Rabu, Desember 1, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsPolitikHabib Umar Minta Santri Setia Jaga NKRI

Habib Umar Minta Santri Setia Jaga NKRI

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SEMARANG – Pengasuh Ponpes Al Madinah Semarang Habib Umar Al-Muthohar. Meminta santri tetap setia menjaga NKRI karena mereka selalu siap berada di posisi mana pun. Sehingga bisa menciptakan situasi wilayah tetap aman, tenteram dan terkendali.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Santri adalah personal yang siap membangun relasi dengan para kiai atau ulama dalam kondisi apa pun. Selain itu, santri juga siap menerima arahan dan menjalankan bimbingan para kiai atau ulama,”. Ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al Madinah Cepoko, Gunungpati. Semarang itu saat menyampaikan mauidhoh hasanah pada peringatan Hari Santri di ruang salat utama Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang. Jumat (22/10).

Ia mengungkapkan disebut santri ketika selalu membangun relasi dengan kiai, sedangkan relasi yang dibangun tidak sesaat untuk suatu kepentingan.

BACA JUGA: Kepala BPIP: Dua Aspek Kesetiaan Santri, Keagamaan dan Kenegaraan

Menurut dia banyak kejadian yang berkaitan dengan kepentingan, terutama kepentingan politik. Setelah kepentingannya tercapai, melenggang tak menghiraukan lagi rajutan silaturrahmi yang dibangun dengan kiai atau ulama. 

Santri, imbuh dia, selalu mendengarkan arahan dan bimbingan para kiai. Karena itu, hidupnya lebih terarah dan tidak mudah diombang-ambingkan keadaan duniawi.

“Dengan mendengarkan arahan dan bimbingan kiai, santri setelah sukses dalam kehidupan sosialnya. Baik sebagai pengusaha, pejabat, publik figur maupun karyawan biasa, tetap saja santri membangun relasi dan mendengarkan arahannya. Membangun relasi dengan kiai tidak hanya sesaat, melainkan berkelanjutan,” ujarnya.

Habib Umar menjelaskan ada empat pilar kehidupan sosial sebagaimana disampaikan Ali bin Abu Tolib. Pertama, orang alim yang mau mengamalkan dan membagikan ilmunya kepada orang lain, kedua orang yang mau belajar atau mengkaji sesuatu yang belum dipahami, ketiga orang yang mau menasarufkan hartanya untuk kemaslahatan urmat dan keempat orang fakir yang tetap kuat imannya.

Dengan berada di salah satu pilar itu saja, lanjut Habib Umar, konstribusi seseorang sudah cukup besar dalam rangka ikut menata keamanan dan kenyamanan sosial masyarakat. 

“Kiai itu penjaga keimanan, polisi penjaga keamanan. Lha kalau masyarakat terutama para santri tetap berpegang teguh pada kesantriannya, kloplah kondisi masyarakat. Apalagi santri selalu siap berada di posisi mana pun. Pasti aman, tenteram dan terkendali,” ujarnya. 

BACA JUGA: Ganjar Pranowo: NU Punya Peran Penting Jaga NKRI

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pengelola MAJT Kiai Noor Ahmad selaku inspektur upacara HSN menekankan, santri punya peran yang sangat besar dalam rangka mempertahankan agama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Santri sebagai ideologi untuk mempertahankan NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan kebinekaan Indonesia, sehingga sumber santri adalah Islam moderat yang selalu menegakkan toleransi kebinekaan.

“Dengan dasar ini, maka apa yang dituangkan dalam janji santri tersebut memperlihatkan bahwa kapan pun selagi masih ada santri NKRI akan tetap tegak berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya. 

Ia mengingatkan santri harus memiliki satu cita-cita yang sangat tinggi, karena ke depan apa yang akan terjadi di Indonesia terkait pertarungan ideologi yang belum diketahui. Oleh karena itu santri harus mengambil peran strategis, agar NKRI tetap terjaga utuh dan bersatu. (int7)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR