Kamis, September 23, 2021
BerandaNewsNusantaraWarga Lebak Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat

Warga Lebak Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-BANTEN-Pasca banjir dan tanah longsor di Desa Sukarame, Kabupaten Lebak, Banten, para warga gotong royong membangun jembatan darurat.

“Kita berharap pembangunan jembatan itu rampung Kamis (16/1) dan bisa dilintasi masyarakat setempat,” kata seorang tokoh warga Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Nana Mulyana, pada selasa (14/1).

Dia memperkirakan pengguna jembatan darurat yang menghubungkan antardesa itu, bisa mencapai ribuan orang per hari.

Kondisi jembatan tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua, namun masyarakat bisa menitipkan sepeda motor miliknya di lokasi yang sudah disediakan sebelum melewati jembatan itu.

Jembatan itu menggunakan bambu serta tali seling dan hanya bisa dilintasi pejalan kaki.

“Namun, untuk sementara, warga yang akan menyeberang bisa menggunakan perahu karet sambil menunggu pembangunan jembatan darurat rampung,” Lanjut Nana, sebagaimana dilansir dari Antara.

Menurut dia, jembatan tersebut untuk mempermudah jarak tempuh warga. Kondisi wilayah setempat berupa perbukitan dan pegunungan.

Jembatan di Kampung Somang, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira itu, strategis untuk menopang perekonomian, pendidikan, kesehatan masyarakat setempat.

- Advertisement -

Selain itu, kata dia, sebagai infrastruktur warga yang hendak memenuhi berbagai keperluan pemerintahan, seperti mengurus kartu keluarga ke kantor kecamatan maupun berbelanja ke Rangkasbitung.

Pembangunan jembatan darurat yang dikerjakan pekan lalu secara gotong royong warga setempat itu, dipastikan rampung pada Kamis (16/1).

“Kami berharap pembangunan jembatan darurat bisa bertahan satu tahun ke depan, karena lokasi itu tidak bisa dibangun jembatan permanen,sebab masuk daerah proyek Waduk Karian,” katanya.

Sejumlah masyarakat Desa Sukarame mengatakan pembangunan jembatan darurat itu membantu korban banjir bandang dan longsor memenuhi berbagai kebutuhan.

Bencana alam beberapa waktu lalu itu, telah mengakibatkan pemukiman warga rusak berat, sebagian rumah hanyut, dan beberapa infrastruktur rusak.

“Kami satu-satunya bisa keluar daerah melintasi jembatan darurat ini, karena jika melintasi jalan lain cukup jauh juga melintasi pegunungan dan perbukitan,” ujar Agus, seorang warga Desa Sukarame. (mic)

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Genjot Pelatihan Inkubasi, Pemkot Mojokerto Targetkan Bentuk Ribuan Wirausahawan Baru

NUSADAILY.COM - MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan ribuan pengusaha baru bakal terlahir di tengah pandemi COVID-19. Hal itu ditegaskan Wali Kota Mojokerto, Ika...