Rabu, Januari 19, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraSatgas: Zona Merah Covid-19 di Mataram Turun Signifikan

Satgas: Zona Merah Covid-19 di Mataram Turun Signifikan

NUSADAILY.COM – MATARAM – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan lingkungan dengan status zona merah COVID-19 turun signifikan dari awalnya 48  kini menjadi 27 lingkungan dari total 325 lingkungan se-Kota Mataram.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Penurunan jumlah lingkungan dengan status zona merah COVID-19 itu seiring dengan peningkatan angka kesembuhan, penurunan keterisian tempat tidur di rumah sakit dan penurunan temuan kasus positif baru COVID-19 selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4,” kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Senin.

BACA JUGA: Antisipasi Genangan, Pemkot Mataram Bangun Saluran di Areal Rusunawa Nelayan

Berdasarkan data tim kewaspadaan COVID-19 Provinsi NTB, Minggu (8/8-2021) menyebutkan tambahan pasien COVID-19 untuk Kota Mataram sebanyak 42 orang dan 46 pasien COVID-19 dinyatakan sembuh, sehingga pasien yang masih dirawat sebanyak 351 orang, total sembuh 5.170 dan 191 meninggal dunia.

Dengan terjadinya penurunan lingkungan zona merah, lanjut Swandisa yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, tercatat 124 lingkungan dengan zona hijau, dan sisanya zona oranye serta zona kuning.

BACA JUGA: NU Kota Mataram Minta Masyarakat Patuhi PPKM

“Kendati sudah ada penurunan jumlah lingkungan dengan status zona merah, namun Kota Mataram secara umum status penularan COVID-19 belum turun. Di NTB, kita masih berstatus zona merah atau risiko berat terhadap penularan virus ini,” katanya.

BACA JUGA: NU Kota Mataram Minta Masyarakat Patuhi PPKM

Terkait dengan itu, Pemerintah Kota Mataram bersama Satgas COVID-19 lainnya, terus bekerja keras melaksanakan berbagai kegiatan sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 di Kota Mataram melaui 3T, yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment).

“Upaya penyekatan yang kami lakukan selama PPKM di sejumlah pintu masuk Kota Mataram, secara tidak langsung menjadi instrumen tracing. Sehingga banyak ditemukan kasus-kasus baru COVID-19,” katanya.

BACA JUGA: Pesta Dangdutan di Tengah PPKM, Kades di Malang Dipanggil Inspektorat

Karena itu, lanjut Swandiasa, pihaknya berharap agar selama PPKM Level 4 ini, masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Melalui gerakan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi).

“Melalui upaya itu, kami harapkan Mataram bisa keluar dari zona PPKM Level 4 dan melaksanakan kehidupan normal baru sesuai dengan standar protokol kesehatan yang ditetapkan,” katanya.(eky)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily