Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraSandiaga Uno Kagumi Pembuatan Kapal Kayu Angkutan Barang di Belitung

Sandiaga Uno Kagumi Pembuatan Kapal Kayu Angkutan Barang di Belitung

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BELITUNG, BABEL – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengagumi pembuatan kapal kayu untuk angkutan barang yang dibuat oleh pelaku ekonomi kreatif di Belitung, Bangka Belitung.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Saya kagum dengan pembuatan kapal kayu untuk angkutan barang yang dibuat oleh pelaku ekonomi kreatif, kapal ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan kunjungan kerja di Desa Batu Itam Belitung, Sabtu.

BACA JUGA : Target Pemprov Babel: Pengembangan 1.000 hektare Sawah OrganikNusadaily.com

Sandiaga Uno mengatakan produk perajin kapal kayu angkutan barang merupakan suatu karya dengan mengedepankan kearifan lokal dan harus ditingkatkan guna peningkatan perekonomian.

Berkembangnya ekonomi kreatif, menurut Sandiaga, menjadi salah satu pendorong bangkitnya pariwisata. Meskipun saat ini dihadapkan dengan ujian berat karena pandemi COVID-19.

“Saya optimis, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat kembali pulih dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Menparekraf itu.

BACA JUGA : Ekspor Timah dan Nontimah Babel Naik 74,79 PersenNoktahmerah.com

Sementara itu Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan pengembangan dunia pariwisata di Kabupaten Belitung sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2008. Hal itu diikuti pula dengan kian bertumbuhnya pelaku ekonomi kreatif yang signifikan.

“Sektor kepariwisataan di Belitung mulai terangkat atau booming tahun 2008. Atau saat film Laskar Pelangi didukung dengan pola pikir masyarakat yang sudah mulai memahami pentingnya sektor pariwisata,” jelas Bupati.

BACA JUGA : PT Timah Kembangkan Kakap Putih di Bekas Tambang BabelImperiumdaily.com

Bupati mengatakan pertumbuhan ekonomi kreatif di daerahnya cukup membanggakan, di mana sebelumnya masyarakat hanya mengandalkan dari pekerjaan mencari biji timah karena dianggap cepat mendapatkan keuntungan namun sekarang sudah mulai beralih ke sektor usaha mikro kecil dan menengah.

“Berubahnya pola pikir masyarakat menetapkan pilihan usahanya karena diketahui pekerjaan mencari biji timah tidak dapat dikerjakan berkelanjutan. Sedangkan sektor usaha UMKM dapat berlanjut bersamaan pertumbuhan pariwisata,” kata Bupati Sahani.(lal)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR