Kamis, Januari 20, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegional1.000 Lebih Warga Lingkungan Kebon Dalem Jember Pilih Lockdown Lokal

1.000 Lebih Warga Lingkungan Kebon Dalem Jember Pilih Lockdown Lokal

NUSADAILY.COM – JEMBER – Keteledoran Pemerintah Kabupaten Jember dalam menangani seorang anak berinisial F (14) yang akhirnya positif Covid-19 berakibat fatal.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Wilayah sekitar rumah bocah malang yang berada di Lingkungan Kebon Dalem, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates itu kini diterapkan lockdown lokal.

Seluruh warga yang diperkirakan berjumlah lebih dari 1.000 penduduk di daerah tersebut memilih isolasi mandiri.

Lockdown lokal merupakan inisiatif warga. Sedangkan, pemerintah kabupaten Jember hingga kini belum bersikap.

Sementara, Kepala Kepolisian Sektor Kaliwates Komisaris Polisi Edy Sudarto yang melakukan pendataan masih mendapati sebanyak 315 kepala keluarga di daerah itu.

“Masyarakat disana sangat sadar dan disiplin. Tanpa intervensi siapapun mulai semalam sudah isolasi mandiri,” jelasnya ke nusadaily.com, Kamis, 30 April 2020.

Edy sudah mengerahkan sejumlah anak buahnya untuk membantu warga mengamankan akses keluar-masuk wilayah tersebut.

Seperti diketahui, lockdown lokal disebabkan, sebagian warga telah menjalin interaksi langsung dengan F selama hampir sepekan.

Interaksi terjadi dalam masa rentang antara F sejak selesai menjalani masa isolasi mandiri pada 23 April hingga saat diumumkan positif corona tanggal 28 April 2020.

Pemerintah Dianggap Teledor

Pemerintah Kabupaten Jember dianggap warga teledor mengabaikan F tanpa perlakuan khusus kepadanya.

Padahal, pihak pemerintah mengajukan F untuk tes swab dengan mengambil sampel pada tanggal 11-12 April 2020.

Ahmad Ireng Maulana, Ketua Rukun Warga 24 menyampaikan, seharusnya pemerintah menjaga masa isolasi F hingga hasil swab keluar.

Bukan seperti yang sudah terjadi, yakni isolasi standar 14 hari sejak tanggal 8 April hingga 22 April 2020.

“Harus ada keterbukaan sebenarnya. Masyarakat mengharapkan keterbukaan,” tuturnya.

Lurah Kepatihan Sulik mengakui, masalah lain terjadi pada disinformasi tentang D, ayah dari F yang semula disebut rapid test negatif kemudian berubah pengumuman ke hasil reaktif.

Kendati demikian, ia menolak apabila pemerintah disebut teledor. Pernyataan yang disampaikan Sulik berupaya untuk mengalihkan dari tema kelalaian memperhatikan F.

“Jangan membuat resah. Yang penting jaga kesehatan, kalau tidak mendesak jangan keluar. Nanti bersama tiga pilar masih rundingan ini. Masyarakat sendiri seharusnya jaga diri masing-masing. Saya sendiri gak bisa ngomong (lebih lanjut),” tukasnya.

Sejak dikonfirmasi atas masalah lingkungan Kebon Dalem, juru bicara Covid-19 Jember yang juga Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Gatot Triyono belum menyampaikan tanggapannya. (sut)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily