Peringati Hari Santri, Wapres Dorong Pesantren Dirikan Bank Wakaf Mikro

  • Whatsapp
Wapres Dorong Pesantren
Wapres KH Ma’ruf Amin bersama jajaran Menteri saat memperingati hari santri melalui daring 22 Oktober 2020.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mendorong agar pesantren mendirikan bank wakaf mikro. Ia menuturkan bahwa selain menyiapkan orang-orang yang paham dalam bidang agama dan sebagai pusat dakwah, pesantren juga harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat.

BACA JUGA: Ma’ruf Amin Inisiasi Gerakan Nasional Wakaf Tunai

Baca Juga

“Hari ini kita sekaligus mencanangkan itu banyak pesantren yang sudah memulai. Tapi kita ingin semua pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi baik sekor keuangan maupun sektor riil,” ucapnya pada Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas dalam Rangka Memperingati Hari Santri Nasional, melalui video conference, Kamis 22 Oktober 2020.

Turut hadir Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Agama Fachrul Razi, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku Sekretaris Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Karena itulah, terang Wapres di pesantren-pesantren dibangunlah Bank Wakaf Mikro (BWM). Seperti yang di jelaskan Menteri Keuangan untuk ultramikro, kemudian ada BMT -BMT(Baitul Maal wa Tamwil).

“kita dorong supaya pesantren membangun BMT untuk bisa memberdayakan masyarakat. Kemudian BMT ini bisa juga menjadi channelin/executing dari bank-bank syariah yang ada untuk membiayai masyarakat,” tuturnya.

Oleh karena itu, Wapres berharap, semua pesantren, bisa membangun BMT-BMT dan pembiayaannya nanti memperoleh selain dari bank syairah juga dari LPDB dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Selain itu ia juga meminta untuk mengembangkan program OPOP yang saat ini sedang dikembangkan tiap pesantren punya produk. Atau juga mengembangkan produk-produk dari masyarakat.

“saya mengapresiasi adanya pesantren yang sudah memulai, saya berharap yang sudah dilakukan baik di sektor keuangan maupun riil itu menjadi semacam role model yang nantinya bisa dikembangkan, direplikasi oleh pesantren-pesantren lain yang bisa kita kembangkan,” urainya.

Program Green Wakaf

Pesantren juga diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan ketahanan pangan. Salah satunya dengan mengembangkan Green Wakaf untuk ketahanan pangan berbasis pesantren.

BACA JUGA: Peringati Hari Santri, Menag Ajak Ormas Gerakan Wakaf Uang

Green Wakaf adalah program wakaf produktif di sektor pertanian (termasuk peternakan dan perikanan) yang dikelola oleh nadzir yang hasilnya untuk pesantren dan masyarakat miskin sebagai penerima manfaat (maukuf alaih).

Untuk pesantren yang berada di perkotaan, juga dikembangkan Urban Farming Pesantren. Ini adalah program pengembangan pertanian di lingkungan pesantren di perkotaan, yang memiliki lahan terbatas. Urban farming dilaksanakan pesantren bersama masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan pendapatan.

“Pemerintah menyambut baik dan mengapresiasi bebagai inisiasi pengembangan ekonomi kerakyatan dan ekonomi syariah berbasis pesantren dan komunitas. Ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat,” tandasnya. (hud/Ian)

Post Terkait

banner 468x60