Minggu, Oktober 24, 2021
BerandaNewsPakar Hukum Dukung Jaksa Agung Segera Tangkap Djoko Tjandra

Pakar Hukum Dukung Jaksa Agung Segera Tangkap Djoko Tjandra

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji mendukung upaya Kejaksaan Agung untuk segera menangkap terpidana kasus korupsi cassie (hak tagih) Bank Bali DJoko Tjandra, yang sedang mengajukan sidang permohonan Peninjauan Kembali (PK), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sudah tepat.

“Langkah Jaksa Agung sudah tepat dan cepat untuk segera melakukan tindakan pro justitia yaitu menangkap dan mengeksekusi Djoko Tjandra. Bila datang ke pengadilan untuk proses pemeriksaan Peninjauan Kembali,” tegas Indriyanto, Senin 6 Juli 2020.

Keseriusan untuk menangkap buronan kelas kakap itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) rencananya akan berkolaborasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN). Sebab kerja sama intelijen antarlembaga negara merupakan hal yang wajar. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara.

“Sangat tepat arahan Jaksa Agung agar Jamintel melakukan komunikasi terpadu dengan memperkuat sinergi kelembagaan dengan BIN dalam upaya cegah dan tangkal dini dalam memantau keberadaan dan menangkap Djoko Tjandra,” tuturnya

Disisi lain, mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menilai pengakuan Jaksa Agung ST Burhanuddin lemahnya Intel Kejagung dalam memantau keberadaan Djoko Tjandra merupakan hal yang wajar.

“Kelemahan sisi intelijen Kejaksaan dalam memantau keberadaan Djoko Tjandra, memang sebagai suatu kewajaran dilihat dari sisi geografi politik ketatanegaraan, khususnya rutinitas pemantauan penegak hukum. Karenanya membangun komunikasi kelembagaan intelijen terpadu, berikut kontribusi antara kelembagaan intelijen bersama BIN adalah suatu kebutuhan. Sehingga ada paralelitas bertindak dini yang sama diantara lembaga intelijen dalam upaya deteksi dini atas penegakan hukum seperti kasus ini,” papar Indriyanto.

Sementara itu, Panja (Panitia Kerja) Penegakan Hukum DPR RI mendatangi Kejaksaan Agung untuk membahas sejumlah isu hukum yang tengah bergulir di masyarakat.

Tim yang datang kali ini membahas terkait buronan kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra, yang berhasil masuk ke Indonesia dan melakukan Peninjauan Kembali (PK) atas perkaranya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Wakil Ketua Komisi III Desmond Junaidi Mahesa mengatakan, soal berhasil masuknya Djoko Tjandra ke Indonesia memang bukan menjadi ranah kejaksaan, tapi hal itu menjadi ranah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkukham). Namun, penanganan kasusnya menjadi wewenang lembaga tersebut.

“Bukan, mengenai masuknya Djoko Tjandra itu bukan wilayah Jaksa Agung, tetapi wilayah Menkumham,” ujar Desmond, Senin 6 Juli 2020.

Djoko Masuk Indonesia Secara Illegal

Sebelumnya Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menginstruksikan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), untuk mencari dan menangkap terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali bernama Djoko Sugiarto Tjandra.

“Sudah saya perintahkan untuk tangkap dan eksekusi,” ujar Burhanuddin, pada saat sidang Rapat Kerja (Raker) antara Komisi III DPR RI dengan Kejaksaan Agung (Kejagung), di Kompleks Parlemen Senayan, Senin 29 Juni 2020.

Kejagung menduga buronan Djoko Soegiharto Tjandra masuk ke Indonesia dari jalur tikus atau jalur illegal.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Ali Mukartono mengatakan, jika buronan DJoko Tjandra masuk ke Indonesia melalui jalur resmi, maka ia akan terdeteksi keberadaannya di sistem Direktorat Jenderal Imigrasi. Namun, menurut Ali, sejak tiga bulan terakhir tidak ada data perlintasan nama Djoko Tjandra ataupun Joko Tjandra masuk ke Indonesia.

Djoko Tjandra pernah divonis bebas dari kasus korupsi cassie Bank Bali oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Oktober 2008. Kejaksaan Agung mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung (MA) dari putusan itu. MA kemudian memutuskan menghukum Djoko dengan pidana dua tahun penjara dan denda Rp15 juta. MA juga memutuskan untuk merampas uang Rp546 miliar di Bank Bali untuk negara.(dan/lna)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

NAIF Yth:

“Yth: NAIF”, Penghormatan terhadap Grup Band NAIF

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Diskoria, Ardhito Pramono dan Isyana Sarasvati persembahkan lagu "Yth: NAIF" bagai bentuk penghormatan terhadap grup band NAIF yang menyatakan diri...