Peringati Hari Santri, Menag Ajak Ormas Gerakan Wakaf Uang

  • Whatsapp
Gerakan Wakaf Uang
Menag Fahrur Rozi
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menag Fachrul Razi menilai bahwa sekarang waktu paling tepat bagi Ormas Islam untuk mengambil peran terdepan dalam menggerakkan wakaf uang di Indonesia.

BACA JUGA: Kemenag Galakkan Wakaf Uang, Optimis Mensejahterakan Umat

Baca Juga

“Kini saat yang tepat bagi Ormas Islam mengambil peran terdepan untuk menggerakkan wakaf uang dan sekaligus mendukung pengembangan instrumen keuangan Syariah berbasis dana wakaf,” kata Menag saat menyampaikan Keynote Speaker pada wabinar yang digelar PWNU DKI Jakarta, Selasa 20 Oktober 2020.

Webinar yang mengusung tema ‘Perkembangan Wakaf Uang di Indonesia’ digelar sekaligus menyongsong peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2020.  

Wakaf Uang

Menurut Menag, wakaf selama ini diidentikkan dengan harta tidak bergerak. Misalnya, wakaf tanah atau bangunan. Belakangan, muslim Indonesia dikenalkan dengan wakaf dalam bentuk harta bergerak yang dikenal dengan wakaf uang, wakaf tunai, atau cash waqf.

“Pada peluncuran cash waqf Linked Sukuk (CWSL) bersama Menkeu awal Oktober lalu, saya sampaikan bahwa skema wakaf uang yang diinvestasikan ke dalam sukuk negara akan semkain mendorong tumbuhnya minat berwakaf dan sekaligus memberi rasa aman kepada masyarakat atas harta yang dikelola nazhir,” kata Menag.

“Wakaf uang akan membantu dalam fasilitasi kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, pondok pesantren, dan ekonomi produktif di Indonesia,” tambahnya.

Menurutnya, pengelolaan wakaf uang sebagai salah satu milestone baru dalam sejarah pengelolaan wakaf kontemporer di Indonesia.

“Wakaf uang ini diharapkan menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi umat dan instrument penanggulangan kemiskinan di negara kita,” kata Menag.

Disampaikan Fachrul Razi, wakaf uang juga memiliki prospek sebagai salah satu pilar mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Syariah dunia. “Saya tegaskan bahwa tatakelola wakaf bukan sekadar mengkapitalisasi jumlah dana dan nilai angka. Tatakelola wakaf sejatinya adalah urusan kemaslahatan umum,” tambah Menag.

Pada posisi ini, lanjut Menag, Kementerian Agama memiliki peran sentral dan substansial sebagai regulator pengelolaan wakaf. Kemenag bersinergi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang secara teknis mengembangkan dan memajukan perwakafan di Indonesia.

BACA JUGA: Manfaatkan Wakaf Produktif Guna Lahirkan Lapangan Pekerjaan Baru

“Semoga pengelolaan wakaf uang dan peran ormas Islam terus dapat tingkatkan. Sinergi dan kolaborasi para penggerak perwakafan semakin baik dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas,” harap Menag.

Menag berharap pengumpulan wakaf uang di Indonesia semakin meningkat dan pemanfaatannya terus berkembang. Hadir juga beberapa pembicara lainnya seperti ketua BWI Mohammad M Nuh, Rois Syuriah KH Mahfudz Asirun dan Wakil Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Yusuf Mansur. (hud/Ian)