Jumat, Januari 21, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsPenganugerahan Syaikhona Kholil Sebagai Pahlawan Nasional Tak Bisa Ditunda Lagi

Penganugerahan Syaikhona Kholil Sebagai Pahlawan Nasional Tak Bisa Ditunda Lagi

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Dorongan agar Syaikhona Kholil dari Bangkalan Madura mendapatkan gelar pahlawan nasional terus menggelinding. Salah satunya, DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang mendorong pemerintah secepatnya menganugerahkan Syaikhona Kholil dari Madura dengan gelar pahlawan nasional. DPP NasDem Bidang Keagamaan dan Budaya, Hasan Aminudin menyampaikan keinginan itu dalam seminar nasional bertema ‘Syaikhona Kholil Guru Para Pahlawan’ di Ball Room Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Sabtu (20/3/2021).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Penganugerahan Syaikhona Kholil tak ada alasan lagi untuk ditunda. Sebenarnya kita tidak usah mengemis ya meminta gelar pahlawan kepada pemerintah untuk Syaikhona Kholil. Kita Nasdem mengingatkan kepada pemerintah agar memberikan gelar pahlawan kepada Syaikhona Kholil, guru dari banyak pahlawan dan waliyullah di Republik,” ungkap Hasan Aminudin dilansir Nusadaily.com.

Dia menjelaskan, NasDem menargetkan penghargaan itu bisa diberikan pemerintah dalam tahun ini. Masalahnya, rencana telah dilakukan sejak lama dan melalui kajian yang intens. Jasa tokoh asal Madura tersebut cukup besar bagi Bangsa Indonesia.

Kontribusi Syaikhona Kholil adalah hubbul wathon minal iman, cinta tanah air bagian dari iman itu tulisan tangan beliau,” tambah Hasan di sela-sela seminar.

Pemerintah diharapkan secepatnya mengetahui kontribusi warganya yang turut berjuang demi negara. Sudah semestinya negara memberikan gelar kepada warga yang banyak berjasa terhadap sejarah RI.

Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Abdul A’la dalam sambutan secara virtual mengatakan, dia sebagai salah satu tim kajian akademik, penetapan Shaikhona Kholil sebagai pahlawan nasional tidak memiliki alasan untuk ditunda.

Dia menjelaskan, ulama asal Bangkalan itu berperan dalam pendidikan, menciptakan pemimpin berkontribusi pada keagamanan maupun kenegaraan seperti pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari. Riset secara akademis, historis, maupun kebudayaan telah dilakukan. Bahkan Partai NasDem juga berkirim surat kepada kedutaan besar Indonesia di negara Belanda untuk meminta salinan sejarah yang terdokumentasi di sana.

Penganugerahan Syaikhona Kholil sebagai Pahlawan Nasional tidak ada alasan lagi untuk ditunda,” katanya. (wan)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily