Rabu, September 28, 2022
BerandaNewsPetani di Sumenep Mengaku Terkendala Pengairan, Ini Kata PU SDA

Petani di Sumenep Mengaku Terkendala Pengairan, Ini Kata PU SDA

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM – SUMENEPPetani padi di Kabupaten Sumenep Jawa Timur mengeluh lantaran tanaman padi milik mereka terkendala dengan pengairan. Pasalnya, tanaman padi memang membutuhkan asupan air yang cukup agar tanaman tersebut tumbuh dengan baik.

Salah seorang petani asal Guluk – Guluk, Muasfiq menunhungkapkan bahwa petani di tempatnya saat ini terkendala masalah air untuk pertaniannya.

Dirinya mengungkapkan bahwa jika musim kemarau ini, lahan padi yang mereka tanami sudah mulai layu. Dia mengaku, sangat sulit mendapatkan air.

“Kalau bantuan yang lain sampai saat ini lancar saja, kendalanya seiring datangnya musim kemarau ini, kami kesulitan mencari air guna mengairi padi kami,” katanya. Rabu 21 April 2021.

Menurutnya, tanaman padi yang kekurangan air maka akan mempengaruhi produksi padi mereka. Sebab, tanaman padi yang kekurangan air pada akhirnya akan mengering.

Lebih lanjut, Musfiq menjelaskan, kebutuhan air tersebut membutuhkan volume air yang berbeda. Tergantung pada umur padi tersebut.

“Apabila padi kekurangan air, maka akan kering, kebanyakan air juga tidak bagus. Misalnya kalau musim hujan atau curah hujan tinggi produksi bisa turun,” ungkapnya.

Sedangkan pada musim padi kali ini, pihaknya mengaku telah menanam padi untuk kedua kalinya. “Yang sekarang ini sudah kedua kalinya, untuk tanam padi yang pertama sudah sesuai harapan. Tapi yang kedua kalinya ini saya tidak bisa berbuat banyak karena kekurangan air,” jelasnya.

Berharap Pemerintah Hadir

Dirinya berharap, pemerintah hadir dalam mengatasi kekurangan air untuk tanaman padi ini. Sebab kata dia, kalau dibiarkan berlarut maka padi akan mengering.

Terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air Sumenep, Ainur Rasyid mengaku akan melengkapi infrastruktur pertanian dan yang menjadi keluhan petani setempat.

Dirinya juga meminta agar masyarakat bisa memanfaatkan air dengan baik. Apabila permasalahannya dalam hal pembangunan infrastruktur, dia meminta agar masyarakat bersurat ke Bupati.

“Kedepannya kita akan melengkapi infrastrukturnya seperti memperbaiki saluran irigasi yang ada dan melakukan pembangunan lainnya. Termasuk juga akan membina kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan air,” katanya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Hal ini dilakukan untuk membantu petani tersebut dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi padi di wilayah tersebut.

“Penggunaan dihulu juga harus ditertibkan agar di hilir ini juga mendapatkan air yang cukup. Makanya, adanya HIPPA itu agar bisa mengatur hal itu,” pungkasnya.(nam/aka)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Cerita Roy Citayam Fashion Week, Dulu Dapat Rp 5 Juta Sehari Kini Sepi Tawaran

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Citayam Fashion Week yang sempat menjadi fenomena kini tidak lagi eksis. Kawasan Dukuh Atas yang menjadi lokasi fashion show di...

NUSADAILY.COM - SUMENEP - Petani padi di Kabupaten Sumenep Jawa Timur mengeluh lantaran tanaman padi milik mereka terkendala dengan pengairan. Pasalnya, tanaman padi memang membutuhkan asupan air yang cukup agar tanaman tersebut tumbuh dengan baik.

Salah seorang petani asal Guluk - Guluk, Muasfiq menunhungkapkan bahwa petani di tempatnya saat ini terkendala masalah air untuk pertaniannya.

Dirinya mengungkapkan bahwa jika musim kemarau ini, lahan padi yang mereka tanami sudah mulai layu. Dia mengaku, sangat sulit mendapatkan air.

"Kalau bantuan yang lain sampai saat ini lancar saja, kendalanya seiring datangnya musim kemarau ini, kami kesulitan mencari air guna mengairi padi kami," katanya. Rabu 21 April 2021.

Menurutnya, tanaman padi yang kekurangan air maka akan mempengaruhi produksi padi mereka. Sebab, tanaman padi yang kekurangan air pada akhirnya akan mengering.

Lebih lanjut, Musfiq menjelaskan, kebutuhan air tersebut membutuhkan volume air yang berbeda. Tergantung pada umur padi tersebut.

"Apabila padi kekurangan air, maka akan kering, kebanyakan air juga tidak bagus. Misalnya kalau musim hujan atau curah hujan tinggi produksi bisa turun," ungkapnya.

Sedangkan pada musim padi kali ini, pihaknya mengaku telah menanam padi untuk kedua kalinya. "Yang sekarang ini sudah kedua kalinya, untuk tanam padi yang pertama sudah sesuai harapan. Tapi yang kedua kalinya ini saya tidak bisa berbuat banyak karena kekurangan air," jelasnya.

Berharap Pemerintah Hadir

Dirinya berharap, pemerintah hadir dalam mengatasi kekurangan air untuk tanaman padi ini. Sebab kata dia, kalau dibiarkan berlarut maka padi akan mengering.

Terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air Sumenep, Ainur Rasyid mengaku akan melengkapi infrastruktur pertanian dan yang menjadi keluhan petani setempat.

Dirinya juga meminta agar masyarakat bisa memanfaatkan air dengan baik. Apabila permasalahannya dalam hal pembangunan infrastruktur, dia meminta agar masyarakat bersurat ke Bupati.

"Kedepannya kita akan melengkapi infrastrukturnya seperti memperbaiki saluran irigasi yang ada dan melakukan pembangunan lainnya. Termasuk juga akan membina kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan air," katanya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Hal ini dilakukan untuk membantu petani tersebut dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi padi di wilayah tersebut.

"Penggunaan dihulu juga harus ditertibkan agar di hilir ini juga mendapatkan air yang cukup. Makanya, adanya HIPPA itu agar bisa mengatur hal itu," pungkasnya.(nam/aka)