Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsNusantaraSah, ASN Pemko Medan Laporkan Lima Oknum Penyidik Unit PPA Satreskrim Polrestabes...

Sah, ASN Pemko Medan Laporkan Lima Oknum Penyidik Unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan Ke Bidpropam Poldasu

NUSADAILY.COM – MEDAN – Aparatur sipil negara (ASN) perempuan Pemko Medan, Hesty Helena Sitorus (50 tahun) akhirnya resmi melaporkan oknum Kasubnit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu MS dan Aipda KP serta 3 personil PPA ke Bid Propam Polda Sumut, Rabu, 27 Januari 2022, petang. Hal ini sesuai dengan surat bukti laporan yang sudah diterima Heaty bernomor STPL/13/I/2022/Propam  27 Januari 2022.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

” Ini saya hari ini sudah melaporkan mereka ke Bid Propam Poldaau,” sebut Hesty seraya memperlihatkan surat.bukti lapor yang sudah diterima.

Selanjutnya, Hesty yang merupakan warga Jalan Mongonsidi III Nomor 30 Kelurahan Anggrung Kecamatan Medan Polonia ini.berharap laporannya ditindaklanjuti oleh pihak Bid Propam agar para pelaku penganiayaan mendapatkan sanksi hukum.

” Harapan saya laporan saya ditindaklanjuti agar para pelaku mendapatkan sankai hukum,:” harap Hesty.

Dalam kasus ini Hesty juga sudah menyiapkan 3 orang saksi yang melihat langsung aksi kekerasan yang dialaminya. 

” Mereka semua siap bersaksi. Ditambah lagi.bukti.CCTV,” pungkasnya.

Terpisah, Komisi.A DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengaku perihatin atas kasus dugaan penganiayaan oknum Polwan terhadap seorang perempuan paro baya ya g berstatus aparatur sipil negara (ASN) pemerintahan kota (Pemko).Medan dikantor Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan, Senin, 24 Januari 2022.

:” Kami sangat menyayangkan terjadinya aksi kekerasan yang diduga dilakukan sejumlah oknum Polwan yang bertuggas sebagai penyidik di Unit PPA Polrestabes Medan terhadap ASN perempuan yang sudah berumur. Kita minta agar proses hukum berjalan jika terbukti, para pelaku harus dihukum sesuai.dengan hukum yang berlaku,” ujar Hendro Susanto.

Ditambahkan Hendro, pihaknya akan terus memantau proses hukum terhadap para terlapor mengingat korbannya masyarakat sipil dan seorang perempuan paro baya berstatus ASN.

” Kita.harapkan juga atensi dari bapak kapoldasu atas kasus ini. Karena, jika memang benar jelas sangat mencoreng wajah institusi Polri yang akhir akhir banyak mendapatkan sorotan publik,” pungkasnya.

Sebelumnya Hesty Sitorus menjelaskan saat itu ia datang bersama tetangganya memenuhi panggilan kasus dugaan penganiayaan.

“Saya nemani tetangga saya, ia dipanggil kasus penganiayaan. Di mana pada kasus itu,  tetangga saya itu tidak terbukti melakukan penganiayaan karena saya di situ saat kejadian dan ada videonya. Namun saya heran karena begitu dipanggil statusnya naik sidik,” ujarnya, Selasa, 25 Januari 2022.

Nah, karena statusnya naik, Hesty pun bertanya kenapa langsung naik ke tahap penyidikkan (sidik).

“Sementara saat saya temani tetangga saya. Saya bilang apa bukti penganiayaan. Kami punya videonya. Yang saya herankan statusnya sudah naik sidik, sementara belum pernah dipanggil,” bebernya.

Hesty menjelaskan pada Senin kemarin saat dirinya menemani tetangganya yang dilaporkan terjadi cekcok mulut.

“Saya bilang, jangan menjerat orang yang tidak bersalah. Kebiasaan kalian saya bilang. Jadi karena cekcok mulut, kanitnya keluar dan langsung marah serta mengusir kami dari ruangan,” ungkapnya.

Karena ibu tersebut, lanjutnya bilang kalau ini ruangannya.

“Jadi karena kejadian itu, saya bilang. Saya telpon Kapolda Sumut. Langsung hp saya dirampas ibu itu dan saya di dorong-dorong kanitnya lalu ditarik ke sana ke sini. Ada CCTV di situ, bisa di lihat,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Hesty, saat itu dirinya dipaksa keluar, lehernya pun dipiting.

“Di luar ruangan itu saya terjatuh akibat cekikkan danndoronga. Yang mencekik leher saya Aipda KP,” bebernya.

Setelah kejadian, Hesty pun membuat laporan ke SPKT Polrestabes Medan dengan bukti laporan LP/B/274/I/2022/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA.

Hesty mengungkapkan selepas kejadian dirinya mengalami memar di lengan dan tidak bisa bangkit dikarenakan bagian belakangnya sakit.

Saat ini dirinya hanya terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Ia juga mengaku telah memvisum apa yang di alaminya di RS Bhayangkara. (mar/wan)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Asyik Main Air Banjir, Bocah di Gresik Digigit Ular

NUSADAILY.COM – GRESIK  -  Ini peringatan bagi para orang tua agar menjaga anaknya saat bermain air. Karena ada kejadian saat sedang asyik bermain air...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily