Senin, September 27, 2021
BerandaNewsRegional6 Bulan Hak Keuangan Belum Terbayarkan, Petugas Pemakaman Jember Malah Hendak Dibungkam?

6 Bulan Hak Keuangan Belum Terbayarkan, Petugas Pemakaman Jember Malah Hendak Dibungkam?

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Total sebanyak Rp4,3 miliar dana yang tengah diajukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember dengan dalih menangani pandemi COVID-19 selama bulan Juli 2021.

Di dalamnya termasuk Rp928 juta serta Rp278,4 juta untuk alasan memberi honor sekaligus uang saku bagi 16 orang petugas pemakaman jenazah positif COVID-19 selama 29 hari kerja.

Sedangkan, selebihnya rencana anggaran peruntukannya buat pembelian makan minum petugas, tenda pengungsi, palet tenda, multivitamin, peti mati, kantong jenazah, belanja peralatan, dan membayar penambahan tenaga operasional BPBD.

BACA JUGA: Polres Jember Selidiki Perusakan Ambulans Jenazah Pasien COVID-19

Informasi tersebut diperoleh nusadaily.com dalam dokumen berjudul ‘Rincian Belanja Tidak Terduga Penggunaan Belanja Tidak Terduga untuk Penanganan Pandemi COVID-19 Tahun 2021 Dalam Rangka Kesiapsiagaan PPKM Darurat dan Penanganan COVID-19 Bulan Juli Tahun 2021’.

Namun, fakta yang terjadi sangat mengejutkan. Berdasarkan penelusuran terhadap tiga orang petugas pemakaman, terungkap bahwa mereka belum menerima honor maupun uang saku dari BPBD walaupun Bulan Juli telah terlewati.

Bahkan, ironisnya hak keuangan petugas pemakaman tersebut ternyata sudah enam bulan belum kunjung dibayarkan. Terhitung dari bulan Januari, Pebruari, April, Mei, Juni, dan Juli. Yang sempat dicairkan hanya untuk bulan Maret. Itupun hanya honor tanpa uang saku.

BACA JUGA: BPBD Jember Tuntut Polisi Proses Hukum Pelaku Aniaya Petugas Pemakaman COVID-19

Pada Selasa, 3 Agustus 2021 mereka mengaku hal itu saat diwawancarai dengan syarat identitasnya dirahasiakan. Sebab, ada seorang pejabat BPBD yang berpesan bermuatan tekanan kepada semua petugas pemakaman agar tidak berbicara kepada media.

“Temen2, saya intruksikan untuk tidak buat statement apapun ke media,” kalimat pesan tersebut diteruskan oleh sumber pertama dari seorang petugas pemakaman ke wartawan nusadaily.com.

“Ini perintah.. Nya.. Pimpinan.. Gak boleh statemen di media,” tulis dia selanjutnya melalui pesan singkat untuk menjelaskan adanya upaya membungkam suara para petugas pemakaman.

Menurutnya, terdapat sekitar 21 orang pegawai BPBD seperti dia secara khusus bergantian tugas memakamkan pasien COVID-19 yang meninggal dunia. Pembagian tugas dengan menggunakan sistem sehari kerja, sehari berikutnya libur.

Adapun tentang perhitungan honor mengacu dari jumlah jenazah yang dimakamkan. Jika mengacu rencana anggaran BPBD, maka setiap petugas berhak atas honor Rp100 ribu tiap kali memakamkan seseorang. Sedangkan, uang saku senilai Rp30 ribu tiap hari saat bertugas.

Sumber kedua mengatakan, ia maupun rekan-rekannya tiada pernah menerima uang saku selama ini. “Belum pernah ada uang saku itu,” tuturnya.

Pengalaman yang dia rasakan, BPBD kepada tiap tim pemakaman yang berjumlah paling banyak 8 orang sebatas menyediakan uang Rp100 ribu untuk digunakan membeli makan dalam sehari penuh. Tambahannya, multivitamin dan susu kotak.

BACA JUGA: Sebulan Pandemi Berjalan Anggaran Tak Dicairkan, Birokrasi Jember Dianggap Miskin Inisiatif

Sumber ketiga menilai, para petugas pemakaman cenderung mengedepankan sisi kemanusiaan daripada kepentingan pribadi. Sehingga, walaupun hak keuangan mereka kerap terlambat dibayarkan oleh BPBD sampai berbulan-bulan, bukan berarti lantas meninggalkan tugas.

“Buktinya kawan-kawan tetap bekerja, meski tidak enak rasanya harus bertahan hidup dengan honor telat. Bagi kami, yang penting bisa berbuat terlibat dalam upaya menghadapi kesulitan bencana pandemi COVID-19,” ucapnya.

Cara petugas pemakaman bertahan menghidupi keluarga sangat bermacam-macam. Diantaranya seperti menjalankan usaha kecil berdagang makanan di rumah, bekerja sampingan, dan sebagainya.

“Kalau masih kurang, ya terpaksa hutang-hutang,” selroh pria yang berperangai ramah itu.

Hingga berita ini ditayangkan, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Jember, Moch. Jamil belum menjawab permintaan klarifikasi mengenai masalah ini melalui sambungan telepon.(sut)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...