Selasa, Desember 7, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsPetro Kimia dan Pusri Akhirnya Angkat Bicara Penggelapan Pupuk Subsidi

Petro Kimia dan Pusri Akhirnya Angkat Bicara Penggelapan Pupuk Subsidi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Petro Kimia Gresik dan PT Pupuk Sriwidjaja kali ini bersedia menanggapi kasus penggelapan pupuk subsidi yang sedang ditangani Satreskrim Polres Jember.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dalam hal ini polisi telah menangkap empat orang pelaku yang masing-masing berinisial MS, JS, SA, dan IM dari dua lokasi berbeda, yaitu Desa Sempolan, Kecamatan Silo; dan Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Total barang bukti sekitar 11,3 ton pupuk subsidi jenis ZA dan Urea.

Staf Perwakilan Daerah Penjualan Petro Kimia Gresik Wilayah Banyuwangi Farhan Mustofa mengatakan, pihaknya bersedia kapanpun dimintai keterangan oleh polisi untuk membantu pengungkapan kasus tersebut lebih dalam.

Menurut dia, PT Petro Kimia sudah bergerak semenjak kasus penggelapan pupuk subsidi mencuat dengan memeriksa seluruh data penyalurannya maupun menanyai semua distributor hingga pemilik kios. Sampai detik ini belum ada seorang pun dari mereka yang mengaku turut terlibat kasus itu.

“Kami menunggu perkembangan dari kepolisian. Kalau sudah pasti siapa kios atau distributornya, tentu ditindak tegas dengan sanksi pemberhentian. Kemarin, kami menanyakan ke distributor dan mengumpulkan kios. Sementara tidak ditemukan penyelewengan. Misalkan dipanggil oleh polisi, kami siap aktif menginformasikan,” tegasnya.

Assistant Vice President Pupuk Sriwidjaja Wilayah Jawa Timur, Yoyok Supriyanto menyampaikan, penyaluran pupuk mengacu rantai distribusi dari produsen ke distributor, lalu kios, dan terakhir untuk petani.

Kios Wajib Salurkan Pupuk Subsidi

“Kios wajib hukumnya menyalurkan pupuk subsidi kepada petani yang ada dalam e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok secara lektronik). Kios tidak boleh melayani yang tidak ada dalam e-RDKK,” jelasnya.

Pusri selaku produsen dapat menerapkan hukuman paling berat berupa pemberhentian kepada distributor maupun kios apabila melanggar ketentuan tersebut atau terlibat dalam penggelapan pupuk bersubsidi.

Yoyok mendukung penuh langkah kepolisian menindak secara hukum tanpa pandang bulu terhadap siapapun pelakunya. “Silakan proses hukum dilanjutkan oleh polisi,” tegasnya.

Ketua HKTI Jember Jumantoro mengingatkan bahwa kasus penggelapan pupuk subsidi hampir selalu terjadi tiap tahun. Oleh karenanya, ia mendesak agar dilakukan pendataan yang lebih cermat terhadap petani yang bakal penerima.

“Jangan sampai pupuk subsidi kecolongan justru mengalir ke petani-petani kaya yang punya lahan lebih dari 2 hektar. Biasanya, mereka bersiasat lahannya dipecah-pecah atas nama petani lain, sehingga pupuknya berlebihan. Hal itu mengakibatkan pupuk subsidi mudah diselewengkan,” urainya.

Divisi Hukum HKTI Jember Didik Muzanni berpendapat, langkah kepolisian perlu ditingkatkan setelah menangkap empat orang pelaku penggelapan pupuk subsidi. Dia yakin, pelaku tidaklah sendirian dalam menjalankan aksinya. (sut/aka)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily