Kamis, Oktober 21, 2021
BerandaNewsPolitikKader Demokrat Jember Nyatakan Setia AHY dan Sindir Moeldoko Jenderal Kalah Kelas...

Kader Demokrat Jember Nyatakan Setia AHY dan Sindir Moeldoko Jenderal Kalah Kelas Kurang Kerjaan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Upaya kudeta Partai Demokrat menggelinding panas dan menuai reaksi dari bawah. Di Kabupaten Jember, para kader partai berlambang bintang mercy menyatakan tetap loyal kepada Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Disamping itu, mereka juga melontarkan sindiran keras kepada Moeldoko, yang disebut-sebut sebagai dalang rencana kudeta Partai Demokrat. Kepala Staf Kantor Kepresidenan itu dianggap tidak sesuai dengan kapasitasnya sebagai mantan Panglima TNI berpangkat Jenderal, karena ternyata kalah bersaing dalam kancah politik dibanding AHY yang pernah berkarier di militer dengan pangkat Mayor.

“Jenderal kurang kerjaan gagal mengkudeta Mayor. Ini membuktikan kualitas kelas Mas AHY lebih baik daripada Moeldoko. Kami para kader di Jember turut di garda depan mempertahankan Partai Demokrat dari upaya-upaya kudeta, karena kesetiaan kami kepada Mas AHY dan Pak SBY selaku pendiri partai. Kita adalah satu keluarga besar dengan ayah kita adalah Pak SBY dan AHY,” tutur Agusta Jaka Purwana, Sekretaris DPC PD Jember pada Rabu, 3 Pebruari 2021.

Agusta lantas menunjukkan surat resmi pernyataan kesetiaan yang ditandatangani oleh Ketua DPC Partai Demokrat Jember, Teddy Zarkasi. Dia meyakini, secara umum kader lebih mempercayai AHY menahkodai partai. Adapun kudeta jusru dikarenakan pihak tertentu yang sengaja ingin merusak partai dan kemudian ditunggangi Moeldoko.

Klaim DPD Jatim Solid Dukung AHY

“Sepengetahuan saya seluruh DPC Partai Demokrat di Jawa Timur, sikapnya sama dengan kami. Solid mendukung kepemimpinan mas AHY. Kita akan melawan siapapun yang akan mengganggu Partai Demokrat,” tegas pria ahli beladiri Kempo dan juga anggota DPRD Jember itu.

Dia juga membantah mengenai tuduhan dari salah seorang elit Partai Demokrat, Yos Sudarso yang menuding, AHY tidak peduli upaya pemenangan Pilkada, justru malah kerap meminta pungutan kepada pengurus tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota.

“Tidak benar ada pungutan dari pusat. Tuduhan fitnah itu. DPP Partai Demokrat sangat membantu kami yang di daerah seperti Pilkada Jember 2020. Kami banyak dibantu merekomendasi pasangan calon yang tepat, sehingga menang,” ungkap Agusta.

Adapun keberhasilan AHY menggagalkan kudeta, dinilai Agusta ibarat lulus cobaan untuk tanda kebesaran di masa mendatang. “Kita akan menjadi tangguh kalau ada ujian yang besar. Seperti kemarin, Partai Demokrat dihantam isu korupsi, tapi tetap mampu bertahan,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Senin, 1 Pebruari 2021, AHY membeberkan tentang berbagai pihak yang berencana mengambil alih pimpinan Partai Demokrat. Disebut empat orang pelakunya masih aktif serta mantan anggota dari partainya, serta seorang lagi dari eksternal yang sedang memegang jabatan penting di lingkaran Presiden Joko Widodo.

Belakangan dalam perkembangannya mulai terang-terangan diungkap oleh elit Partai Demokrat bahwa kelima orang itu yakni Moeldoko, Marzuki Alie, Muhammad Nazaruddin, Jhoni Allen, dan Darmizal. (sut/aka)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Hari Ini

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya berencana memeriksa ​selebgram Rachel Vennya terkait dugaan kabur dari isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet...