldwin mencurahkan kesedihannya usai insiden penembakan di lokasi syuting film...