Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegional101 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19, Warga Gadang Kota Malang Bikin Dapur Umum

101 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19, Warga Gadang Kota Malang Bikin Dapur Umum

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Kondisi Covid-19 yang mengkhawatirkan membuat warga saling bahu-membahu memberikan pertolongan dan perhatian. Seperti yang dilakukan oleh warga Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Mereka mendirikan dapur umum untuk membantu sesama warga.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dapur umum tersebut didirikan pada 16 Juli 2021, bermula dari banyaknya warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Saat itu, tercatat, ada 59 orang. Namun, saat ini justru bertambah dan jumlahnya menjadi 101 orang.

BACA JUGA: Masih Ada Pasien Isoman di Kota Malang yang Luput dari Pantauan

“Melihat kondisi seperti ini, warga disini langsung berinisiatif membuat dapur umum. Kami bismillah saja, ini sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan, saya yakin bisa jalan. Ini inisiatif warga sendiri. Kemudian, alhamdulilah kami baru dapat bantuan dari koramil,” terang Ketua RW setempat, Effendy, Jumat (23/7/2021).

Dia menjelaskan, setiap harinya, dapur umum tersebut menyediakan sekitar 101 kotak makanan, yang didistribusikan sebanyak dua kali, yakni pukul 09.00 sampai 10.00, dan sore 15.00 hingga 16.00. Menu yang disiapkan juga beragam, mulai pecel lele hingga rawon. Termasuk, buah-buahan.

“Jumlah makanan yang kami sediakan disesuaikan dengan data pasien isoman yang ada, dengan menu yang beragam setiap harinya,” kata dia.

Efendy menjelaskan, pihaknya juga terus update data untuk melakukan pemantauan bagi warga isoman. Selain makanan, pihaknya juga mendistribusikan obat-obatan yang berasal dari Puskesmas yang diberikan melalui kelurahan.

Sementara, Kepala Kelurahan Gadang, Denny Surya W menambahkan, pihaknya merasa terbantu dengan adanya dapur umum tersebut. Sebab, bisa langsung memberikan pantauan terhadap 101 warga yang melakukan isolasi mandiri.

“Dampaknya besar sekali. warga terlibat penanganan Covid-19. Masyarakat ikut bergotong royong, pagi-pagi sudah bangun untuk masak. Dengan Dapur Umum ini masyarakat (isoman) menyadari tidak sendirian. Sebab, warga disini justru memberikan empati,” jelasnya.

Dia menambahkan, tidak hanya masyarakat yang terpapar saja, namun juga yang kontak erat, yakni keluarga satu rumah juga harus diperhatikan. Sebab, meski diketahui tidak terkonfirmasi positif Covid-19, tetap harus menjalani isolasi mandiri.

BACA JUGA: Baru Dilantik, Satgas Sama Ramah Gercep Berikan Terapi 3 Bocah Isoman

“Disini kita berpikirnya bukan yang positif saja, tapi juga menjalani isolasi itu harus kita beri asupan. Dalam penanganan pandemic seperti ini, masyarakat juga harus terlibat,” tegas dia.

Pada kesempatan tersebut, dia menambahkan, pihak kelurahan juga terus memberikan edukasi dengan jemput bola. Mendatangi door to door dalam menangani dan melakukan pencegahan Covid-19.(nda/lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR