Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsNusantaraSoal Guru Hina Siswa, Kepala SMPN 28 Medan: Ini yang Pertama dan...

Soal Guru Hina Siswa, Kepala SMPN 28 Medan: Ini yang Pertama dan Terakhir

NUSADAILY.COM – MEDAN – Kepala SMPN 28 Medan, Horas Pohan memberikan tanggapan terkait siswanya yang diduga dihina ‘bodoh dan miskin’ oleh stafnya.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pohan mengatakan, kejadian yang sangat tidak pantas tersebut diharapkan tidak akan pernah terulang kembali.

“Saya tegaskan Ini yang pertama dan yang terakhir. Tak boleh lagi ada kejadian yang sama di SMP Negeri 28 Medan,” ujar Pohan saat ditemui Nusadaily.com, Selasa  (18/1/2022).

BACA JUGA: Tak Hanya Sekali, 2 Guru di Medan Hina Siswa Udah Miskin Bodoh

Menurut Pohan, pihaknya beserta dua guru yang menghina siswanya tersebut sudah dipanggil oleh Dinas Pendidikan. 

“Kita sudah dipanggil kemarin Jumat dan dua guru itu sudah buat surat perjanjian,” katanya.

Pohan mengatakan bahwa kedua guru tersebut juga sudah diberi peringatan dari Dinas Pendidikan.

“Permintaan maaf juga sudah kita ajukan waktu pertama di mediasi dengan Wakil Ketua DPRD dan permasalahan sudah selesai. Kita sudah saling memaafkan,” ucapnya.

Seperti diberitakan, beberapa waktu lalu oknum guru di SMPN 28 Medan dilaporkan ke DPRD karena menghina siswanya. Kasus penghinaan tersebut menuai berbagai tanggapan dari jajaran pemerintahan. 

Bahkan turut direspons oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Bobby menastikan kedua oknum guru tersebut yakni Refia Samosir dan Masrohima mendapatkan teguran yang pantas akibat perbuatannya.

BACA JUGA: Fraksi PKS DPRD Sumut Apresiasi Respons Cepat Wali Kota Medan Panggil Guru SMP yang Hina Siswanya

“Akan kita panggil, kita beri peringatan karena itu guru ASN bukan guru honorer. Kita berikan teguran kepada pelakunya dalam hal ini gurunya. Makanya saya bilang guru itu harus paham bukan hanya nilai bagus terus anak itu bagus, itu memang salah satu point. Tapi attitude di sekolah itu juga perlu diperhatikan,” ujar Bobby di Balai Kota Medan, Kamis 13 Januari 2022.

Bobby mengatakan, guru juga harus bisa mengajarkan siswa pintar dalam hal emosional dan etika.

BACA JUGA: Kadinkes: Masih Terkendali, 10 Sekolah di DKI Ditutup Akibat Siswa dan Guru Positif Covid-19

“Karena orang tua kita menitipkan kita di sekolah itu bukan hanya agar pintar pelajaran tapi juga pintar dalam bergaul, pintar dalam mengatur emosional, juga pintar dalam bidang-bidang yang lain. Jadi guru itu bukan hanya pintar dalam bidang keilmuan saja. Tapi semua aspek juga harus bisa dinilai,” ungkapnya.(mar/lna)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Asyik Main Air Banjir, Bocah di Gresik Digigit Ular

NUSADAILY.COM – GRESIK  -  Ini peringatan bagi para orang tua agar menjaga anaknya saat bermain air. Karena ada kejadian saat sedang asyik bermain air...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily