Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsNusantaraUlar Kobra Sebesar Lengan Gegerkan Warga Sentral Rangkasbitung Lebak

Ular Kobra Sebesar Lengan Gegerkan Warga Sentral Rangkasbitung Lebak

NUSADAILY.COM-LEBAK – Ular kobra berukuran sebesar lengan dengan panjang sekitar dua meter masuk perkampungan Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Jumat 24 Januari 2020. Ular tersebut nyaris menggigit warga setempat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Geger ular kobra di perkampungan Rangkasbitung itu terjadi pukul 06.10 WIB. Saat itu ular kobra berada di teras rumah warga bernama Udin (60). Dan ketika Udin membuka pintu, ular tersebut menyerang namun Udin selamat dari gigitan dan semburan bisa ular.

“Kami beruntung bisa menghindari serangan ular kobra itu,” kata Udin (60), warga Sentral Kelurahan Rangkasbitung Barat Kabupaten Lebak, Jumat.

Melihat serangan ular kobra itu, dirinya mencari tongkat pemukul untuk mematikan ular yang bisa mematikan manusia.

Namun, saat mendapatkan tongkat dan melangkah mundur ke belakang untuk memukul, ular kobra berwarna kuning dan putih itu berlari ke tumpukan kayu milik warga.

“Kami bersama warga lainnya melakukan pencarian ular kobra itu, namun hingga kini belum ditemukan,” kata Udin seperti dilansir Antara.

Begitu juga warga lainnya. Yadi mengatakan dirinya sebelumnya mematikan seekor ular kobra.

Beruntung saat ular menyerang, dirinya tengah membawa pisang dari kebun.

Ular kobra itu mematuk pisang. Sehingga dengan leluasa Yadi memukul ular itu menggunakan kayu panjang.

“Saya tidak bisa membayangkan jika tidak membawa pisang dan kemungkinan besar tergigit ular kobra yang berada di teras rumah,” kata Yadi warga Sentral.

Menurut dia, wilayah Sentral Rangkasbitung merupakan habitat populasi ular kobra, ular harimau juga ular tanah.

Bahkan, beberapa tahun lalu warga Sentral Rangkasbitung meninggal dunia setelah digigit ular harimau berwarna hitam.

Sebab, perkampungan Sentral Rangkasbitung sebelumnya kawasan areal persawahan dan hutan, sehingga banyak makanan ular di antaranya kodok dan tikus.

“Kami minta warga waspada terhadap populasi ular berbisa itu, karena bisa menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi meminta masyarakat mewaspadai ular berbisa ketika musim penghujan.

Biasanya, musim hujan itu berkeliaran ular tanah, ular kobra dan ular lainnya yang bisa mematikan.

Saat ini, hampir setiap bulan warga menjadi korban gigitan ular berbisa dan kebanyakan jenis ular tanah dan kobra.

“Kami minta warga waspada ular berkeliaran di pemukiman maupun di jalan-jalan, terutama sehabis hujan,” ujarnya. (yos)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Tesla Resmi Investasi di Thailand, RI Gimana?

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Perusahaan Elon Musk resmi melakukan penetrasi di Thailand. Tesla Company (Thailand) Ltd sudah teregistrasi sebagai perusahaan baru di Thailand. Nilai...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily