Senin, Desember 6, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsPabrik Limbah Beracun Belum Berizin Dibangun di Pasuruan, Ada 'Orang Kuat'

Pabrik Limbah Beracun Belum Berizin Dibangun di Pasuruan, Ada ‘Orang Kuat’

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Lenturnya penindakan pelanggaran perizinan di Kabupaten Pasuruan, seolah dimanfaatkan investor untuk bertindak semau gue. Mereka nekad membangun pabrik meski belum mengantongi perizinan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Belum tuntas penindakan terhadap pabrik bodong produsen kemasan kosmetik milik Juragan 99 Corp, kini muncul kasus serupa.

Baca Juga: ‘Ngendon’ di Polres Pasuruan, Kasus Pabrik Bodong J99 Corp Dilaporkan Kompolnas

Ini terjadi pada pabrik pengumpulan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibangun di Kecamatan Purwosari.

Meski belum mengantongi perizinan, pabrik milik PT Universal Eco Lestari (UEL) sudah mulai mendirikan bangunan untuk pengolahan limbah B3.

Baca Juga: Abaikan Satpol PP, Pabrik Beton Bodong Pasuruan Bongkar Segel Penutupan

Beberapa pekan lalu, Kepala Staf Kepresiden RI, Moeldoko, sudah mengunjungi pabrik pengolahan limbah beracun di Purwosari tersebut.

Namun saat itu, Moeldoko diterima jajaran manajemen PT Nusantara Hijau Abadi (NHA) yang bermitra dengan PT UEL.

Baca Juga: Dikado Ayam Jago, Keranda Desak Satpol PP Kabupaten Pasuruan Tindak Usaha Bodong

Kepala Dinas Perizinan Kabupaten Pasuruan, Edi Supriyanto, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima dan menerbitkan dokumen perizinan atas nama PT UEL maupun PT NHA.

Ia juga tidak mengetahui apakah perusahaan tersebut sudah mengurus dokumen perizinan yang ditangani Dinas Permukiman dan Perumahan Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Industri Dangdut Indonesia Lesu, Goyangnya Sayu, Dendangnya Pilu

“Kami belum menerbitkan dokumen perizinan bangunan dan gedung (PBG) untuk pabrik pengumpulan atau penyimpanan sementara limbah B3 di Purwosari,” kata Edi Supriyanto.

Kabid Pembinaan dan Penataan Bangunan Dinas Permukiman dan Perumahan, Haryo, juga menyatakan bahwa pihaknya belum menerima pengajuan dokumen perizinan PT UEL.

Baca Juga: Ada Pabrik Beton Bodong di Pasuruan, Tiga Tahun Leluasa Beroperasi

Menurutnya jika perusahaan telah membangun pabrik, nantinya akan diberlakukan mekanisme sertifikat laik fungsi (SLF) untuk menilai apakah bangunan itu sudah bisa difungsikan. (oni)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR