Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsPolitikPencipta Celana Anti Perkosaan Itu Jadi Jubir Politik Termuda

Pencipta Celana Anti Perkosaan Itu Jadi Jubir Politik Termuda

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM- SURABAYA – Pemuda berkaca mata ini sepintas cupu dan lugu. Dia menyandang nama Aryo Seno Bagaskoro.

Namanya bertengger di level atas trending topik warga milenial Surabaya sepekan terakhir.

Yaa…jabatan lulusan SMAN 5 Surabaya ini terbilang keren.

Jadi juru bicara politik di Pilwali Kota Surabaya. Aryo Seno didapuk jadi jubir Bapaslon Eri – Armuji, besutan PDIP.

Gaya bicara dan style berpakaiannya, sudah “nembak” (niru,red) Soekarno, sang Proklamator RI yang juga ayah Ketua DPP PDI-P Megawati.

Belakangan Soekarno, telah kembali menginspirasi kaum millenial Surabaya dalam berkiprah.

Kala itu 2014, Aryo, masih pelajar SMPN 6 Surabaya. Dia sudah berpikiran politik, membentuk aliansi pelajar Surabaya (APS).

Dia hendak memperjuangkan aspirasi pendidikan. Kala itu dia berkirim 33.320 lebih pucuk surat ke Presiden.

“Saya memang memikirkan bagaimana siswa yang gak bisa bayar SPP, ijazah ditahan sekolah, dan beasiswa waega miskin. Program itu sudah enak dilaksanakan di Surabaya, kemudian malah dirubah akibat UU No 23 tahun 2014, kewenangan SMA dan SMK diambil alih Provinsi,” aku Aryo Seno.

Melihat keputusan PDIP Surabaya mengangkat Aryo Seno Bagaskoro, menjadi jubir Bapaslon Eri-Armuji, merupakan satu langkah berani dan maju.

Ada lapak pasar pemilih millenial yang akan diperebutkan. PDI-P kian yakin mendulang besar pemilih milenial.

“Kalau DPC PDIP tidak banyak bilang ke saya soal alasan memilih saya. Tapi, memang kami sebelumnya sudah jadi Ketua Taruna Merah Putih organisasi pemuda PDI-P,” ujar peraih penghargaan pemuda kreatif dari Partai Demokrat ini.

Aryo Seno mengakui bukan mudah menjadi magnet kaum muda millenial yang mayoritas apolitis itu. Jumlahnya di Surabaya ada 1,2 juta pemilih milenial.

Dia dengan lugas mengatakan berbekal komunikasi dan jaringan selama ini dia rajut, akan mampu memberikan pemahaman politik yang baik kepada arus milenial.

Bangun Politik Milenial Surabaya

Bangunan politik milenial Surabaya sudah dia bangun sejak di bangku SMPN 6 Surabaya.

Kala itu, bahasa Aryo Seno Bagaskoro, bisa lebih diterima. Bahkan keprihatinan dan kegelisahan remaja kala itu diungkapkan dengan karya. Menciptakan celana dalam anti perkosaan. Kala itu rekan sebayanya prihatin angka perkosaan anak tinggi di negara ini.

Karyanya, jauh dari sempurna. Tapi inovasi selevel pelajar kelas VIII ini sudah membuat takjub banyak pihak.

Selanjutnya, dia juga sukses mengajak pelajar se Surabaya mulai dari SMP, SMA, SMK, dan sekolah lainnya membuat surat protes ke Presiden.

Minta Pengelolaan SMA SMK Dikembalikan ke Pemkot

“Akibat perubahan UU no 23 tahun 2014 , pengelolaan SMA SMK ditangani Provinsi. Kita minta pengelolaan SMA SMK dikembalikan lagi ke Pemkot atau Pemkab,” ujar anak tunggal dari pasangan F. Tedjo Baskoro dan Fara Angelia ini.

Surat itu dia kumpulkan. Dia gerakkan temannya sebaya, bahkan kakak kelasnya di SMA dan SMK, menulis surat protes ke Presiden.

Pemuda kelahiran 23 Agustus 2001 ini sekarang sudah menjadi mahasiswa. Baru semester 1 di program studi ilmu politik Universitas Airlangga.

Baru – baru ini, Aryo Seno Bagaskoro ditandingkan dengan jubir dari bapaslon Machfud – Mujiaman, Gus Amik, di salah sebuah stasiun televisi swasta.

Publik menilai. Kualitas Aryo memang sudah matang di ranah diplomasi dan narasi bicara. Logika dan teknik bicara berdebat pun sudah mirip politisi senayan.

Yang mengejutkan, fatsun politiknya sudah cukup baik. Terutama saat bicara dengan yang lebih senior.

Suka Merendah di Depan Orang

“Ah ..biasa saja Mas. Penilaian masyarakat kan boleh saja. Tapi beliau Gus Amik itu senior saya di pendukung Jokowi. Beliau lebih hebat. Dia gus dan kiai. Saya ini, hanya membahasakan program Bu Risma saja yang akan diteruskan Eri – Armuji,” akunya merendah.

Di akhir bincangnya dengan Nusadaily.com, Aryo, memberi pesan bahwa ajakan ke masyarakat Surabaya adalah pasangan Eri – Armuji, sebagai pasangan menarik. Perpaduan unik.

Eri birokrat yang mampu memahami Surabaya dan ide pembangunan Risma.

“Saya kira tidak banyak calon pemimpin di daerah yang punya konsen kepada anak muda dan melibatkan anak muda dalam pengambilan kebijakan. Nah ini, Eri Armuji berani melibatkan anak muda,” ujarnya.

Tawaran kepada dirinya diakui sangat radikal dan fundamental dalam pendidikan politik PDI-P ke warga Kota Surabaya.

“Ini bisa menjadi tradisi penting kehidupan politik dan pendidikan politik kepemimpinan di Indonesia nantinya dimulai dari Surabaya. Untuk membangun bangsa ini tetap melibatkan anak muda,” ujar mahasiswa yang tinggal di Surabaya bagian Timur ini.

Sebagai jubir Eri-Armuji, Aryo, dengan lihai meluncurkan statement politik dengan mengatakan bahwa Eri-Armuji, bukan merebut kekuasaan, bukan ingin berkuasa, melainkan meneruskan kebaikan dan menyelamatkan rakyat Surabaya.(ima/aka)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM- SURABAYA - Pemuda berkaca mata ini sepintas cupu dan lugu. Dia menyandang nama Aryo Seno Bagaskoro.

Namanya bertengger di level atas trending topik warga milenial Surabaya sepekan terakhir.

Yaa…jabatan lulusan SMAN 5 Surabaya ini terbilang keren.

Jadi juru bicara politik di Pilwali Kota Surabaya. Aryo Seno didapuk jadi jubir Bapaslon Eri - Armuji, besutan PDIP.

Gaya bicara dan style berpakaiannya, sudah "nembak" (niru,red) Soekarno, sang Proklamator RI yang juga ayah Ketua DPP PDI-P Megawati.

Belakangan Soekarno, telah kembali menginspirasi kaum millenial Surabaya dalam berkiprah.

Kala itu 2014, Aryo, masih pelajar SMPN 6 Surabaya. Dia sudah berpikiran politik, membentuk aliansi pelajar Surabaya (APS).

Dia hendak memperjuangkan aspirasi pendidikan. Kala itu dia berkirim 33.320 lebih pucuk surat ke Presiden.

"Saya memang memikirkan bagaimana siswa yang gak bisa bayar SPP, ijazah ditahan sekolah, dan beasiswa waega miskin. Program itu sudah enak dilaksanakan di Surabaya, kemudian malah dirubah akibat UU No 23 tahun 2014, kewenangan SMA dan SMK diambil alih Provinsi," aku Aryo Seno.

Melihat keputusan PDIP Surabaya mengangkat Aryo Seno Bagaskoro, menjadi jubir Bapaslon Eri-Armuji, merupakan satu langkah berani dan maju.

Ada lapak pasar pemilih millenial yang akan diperebutkan. PDI-P kian yakin mendulang besar pemilih milenial.

"Kalau DPC PDIP tidak banyak bilang ke saya soal alasan memilih saya. Tapi, memang kami sebelumnya sudah jadi Ketua Taruna Merah Putih organisasi pemuda PDI-P," ujar peraih penghargaan pemuda kreatif dari Partai Demokrat ini.

Aryo Seno mengakui bukan mudah menjadi magnet kaum muda millenial yang mayoritas apolitis itu. Jumlahnya di Surabaya ada 1,2 juta pemilih milenial.

Dia dengan lugas mengatakan berbekal komunikasi dan jaringan selama ini dia rajut, akan mampu memberikan pemahaman politik yang baik kepada arus milenial.

Bangun Politik Milenial Surabaya

Bangunan politik milenial Surabaya sudah dia bangun sejak di bangku SMPN 6 Surabaya.

Kala itu, bahasa Aryo Seno Bagaskoro, bisa lebih diterima. Bahkan keprihatinan dan kegelisahan remaja kala itu diungkapkan dengan karya. Menciptakan celana dalam anti perkosaan. Kala itu rekan sebayanya prihatin angka perkosaan anak tinggi di negara ini.

Karyanya, jauh dari sempurna. Tapi inovasi selevel pelajar kelas VIII ini sudah membuat takjub banyak pihak.

Selanjutnya, dia juga sukses mengajak pelajar se Surabaya mulai dari SMP, SMA, SMK, dan sekolah lainnya membuat surat protes ke Presiden.

Minta Pengelolaan SMA SMK Dikembalikan ke Pemkot

"Akibat perubahan UU no 23 tahun 2014 , pengelolaan SMA SMK ditangani Provinsi. Kita minta pengelolaan SMA SMK dikembalikan lagi ke Pemkot atau Pemkab," ujar anak tunggal dari pasangan F. Tedjo Baskoro dan Fara Angelia ini.

Surat itu dia kumpulkan. Dia gerakkan temannya sebaya, bahkan kakak kelasnya di SMA dan SMK, menulis surat protes ke Presiden.

Pemuda kelahiran 23 Agustus 2001 ini sekarang sudah menjadi mahasiswa. Baru semester 1 di program studi ilmu politik Universitas Airlangga.

Baru - baru ini, Aryo Seno Bagaskoro ditandingkan dengan jubir dari bapaslon Machfud - Mujiaman, Gus Amik, di salah sebuah stasiun televisi swasta.

Publik menilai. Kualitas Aryo memang sudah matang di ranah diplomasi dan narasi bicara. Logika dan teknik bicara berdebat pun sudah mirip politisi senayan.

Yang mengejutkan, fatsun politiknya sudah cukup baik. Terutama saat bicara dengan yang lebih senior.

Suka Merendah di Depan Orang

"Ah ..biasa saja Mas. Penilaian masyarakat kan boleh saja. Tapi beliau Gus Amik itu senior saya di pendukung Jokowi. Beliau lebih hebat. Dia gus dan kiai. Saya ini, hanya membahasakan program Bu Risma saja yang akan diteruskan Eri - Armuji," akunya merendah.

Di akhir bincangnya dengan Nusadaily.com, Aryo, memberi pesan bahwa ajakan ke masyarakat Surabaya adalah pasangan Eri - Armuji, sebagai pasangan menarik. Perpaduan unik.

Eri birokrat yang mampu memahami Surabaya dan ide pembangunan Risma.

"Saya kira tidak banyak calon pemimpin di daerah yang punya konsen kepada anak muda dan melibatkan anak muda dalam pengambilan kebijakan. Nah ini, Eri Armuji berani melibatkan anak muda," ujarnya.

Tawaran kepada dirinya diakui sangat radikal dan fundamental dalam pendidikan politik PDI-P ke warga Kota Surabaya.

"Ini bisa menjadi tradisi penting kehidupan politik dan pendidikan politik kepemimpinan di Indonesia nantinya dimulai dari Surabaya. Untuk membangun bangsa ini tetap melibatkan anak muda," ujar mahasiswa yang tinggal di Surabaya bagian Timur ini.

Sebagai jubir Eri-Armuji, Aryo, dengan lihai meluncurkan statement politik dengan mengatakan bahwa Eri-Armuji, bukan merebut kekuasaan, bukan ingin berkuasa, melainkan meneruskan kebaikan dan menyelamatkan rakyat Surabaya.(ima/aka)