Rabu, Desember 1, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsProses Osteoporosis Bisa Terjadi di Usia Muda dan Produktif

Proses Osteoporosis Bisa Terjadi di Usia Muda dan Produktif

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Proses osteoporosis bisa menyerang siapa saja bahkan di usia muda dan produktif seperti 30 tahun-an dan terkadang tak disadari penderitanya, menurut dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Luciana yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) itu mengatakan, proses osteoporosis berlangsung dalam jangka panjang. Seseorang dengan kondisi ini dapat tidak menyadarinya sampai kerusakan benar-benar terjadi.

BACA JUGA: Wapres Dukung Gerakan Nasional Melawan Osteoporosis

“Osteoporosis memang seringkali dikaitkan dengan orang-orang berusia lanjut. Namun nyatanya bisa menyerang siapa saja. Bahkan di usia muda dan produktif seperti usia 30,” kata Luciana melalui siaran persnya, dikutip Rabu.

Osteoporosis yakni penyakit akibat tulang kehilangan kepadatan dan akhirnya rapuh. Tekanan ringan seperti membungkuk atau batuk pun dapat menyebabkan patah tulang. Fraktur atau patah tulang terkait osteoporosis paling sering terjadi di pinggul, pergelangan tangan atau tulang belakang.

BACA JUGA: Kenali Perbedaan Osteoporosis dan Osteoartritis, Ini Cara Penanganannya

Beberapa gejala atau tanda yang terjadi merupakan fraktur akibat dari osteoporosis, seperti postur bungkuk, sakit punggung, menurunnya tinggi badan, sering mengalami cedera atau keretakan tulang.

Menurut Luciana, hal ini perlu menjadi perhatian, khususnya perempuan yang memasuki usia 30 tahun karena pada masa itu mereka cenderung mengalami penurunan massa tulang sampai periode menopause dan seterusnya.

BACA JUGA: Osteoporosis Terjadi Tanpa Gejala dan Bisa Menimpa Siapa Saja

Jika mereka menikah, di usia 30-an, banyak dari mereka yang mungkin hamil atau menyusui dan inilah salah satu kelompok risiko osteoporosis. Penelitian International Osteoporosis Foundation menunjukkan, risiko perempuan untuk terkena osteoporosis 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

“Sayangnya, tidak banyak perempuan usia 30 yang sadar menjaga kesehatan tulang sangatlah penting,” tutur Luciana.

BACA JUGA: Hari Osteoporosis, Enam Cara Hindari Tulang Teropos

Jaga Kesehatan Tulang

Dalam menjaga kesehatan tulang, asupan makanan mengandung kalsium dan vitamin D menjadi penting dan sebaiknya dimulai bahkan sebelum seseorang memasuki usia 30 tahun. Kedua nutrisi ini bisa bekerja secara sinergis untuk menjaga kesehatan tulang.

Orang Indonesia pada umumnya hanya mengonsumsi 25 persen kalsium (254 mg) dari asupan kalsium harian yang direkomendasikan (1000 – 1200 mg). Menurut Luciana, suplementasi dapat mengompensasi defisit ini.

Selain itu, hidup sehat seperti aktif berolahraga, mengurangi konsumsi kafein dan alkohol, tentu akan membantu mencegah seseorang terkena osteoporosis.

Menurut Infodatin Kementerian Kesehatan RI 2020, pada tahun 2050 di seluruh dunia, diperkirakan 6,3 juta orang per tahun mengalami patah tulang pinggul, dan lebih dari setengahnya terjadi di Asia.

Pada tahun 2050, penduduk Indonesia pada kelompok risiko osteoporosis akan tumbuh sebesar 135 persen. Sebanyak 40,6 persen perempuan Indonesia berusia 20-29 tahun memiliki massa tulang rendah, yang meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang dalam 20 tahun ke depan saat mereka mencapai menopause.(mic)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR