Senin, September 20, 2021
BerandaNewsRegional65 Pelanggar PPKM Darurat Jalani Sidang Tipiring Virtual

65 Pelanggar PPKM Darurat Jalani Sidang Tipiring Virtual

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Sebanyak 65 pelanggar dari 41 kasus pelanggaran PPKM darurat dikenakan sanksi tipiring. PN Malang menyidangkan secara virtual, dengan menghadirkan para tersangka di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani (Rabu, 14/7). Jalannya sidang disaksikan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. Serta hadir pula Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo dan Kajari Batu, Supriyanto.

Sidang ini juga diikuti 24 pasangan muda mudi yang beberapa waktu lalu digelandang ke Mapolres Batu. Mereka terpergok merayakan pesta ulang tahun di Villa Savira, Panderman Hill, Oro-oro Ombo, Kota Batu.

Perayaan ulang tahun digelar Tania Yanathan. Ia mengetahui jika acara itu berlangsung dalam masa PPKM darurat. Sehingga dilaksanakan di villa karena bersifat privat. Namun ia tak menyangka jika hal itu masih dinyatakan melanggar ketentuan PPKM darurat.

Ia mengatakan, sebenarnya dalam pesta ulang tahun tersebut dirinya sudah menjalankan prokes ketat. Tenaga kesehatan diundang khusus ke villa untuk memeriksa tamu undangan. “Kami mengundang tenaga kesehatan (nakes) ke villa. Sebelum masuk lokasi, tamu dites swab antigen. Jika ada yang positif Covid-19 maka akan kami pulangkan. Dan hasil pemeriksaan, seluruhnya negatif,” terang Tania,

Dia menjelaskan, 24 orang yang ditangkap itu tidak semua berasal dari rombongannya. Dalam pesta itu, dia hanya mengundang 16 orang. Sedangkan delapan orang tersangka lain berasal dari villa lain dan pemilik villa. “Itu pesta ulang tahun saya yang ke 24. Kebetulan merayakan dengan mengundang teman untuk makan-makan di villa,” jelas Tania.

Rinciannya dari total 65 pelanggar, meliputi pelaku usaha yang mendominasi sebanyak 32 orang. Pelanggaran kedua terjadi pada kasus kerumunan sebanyak 22 pelanggar dan pelanggaran perseorangan dengan jumlah 9 orang. Pelanggaran juga terjadi sejak PPKM darurat dilakukan baik yang melanggar terkait masker maupun pelayanan makan di tempat oleh restoran.

Dalam sidang tipiring yang digelar secara virtual itu, para pelanggar divonis bersalah dan dikenai denda sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu rupiah. Hukuman denda ini diharapkan dapat memberikan efek jera, sehingga mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama. Hal utama, kedisiplinan menjadi kunci utama selama PPKM darurat untuk memutus persebaran virus covid-19.

Sidang Bertujuan Agar Masyarakat Disiplin

Kajari Kota Batu, Supriyanto menjelaskan, dasar penerapan sanksi pidana ini ada di Perda Provinsi Jawa Timur No 2 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ketentraman, ketertiban umum dan pelindung masyarakat dan Perwali Kota Batu.

Ia mengungkapkan, pegawainya bertugas sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan yang diselenggarakan virtual. Dipaparkan Supriyanto, proses persidangan tipiring tersebut dimaksudkan agar masyarakat bisa lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sanksi denda bervariatif jumlahnya, sesuai keputusan hakim. Rata-rata pelanggaran berupa abai menggunakan masker dan menggelar kegiatan yang mengundang kerumunan.

“Mudah-mudahan melalui hal ini, bisa memberikan dampak dan efek jera kepada pelanggar maupun masyarakat. Sehingga tidak lagi melanggar ketentuan yang ada dan Kota Batu bisa menjadi percontohan untuk penegakan disiplin,” harap Supriyanto.

Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo menegaskan bahwa pasukannya akan terus melakukan patroli sepanjang PPKM Darurat diberlakukan. Sejumlah pelanggaran yang ditemukan sebelumnya termasuk adanya kegiatan di sebuah vila oleh beberapa orang. Selain itu, juga ada yang menggelar pesta pernikahan.

“Sanksi yang pasti sesuai dengan keputusan hakim dan yang menilai adalah hakim. Jika terjadi pelanggar lagi setelah Tipiring maka akan dilihat berat tidaknya kasus. Kalau masuk ke pidana ya kita pidanakan sesuai dengan pasal yang diatur di PPKM Darurat. Sejauh ini belum ada penyegelan dan pencabutan izin,” paparnya.

Catur menegaskan, ketika sudah dilakukan sidang tipiring namun di kemudian hari masih melanggar lagi. Maka akan diberikan hukuman sesuai bobot perkaranya. “Kalau pelanggaran ranahnya tipiring, maka akan kami sidang tipiring lagi. Namun jika sudah menginjak ranah pidana, maka akan kami pidanakan dengan pasal yang diatur dalam PPKM Darurat,” tegas dia.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko berharap, setelah dilakukan sidang tipiring, bisa menjadikan warga masyarakat Kota Batu lebih patuh terhadap aturan yang berlaku. Kepatuhan masyarakat juga akan membawa hasil optimal. Sehingga PPKM darurat besar kemungkinan tidak diperpanjang asalkan masyarakat patuh.

“Sidang tipiring ini dilaksanakan agar masyarakat mematuhi prokes, apalagi ada wacana jika PPKM akan diperpanjang. Karena itu, saya mohon masyarakat taat dengan Prokes agar kita bisa memutus penyebaran Covid-19 dan tidak memerlukan perpanjangan PPKM Darurat,” kata Dewanti.(wok/aka)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...